Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern di tengah wanita Muslim keluarga korban tragedi Christchurch
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern di tengah wanita Muslim keluarga korban tragedi Christchurch

Selandia Baru Luncurkan Program Pemahaman Wanita Muslim di Sekolah

Wellington – Selandia Baru terus membuat kemajuan untuk memerangi Islamofobia. Pasca tragedi penyerangan di dua masjid di kota Christchurh bulan Maret 2019 lalu, berbagai kebijakan telah dilakukan pemerintah dibawah kendali Perdana Menteri Jacinda Ardern untuk menciptakan perdamain di Negeri Kiwi tersebut.

Kini sebuah program baru diluncurkan di sekolah menengah negara tersebut. Program itu berupa program pendidikan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak agar lebih memahami kehidupan wanita Muslim dan memberantas informasi yang salah tentang wanita Muslim.

“Orang jelas sering berpikir wanita Muslim dicuci otak, tertindas dan Anda tahu, kami memiliki beberapa wanita cantik melakukan hal-hal hebat di komunitas kami,” kata juru bicara Dewan Wanita Islam Anjum Rahman kepada The AM Show, dilansir dari aboutislam.net, Minggu (14/3/2021).

Rahman menambahkan bahwa sepanjang sejarah, peran sentral perempuan dalam masyarakat telah memastikan stabilitas, kemajuan, dan pembangunan bangsa dalam jangka panjang. Sejauh ini Dewan Wanita Islam telah memprofilkan 13 wanita muslim yang hebat dalam pekerjaan mereka.

“Kami telah memprofilkan 13 wanita Muslim dan ini benar-benar tentang kisah mereka, apa yang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari dan pekerjaan mereka, jadi kami mencoba untuk mematahkan apa yang orang pikirkan tentang wanita Muslim,” tutur Rahman.

Rahman berharap program baru ini akan membantu meningkatkan kesadaran tentang kontribusi yang dimiliki wanita Muslim di komunitas mereka.

“Kami memiliki wanita yang merupakan pengacara, pemilik bisnis, menjalankan pusat penitipan anak dan kami memiliki seorang wanita yang menjalankan perlindungan wanita. Ini sebenarnya tentang menunjukkan tanggung jawab yang mereka ambil,” jelasnya.

Program yang akan menampilkan serangkaian poster dan buklet informasi ini diluncurkan di Wellington pada hari Rabu (17/3/20210. Dewan Perempuan Islam mengajukan gagasan tersebut kepada Kementerian Pendidikan yang mendukung penuh program tersebut.

Baca Juga:  Muncul Lagi, Baghdadi Instruksikan Serang Penjara Di Irak Dan Jagal Hakim

“Saya pikir ini adalah contoh dan saya berharap mereka (Kementerian) akan membuat profil komunitas lain dan melakukan pekerjaan ini karena ada banyak komunitas yang berurusan dengan stereotip dan diskriminasi semacam ini,” kata Rahman.

Di Selandia Baru agama Islam dianut oleh sekitar 1 persen dari total populasi. Sejumlah kecil imigran Muslim dari Asia Selatan dan Eropa Timur menetap di Selandia Baru dari awal 1900-an hingga 1960-an.

Imigrasi Muslim skala besar dimulai pada 1970-an dengan kedatangan orang Indian Fiji, diikuti pada 1990-an oleh pengungsi dari berbagai negara yang dilanda perang. Pusat Islam pertama dibuka pada 1959 dan sekarang terdapat beberapa masjid dan dua sekolah Islam.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

dr Fauzia Gustarina Cempaka Timur S IP M Si

Celah Intoleransi Dalam Beragama Diincar Kelompok Radikal Untuk Sebarkan Virus Radikalisme

Jakarta – Kelompok radikal selalu berupaya memanfaatkan berbagai cara untuk menyebarkan virus radikalisme. Salah satunya …

RDP Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan Komisi VIII DPR RI

Dai Harus Miliki Strategi Metode Dakwah yang Menitikberatkan Wawasan Keberagamaan dan Kebangsaan

Jakarta – Sertifikasi penceramah atau dai dilakukan demi meningkatkan pemahaman moderasi beragama kepada kalangan dai …