fecce
fecce

Ratusan Ulama dan Kiai Wafat akibat Covid-19, Wapres Luncurkan Program “Kita Jaga Kiai”

JAKARTA – Pandemi Covid- 19 telah menelan banyak korban jiwa, ribuan bahkan jutaan masyarakat telah wafat, disamping itu 700an ulama dan pengasuh Pondok Pesantren juga wafat sebagian besar dikarenakan Covid- 19.

Tentu wafatnya ulama menjadi sebuah kehilangan yang sangat besar bukan saja bagi kaum muslim namun juga bagi bangsa Indonesia. Ulama bukan saja menjadi guru untuk mendidik generasi muda namun juga menjadi penyejuk masyarakat ditengah hiruk pikuk dunia.

Kehilangan ulama menjadi perhatian semua pihak, tidak terkecuali Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin yang juga merupakan seorang ulama.  

Kiai Ma’ruf Amin dalam kapasitasnya sebagai Wakil Presiden meluncurkan program Kita Jaga Kiai secara daring yang serentak digelar di lima pondok pesantren, Minggu (2/8/2021).

Ma’ruf mengatakan, akibat pandemi Covid-19, beberapa bulan terakhir banyak kiai, ulama, pengasuh pesantren, cendekiawan, dan ilmuwan Indonesia yang meninggal dunia.

Data Kementerian Agama (Kemenag) per 7 Juli 2021 sudah ada 605 orang kiai dan ulama serta pengasuh pesantren yang wafat. Selain itu, kata dia, cukup banyak santri terpapar virus Covid-19 di lingkungan pesantren selama wabah melanda Indonesia.

“Musibah apa pun bentuknya harus kita sikapi secara cepat dan tepat. Seluruh pihak harus memiliki kepedulian untuk secara aktif dalam ikhtiar pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus ini,” kata Ma’ruf. Seperti dilansir dari laman kompas.com, Rabu (4/7/21).

Menurut Ma’ruf, wafatnya para kiai dan ulama memiliki arti yang sangat penting dan krusial bagi kehidupan umat.

“Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani berbunyi, meninggalnya para kiai, ulama adalah musibah yang tak tergantikan, dan sebuah kebocoran yang tidak bisa ditambal. Wafatnya para kiai dan ulama laksana bintang yang padam. Meninggalnya satu suku lebih ringan daripada meninggalnya seorang ulama,” kata dia.

Baca Juga:  Covid-19 ‘Meledak’ di Bangkalan, Peran Kiai dan Ulama Penting Untuk Tingkatkan Kepatuhan Prokes

Ma’ruf mengatakan, para kiai dan ulama sebagai pewaris nabi, telah mentransformasikan ilmu dan peradaban, menjaga, mendidik dan melakukan berbagai perbaikan di segala bidang.

Termasuk mengawal para santri demi berkembangnya khazanah keilmuan di lingkungan pesantren serta masyarakat di sekitarnya.Selain itu, kata dia, para kiai dan ulama juga telah mengajarkan sikap patriotik, cinta tanah air, dan bela negara kepada setiap warga bangsa Indonesia.

“Jasa dan peran besar para kiai, para ulama dan pondok pesantren terhadap perjuangan kemerdekaan dan proses pembangunan bangsa Indonesia sangat besar dan tidak bisa dihargai dengan sekadar materi,” kata dia.

Oleh karena itu, Ma’ruf pun mengapresiasi program Kita Jaga Kiai yang digelar atas inisiatif Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kemenag tersebut.

Menurut dia, program tersebut merupakan salah satu bentuk penghargaan pemerintah dalam menjaga dan memelihara kesehatan para kyai dan pengasuh pesantren yang telah berjasa. Tidak hanya berjasa bagi masyarakat, tetapi juga bagi bangsa dan negara.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, program Kita Jaga Kiai, saya nyatakan resmi dimulai dan semoga berhasil dan menjadi amal shalih,” ucap dia.

Sementara itu, Ketua Baznas Noor Achmad mengatakan, program Kita Jaga Kiai dilatarbelakangi satu pemikiran bahwa begitu banyak kiai di Indonesia yang wafat karena Covid-19. Dia mengatakan, untuk menjadi seorang kiai sangat berat dan sulit sehingga pihaknya pun berinisiatif melakukan program Kita Jaga Kiai.

“Inilah komitmen Baznas, Menteri Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama-sama jaga kiai seluruh Indonesia dan seluruh lembaga keagamaan, pesantren dan santri-santrinya,” kata dia. Noor Achmad mengatakan, program tersebut digelar bekerja sama dengan TNI/Polri, Kemeneterian Kesehatan, dan Kemenag, serta organisasi-organisasi masyarakat Islam seluruh Indonesia. “Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih dari apa yang telah dilakukan, mudah-mudahan kita semua punya tujuan yang sama, yaitu tetapnya kajian-kajian agama dari para kiai yang mendinginkan, pemikiran-pemikiran agama dari para kiai yang di Indonesia masih sangat dibutuhkan,” ucap dia

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Ali Kalora

Pentolan Teroris Mujahidin Indonesia Timur Ali Kalora Tewas Ditembak Satgas Madago Raya

Palu – Setelah melakukan perburuan intensif, Satgas Madago Raya akhirnya berhasil menembak mati tokoh teroris …

Dr Adnan Anwar

Silaturahmi Nasional Penting Sebagai Sarana Tabayyun Dalam Menjaga NKRI

Jakarta – Dalam konteks berbangsa dan bernegara, persaudaraan tidak hanya dibangun atas dasar persamaan keyakinan, …