Riyadh – Wabah virus Corona atau COVID-19 membuat dunia kacau balau. Beberapa telah menyatakan tertutup (lockdown), tempat-tempat keramaian ditutup, dan berbagai pencegahan lainnya dilakukan hampir di seluruh muka bumi.
Arab Saudi adalah negara yang sangat reaktif dalam mencegah persebaran virus mematikan ini. Setelah meniadakan ibadah umrah, menutup Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, melarang orang luar masuk, kini pemerintah Arab Saudi melakukan langkah lanjutan pencegahan COVID-19 yaitu pemberlakuan jam malam di seluruh kerajaan.
Perintah pemberlakukan jam malam itu langsung dikeluarkan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud mulai Senin (23/3/2020) malam. Sebuah pernyataan kerajaan yang diumumkan kantor berita negara setempat, Saudi Press Agency (SPA), mengatakan jam malam akan dimulai pukul 19.00 malam hingga pukul 06.00 pagi setiap hari selama 21 hari sejak malam 28 Rajab 1441 Hijriah atau 23 Maret 2020 Masehi.
Perintah Raja Salman keluar setelah Kementerian Kesehatan melaporkan 119 kasus baru COVID-19 pada hari Minggu. Angka kasus baru itu menambah jumlah kasus infeksi di Arab Saudi menjadi 511 orang dengan 17 pasien berhasil disembuhkan.
Perintah sang raja memerintahkan warga lokal dan warga asing berstatus residents untuk tinggal di rumah mereka selama jam malam demi keselamatan mereka sendiri.
Ada beberapa pihak yang terbebas dari jam malam, yakni karyawan industri sektor publik dan swasta vital yang pekerjaannya membutuhkan kinerja yang berkelanjutan. Selain itu, karyawan dari sektor keamanan, militer, media, serta pekerja di sektor kesehatan dan layanan yang sensitif bebas dari jam malam.
Ditambahkan, Kementerian Dalam Negeri akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menerapkan jam malam, dan semua otoritas sipil dan militer diperintahkan untuk bekerja sama sepenuhnya.
Banyak negara telah mengadopsi aturan yang lebih ketat karena COVID-19 yang sangat menular telah menjadi pandemi. Hingg saat ini (23/3/2020), tercatat ada 336.838 kasus infeksi COVID-19 di 192 negara dengan jumlah orang meninggal sebanyak 14.616 dan 97.636 pasien disembuhkan.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah