Sowan ke PBNU, Menlu Tegaskan Indonesia Konsisten Dukung Perjuangan Palestina

0
920

Jakarta – Palestina terus berjuang untuk mendapatkan hak-hak dan kedaulatannya sebagai sebuah negara, dari kebiadaban penjajahan Israel. Dengan didukung Amerika Serikat (AS) dibawah pemerintahan Donald Trump, Israel semakin semena-mena merampas wilayah Palestina.

Terakhir Amerika dan Israel menyiapkan skenario kongkalikong yang mereka sebut “Proposal Perdamaian” yang berisi baru kedua negara, dimana Palestina ‘dipaksa’ untuk meninggalkan Yerusalem yang akan dijadikan ibukota baru Israel. Padahal di Yerusalem terdapat tempat suci umat Islam dan Nasrani yaitu  Kompleks Al-Haram asy-Syarif yang di dalamnya terdapat Kubah Shakhrah dan Masjid Al-Aqsha dan pada sudut masjid tersebut terdapat Tembok Ratapan

Rencana jahat itu pun langsung menuai protes. Banyak negara-negara dari seluruh dunia menentang rencana itu, meski ada juga negara ‘penjilat’ yang mendukung. Indonesia, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, berada di barisan terdepan penentang rencana ‘gila’ Amerika dan Israel itu.

Penegasan itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi saat berkunjung ke Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

“Indonesia konsisten menyatakan mendukung perjuangan bangsa Palestina. Kalau dilihat dari jejak perjuangan, kita terus konsisten pada titik ini,” ujar Menlu.

Menurut Retno, perjuangan Palestina ke depannya akan lebih berat. Terlebih yang menyangkut persoalan prinsip keadilan bagi masyarakat Palestina. Dalam pertemuan dengan PBNU, Retno juga meminta masukan untuk mendukung perjuangan Palestina.

“Kita akan konsisten berjuang bersama Palestina dan PBNU terus bersama-sama dengan kita untuk berjuang bersama Palestina. Perjuangan ini perlu kesatuan di antara kita,” tambah Retno dikutip dari laman kompas.com.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengapresiasi komitmen Kemenlu dalam menyuarakan dukungan terhadap Palestina. Sehingga Said Aqil juga mengajak berbagai pihak untuk membantu menyuarakan dukungan yang sama.

“Ini (menyangkut) amanat, juga hak orang. Pastinya harus kita perjuangkan. Senjata yang paling ampuh adalah kesatuan dan persatuan negara Arab (untuk mendukung Palestina). Tapi bagaimana pun Ibu menteri tidak pernah jenuh menyuarakan,” ” tutur Said Aqil.