Percaya akan adanya malaikat merupakan rukun iman kedua. Kita sebagai umat Islam wajib untuk mempercayai itu. Malaikat merupakan mahluk ciptaan Allah yang tidak dianugrahkan nafsu. Malaikat ada banyak jumlahnya dan mereka memiliki tugas langsung dari Allah. Ada malaikat dengan penyampai wahyu, memberikan rezeki, bahkan menjaga neraka.
Dalam benak manusia, malaikat pastilah berbusana putih, memiliki sayap yang indah serta wajah yang rupawan. Namun malaikat yang satu ini sangat berbeda dengan pikiran manusia. Dia memiliki raut muka yang sangar dan tatapan mata yang teramat menakutkan, Diialah si penjaga pintu neraka yakni, Malaikat Malik.
Malik memiliki arti raja, raja adalah pemimpin, ia memimpin para malaikat yang bernama Zabaniyah. Ketika Allah SWT memerintahkan sesuatu pada malaikat Malik, baik dirinya ataupun malaikat Zabaniyah akan mengikuti perintahnya tanpa membantah atau menanyakan alasannya.
Malaikat Zabaniyah berjumlah 19 sesuai jumlah huruf dalam basmalah. Mereka semua membantu malaikat Malik untuk mengeksekusi para pendosa. Meski tugasnya hanya membantu malaikat Malik, namun penampilan malaikat Zabaniyah juga tak kalah sangar.
Menurut al-Qurthubi, malaikat Zabaniyah adalah para malaikat yang berhati keras, tidak mempunyai rasa belas kasihan karena mereka diciptakan dari kemarahan. Mereka lebih suka mengadzab makhluk, sebagaimana manusia mencintai makan dan minum.
Keberadaan para malaikat penjaga neraka ini juga dituliskan dalam AlQuran dalam surat Al-Mulk ayat 6-9. Dalam firman Allah yang berbunyi: “Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. dan Itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak. Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: ‘Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?’ Mereka menjawab: ‘Benar ada,’ Sesungguhnya telah datang kepada Kami seorang pemberi peringatan, Maka Kami mendustakan(nya) dan Kami katakan: ‘Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar.”
Perlu di ketahui bahwa ketika berbicara, mulut para malaikat Zabaniyah ini akan mengeluarkan api yang sangat panas. Mereka memiliki panjang tubuh mereka setara dengan satu tahun perjalanan kita menggunakan kali.
Malaikat Allah yang satu ini sangat mengerikan, dengan satu tangan Zabaniyah dapat melempar 10.000 orang kafir masuk dalam neraka. Zabaniyah pun juga menggunakan kaki-kakinya untuk menceburkan para ahli neraka. Dalam neraka para orang kafir dibakar hingga menjadi luluh dan kemudian lahir kembali. Para ahli neraka ini merasakan panas abadi untuk selama-lamanya.
Namun saat malaikat Zabaniyah melempar para muslim yang berdosa, api tidak mau menyambar tubuh mereka. Adanya keyakinan akan Allah membuat orang muslim ini tidak tersentuh api neraka. Namun karena mereka masih mempunyai dosa, para muslim ini tetap harus menjalani siksaan untuk menyucikan kesalahan yang mereka perbuat di dunia.
Karena neraka adalah tempat yang begitu menyeramkan, maka hendaklah kita sebagai muslim mulai berbenah diri untuk melakukan amal saleh dan juga menjauhi segala yang di larang oleh Allah supaya kita tidak menjadi hamba yang merugi di hari akhir. Dalam
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” QS at-Tahrim: 6.
Keyakinan terhadap adanya malaikat Malik memberikan pelajaran penting agar manusia menjaga diri agar tidak terhina dalam neraka.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah