Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid SE MM
Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid SE MM

Taliban Sekarang Tak Sesuai Ideologi Murni Mazhab Fiqih Hanafi dan Tauhid Maturidiyah

Jakarta- Isu politik dunia terus diwarnai oleh pengalihan kekuasaan Taliban di Afghanistan. Ini terkait dengan rekam jejak Taliban dalam kontribusinya terhadap persebaran terorisme di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Tindak aksi terorisme di Indonesia pada peristiwa Bom Bali pun turut terstimulasi oleh heroisme pejuang Afghanistan.

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Brigjen. Pol. R. Ahmad Nurwakhid, SE, MM, mengatakan, semua konflik di dunia Islam seperti di Afghanistan, Yaman, Suriah, Irak, selalu didahului oleh masifnya paham radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan Islam. Konteksnya ideologi takfiri wahabi dan kemudian berkolaborasi dengan kekuatan oposisi yang destruktif termasuk juga adalah pengaruh intervensi asing.

Nurwakhid menilai Taliban yang ada saat ini tidak sesuai dengan bagaimana ideologi murni yang pada mulanya dianut oleh Taliban. Jika Taliban ini murni, maka mazhab yang dianut adalah fiqih Hanafi dan tauhidnya maturidiyah.

“Jika mazhab tersebut yang dianut, tidak mungkin tindakan Taliban mengarah pada radikalisme dan terorisme. Justru jika benar mazhab tersebut, Taliban bisa jadi memiliki paham yang moderat,” kata Nurwakhid saat menjadi pembicara pada webinar naasional dengan tema “Taliban Afghanistan, Ancaman atau Harapan” yang digelar Institut Hasyim Muzadi, Sabtu (11/6/2021).

Namun, ia menegaskan bagaimana Taliban juga memiliki transformasi ideologi yang kemudian berkembang menjadi lebih kontributif terhadap ideologi radikal yang ada di dunia. Contohnya, jika Taliban moderat yang bermazhab fiqih Hanafi dan bertoriqoh Naqsabandiyah tapi justru menghancurkan patung terbesar di dunia yang ada di lembah Bamiyan, Afghanistan.

“Kemudian secara ideologis dan politisnya pun kemudian Taliban justru bergeser dan mendekati perjuangan politik yang seperti Al Qaeda. Sehingga tidak mungkin kalau dia itu moderat, tidak mungkin kalau dia itu bermazhab Hanafi atau mungkin thoriqoh naqsabandiyah kok sampai mau menghancurkan patung terbesar di dunia yang ada di Afghanistan,” katanya.

Baca Juga:  Imam Besar Masjid Istiqlal Imbau Umat Muslim Rajin Wudlu Untuk Cegah Virus Corona

Nurwakhid mengingatkan upaya Taliban tersebut menyerupai konteks pergerakan ormas yang sudah dilarang di Indonesia, yaitu Front Pembela Islam (FPI) yang mana juga termotivasi oleh Taliban dan sekarang ini justru membuat kamuflase dengan mengubah nama menjadi Front Persaudaraan Islam. Menurutnya, Taliban di Afghanistan juga turut menstimulasi terhadap gerakan jaringan teroris dalam konteks yang terafiliasi dengan Al Qaeda di Indonesia yaitu Jamaah Islamiyah (JI).

“Jadi Taliban di Afghanistan itu otomatis menurut pendapat kami jelas, waktu itu saya menyatakan bahwa ini akan meresonansi, lalu akan memotivasi atau memberikan stimulan terhadap gerakan atau jaringan teroris, yang dalam konteks ini terafiliasi dengan Al Qaeda di Indonesia yaitu Jamaah Islamiyah dan juga memotivasi atau meresonansi kelompok radikal yang ada di Indonesia” ucap mantan Kapolres Gianyar ini

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Hubungan suami istri

Heboh Anal Seks, KH Cholil Nafis: Haram Hukumnya!

Jakarta – Akhir-akhir ini heboh pemberitaan seorang wanita dan istri yang melaporkan suaminya yang juga …

umat muslim melaksanakan ibadah shalat idul fitri hijriah

Ini Alasan Aceh Disebut Serambi Makkah

JAKARTA – Orang-orang Indonesia sejak zaman Belanda telah melaksanakan ibadah haji, dahulu kala menggunakan kapal …