situs yang menyerukan radikalisme ilustrasi  140127130645 918
situs yang menyerukan radikalisme ilustrasi 140127130645 918

Sinergi Kominfo, BNPT dan Densus Telah Blokir 21.330 Konten Radikal Terorisme

JAKARTA – Ruang digital telah menjadi ruang pertarungan gagasan dan ideologi, termasuk dimanfaatkan oleh kelompok radikalisme dan terorisme untuk menyebarkan narasi propagandanya. Bahkan beberapa pelaku penyerangan dan bom bunuh diri mendapatkan pengetahuan dari internet.

Jika dahulu, kelompok radikalisme dan terorisme menyebarkan pahamnya melalui pertemuan tertutup, sekarang di era digitalisasi kelompok radikalisme dan terorisme menjadikan internet sebagai ladang untuk menyemai benih ideologi radikalisme dan terorisme.

Sinergi antara Kominfo, BNPT dan Densus 88 terus berupaya meminimalisir penyebaran konten maupun propaganda kelompok radikalisme dan terorisme didunia maya.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi menegaskan, komitmen Kemkominfo dalam menindak tegas konten radikalisme terorisme di ruang digital. Hal ini sebagaimana diamanatkan peraturan perundang-undangan.

“Penanganan konten radikalisme terorisme terus dilakukan secara berkesinambungan melalui sinergi solid antara Kementerian Kominfo, Densus 88 Polri, BNPT, serta lembaga terkait lainnya,” ujar Dedy dalam siaran persnya, seperti dilansir dari laman republika.co.id Rabu (23/6).

Dia menjelaskan, sejak 2017 hingga per 22 Juni 2021, Kementerian Kominfo telah memblokir 21.330 konten radikalisme terorisme yang tersebar di berbagai situs dan platform digital. Kemkominfo juga memberikan dukungan teknis bagi kementerian/lembaga lain yang bertanggung jawab dalam penanganan tindak pidana terorisme.

“Pemblokiran terhadap konten radikalisme dan terorisme terus kami proses sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik berdasarkan aduan kementerian/lembaga terkait maupun laporan masyarakat yang kami terima melalui kanal pelaporan yang telah kami sediakan,” kata Dedy.

Selain itu, upaya lain yang dilakukan dengan terus menyebarkan informasi positif sebagai bentuk penanggulangan terhadap konten radikalisme terorisme melalui koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait. Kominfo juga terus menggalakkan kegiatan literasi digital di 514 kabupaten/kota di 34 Provinsi seluruh Indonesia guna memperkokoh ketahanan masyarakat dari informasi negatif internet, termasuk konten radikalisme terorisme.

Baca Juga:  PBNU Duga Pesantren Yang Digerebek Densus 88 Gunakan Kurikulum Beda Dengan Ponpes NU

Dia memastikan, Kominfo akan terus konsisten menjaga dan mempertahankan keamanan ruang digital dari muatan radikalisme terorisme yang mengancam NKRI. “Kami mendorong publik yang menemukan konten radikalisme terorisme untuk melakukan pelaporan dengan memberikan informasi yang dibutuhkan melalui aduankonten.id serta kanal-kanal pelaporan lain yang kami siapkan,” ujarnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Imam Besar Al Azhar dan Paus Franciskus

UIN Suka Akan Berikan Gelar HC Kepada Imam Besar Al Azhar dan Paus Franciskus

Jakarta –  Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta akan memberikan gelar Honoris Causa …

ibadah umrah di masa pandemi

Persiapkan Haji dan Umrah Sejak Dini, Kemenag Susun Skema Vaksin & Booster Untuk Calon Jemaah Umrah

Jakarta – Pelaksanaan ibadah haji telah dua kali ditunda akibat adanya pandemi Covid- 19. Terakhir …