tahun baru islam
tahun baru islam

Semangat dan Cara Memaknai Tahun Baru 1444 Hijriyah

Jum’at sore, 29 Juli 2022, saat matahari terbenam, tepatnya ketika waktu maghrib tiba, 1 Muharram 1444 Hijriyah telah tiba. Tahun baru Hijriyah atau tahun baru Islam telah dimulai.

Menurut sejarah, kalender Hijriyah secara resmi berlaku sejak zaman Khalifah Umar bin Khattab yang bergelar Amirul Mukminin untuk administrasi dan korespondensi (surat menyurat). Khalifah Umar bin Khattab mengumpulkan beberapa sahabat senior untuk menentukan awal tahun Hijriyah. Sidang mufakat dengan usul Sayyidina Ali, tahun baru Hijriyah didasarkan pada awal peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah.

Perayaan tahun baru Islam atau tahun baru Hijriyah kontras dengan perayaan tahun baru Masehi yang gegap gempita dan meriah. Dirayakan dengan pesta-pora khas budaya barat. Ada pesta kembang api, hiburan dll. Sementara perayaan tahun baru Hijriyah diisi dengan muhasabah atau introspeksi diri dan dengan mengamalkan amal yang dianjurkan.

Memaknai Tahun Baru Hijriyah

Tahun baru Hijriyah hendaklah dimaknai sebagai penanda awal tahun yang memiliki banyak hikmah. Mengambil pelajaran dari momentum tahun baru Islam untuk memperbaiki pemaknaan hidup. Seperti, pergantian tahun Hijriyah menjadi momentum untuk perubahan atau pergantian akhlak setiap individu muslim.

Kalau pada tahun kemarin senang mencaci, gemar menyalahkan, melakukan adu domba, meretakkan hubungan saudara sebangsa dan seterusnya, awal tahun baru Hijriyah menjadi titik awal berangkat menuju perubahan akhlak. Perubahan dari akhlak tercela menjadi akhlak terpuji. Pergantian dari sifat tidak terhormat menjadi perilaku sesuai dengan perintah agama.

Jika di tahun sebelumnya, perangai buruk selalu di tampilkan; di dunia nyata maupun layar dunia maya seperti di medsos, kini saatnya, menapaki tahun baru ini, perilaku tersebut harus diperbaiki dan dibuang jauh.

Tahun baru Islam yang didasarkan pada peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad memiliki makna filosofis yang agung. Yakni, pesan-pesan hijrah yang sesungguhnya. Hijrah dari akhlak buruk menuju akhlak terpuji, hijrah dari narasi kebencian yang berpotensi memecah belah persatuan menuju narasi keadaban yang sopan dan santun.

Pesan tahun baru Islam berikutnya adalah bertambahnya umur. Pergantian tahun mengingatkan bahwa umur kita semakin senja. Karenanya, semestinya kuantitas dan kualitas ibadah lebih ditingkatkan karena semakin mendekati kematian.

Terakhir, bulan Muharram adalah bulan mulia. Selaiknya kita sebagai umat Islam menjiwai isi dan spirit di dalamnya dalam konteks kehidupan berbangsa. Tahun baru Hijriyah semestinya menggugah semangat terwujudnya kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara yang penuh kedamaian, kerukunan dan keharmonisan.

Selamat Tahun Baru 1444 Hijriyah.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Masjid Ughelli

Masjid di Nigeria Jadi Serangan Mematikan Kelompok Teroris, Imam Masjid Hampir Diculik

Asaba –  Serangan mematikan yang dilakukan kelompok teroris terus terjadi di Nigeria. Ironisnya, serangan sporadis …

Dakwah

Dakwah Seharusnya Tak Merusak Agama dengan Negara dan Negara dengan Agama

Natuna –  Para ulama wajib berdakwah secara santun dan damai. Karena dakwah itu seharusnya tidak …