Jakarta – Terungkap Siti Elina, perempuan bergamis dan bercadar yang hendak menerobos Istana Rabu kemarin diketahui mengikuti akun media sosial eks organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) serta akun media sosial kelompok Negara Islam Indonesia (NII). Tidak hanya itu, suami Elina, Bahrul Ulum (BU/37) diketahui menjabat sebagai bendahara NII Jakarta Utara.
“Dari pemeriksaan sementara dan dari hasil analisis Densus 88 ditemukan yang bersangkutan terhubung secara media sosial kepada beberapa akun yang kita indikasikan sebagai akun Eks HTI maupun akun dari NII atau Negara Islam Indonesia,” ungkap Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Kombes Aswin Siregar saat konperensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (26/10/2022).
Selain itu kata Aswin, suami Siti Elina, yakni Bahrul Ulum (37) adalah pembantu bendahara NII Jakarta Utara. Bahrul Ulum dan seorang lainnya yakni JM, yang merupakan guru Siti Elina, juga sudah diamankan Densus 88. BU dan JM diketahui berbaiat pada Amir atau pimpinan Negara Islam Indonesia (NII).
“Dari hasil pendalam atau analisis terhadap media sosial, percakapan dan sebagainya, bahwa BU ini suaminya. Suaminya dalam struktur ini kita kita curigai menduduki posisi jabatan seperti pembantu atau pendamping Bendahara NII Jakarta Utara,” kata Aswin.
“Sedangkan JM itu adalah murobbi atau guru yang mengajarkan doktrin yang bersangkutan SE. BU maupun JM berbaiat ke Amir NII dan sudah ditemukan faktanya,” kata Aswain.
Menurut Aswin sesaat setelah peristiwa ini dilaporkan, Densus 88 langsung menerjunkan tim bersama penyidik Polda Metro Jaya untuk melakukan penyelidikan dan permintaan keterangan.
“Dari analisis hasil analisis Densus 88 ditemukan memang yang bersangkutan terhubung secara media sosial kepada beberapa akun seperti akun eks HTI dan NII.
Setelah pemeriksaan atas akun kata Aswin ditemukan 2 orang lainnya yang terhubung dengan kelompok NII Jakarta.
“Yakni BU dan JM. Mereka ini diketahui berbaiat kepada Amir Negara Islam Indonesia. Sehingga kemudian hasil koordinasi kita menyimpulkan bahwa penanganan ini harus juga melibatkan atau menerapkan UU Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme,” katanya.
Oleh sebab itu kata Aswain Densus 88 terus berdampingan dengan penyidik ke Polda Metro Jaya untuk terus mendalami kasus ini.
“Pemeriksaan awal ini masih masih mencoba untuk menganalisis hubungan dengan teroris atau jaringan jaringan kelompok yang ada. Serta motivasi yang bersangkutan untuk datang ke Isna dan melakukan itu, kita dalami. Namun tidak semata-mata dari keterangan, tapi akan kita coba analisis dari lainnya yang sudah ada,” katanya.
Densus kemudian melanjutkan dengan kegiatan penggeledahan di rumah Siti Elina. Di sana, ditemukan ada beberapa senjata lain, berbentuk pistol dan senjata tajam. Semuanya temuan itu sudah diamankan oleh penyidik Polda Metro Jaya.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah