Merayakan Tahun Baru
Merayakan Tahun Baru

Selamat Tahun Baru 1442 H : Cara yang Utama Merayakan Tahun Baru Islam

Umat Islam akan akan menapaki bulan Muharram. Bulan pertama dalam penanggalan kalender Hijriyah. Bulan penanda tahun baru Hijriyah dan penanda setahun telah berlalu. Ya, kita akan segera masuk tahun 1442 H. Berarti umurpun bertambah satu tahun. Pun demikian, jatah hidup di dunia otomatis juga berkurang. Sebab itu, momentum tahun baru Hijriyah adalah sarana muhasabah (introspeksi) diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Tahun baru Islam tentu tidak seperti Tahun baru masehi yang diperingati dengan meriah bahkan pesta pora. Tahun Islam adalah bagian dari sejarah yang penting umat Islam untuk diperingati tetapi dengan cara produktif. Bagaimana cara merayakan tahun baru Islam ini?

Pepatah Arab mengatakan, “Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, ia termasuk orang yang beruntung. Siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, ia orang yang merugi. Dan, barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, ia orang yang celaka”.

Poin kedua dan ketiga pada kata bijak ini menjadi terjemah dan tafsiran dari sumpah Allah, “Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian”. Waktu yang selalu berjalan tak henti meninggalkan segala yang dilewatinya, umur, amal, kesempatan, dan seterusnya. Manusia yang rugi adalah mereka yang amal kebaikannya hari ini setara dengan amal kebaikan kemarin. Dan celaka bila hari ini lebih buruk dari kemarin.

Kecuali, kata Allah, orang-orang yang beriman, orang-orang yang selalu melakukan amal kebajikan dan saling menasihati dalam hal kebenaran dan kesabaran. Ini yang diterjemahkan ungkapan bijak di atas dengan mereka yang beruntung adalah mereka yang hari ini lebih baik dari hari kemarin.

Untuk itu, tahun baru Hijriyah sejatinya menjadi titik pijak untuk perbaikan diri menjadi lebih baik. Jika tahun kemarin ibadah yang kita lakukan lebih banyak bolosnya, bolong-bolong, dan terdapat kekurangan di sana-sini, tahun baru kali bertekad untuk lebih baik lagi supaya masuk dalam kelompok orang yang beruntung.

Baca Juga:  Inilah Obat Mujarab yang Disebutkan al Qur'an

Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al Hasyr: 18)

Hari esok pada ayat ini, mayoritas ulama menafsiri dengan hari akhirat. Untuk memulainya tentu dari hari esok ketika di dunia. Jika tidak, untuk menjadi pribadi yang baik akan selalu tertunda dan akhirnya menjadi orang yang celaka.

Tahun baru Hijriyah laiknya harus menjadi ayunan langkah kaki pertama membentuk pribadi yang baik. Insan yang bertakwa, mematuhi segala perintah agama serta menghindari larangannya. Hijrah dari keterpurukan dan kosongnya nilai dan daya spiritualitas agama menuju kehidupan yang berorientasi pada hari esok yang lebih baik. Menata diri dengan akhlak dan ibadah sesuai tuntunan Nabi.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Faizatul Ummah

Faizatul Ummah
Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo