Dir Cegah Brigjen R Ahmad Nurwakhid di Membangun Harmonisasi Nilai Nilai Berbangsa dan Bernegara pada Generasi Milenial
Dir Cegah Brigjen R Ahmad Nurwakhid di Membangun Harmonisasi Nilai Nilai Berbangsa dan Bernegara pada Generasi Milenial

Lawan Rekrutmen Teroris di Medsos, Nurwakhid: Unfollow Akun Penceramah Anti-Pancasila

Jakarta – Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Ahmad Nur Wahid mengatakan, cara mudah untuk terhindar dari rekrutmen teroris di medsos adalah dengan unfollow akun-akun penceramah provokatif dengan sikap anti Pancasila.

“Cara mudah dan efektif dengan jangan mengikuti (unfollow) oknum penceramah dengan ciri dan indikasi seperti di atas,” kata Nurwakhid, Kamis (24/3/2022).

Dia menjelaskan, ciri ciri para oknum penceramah terindikasi intoleran dan radikal antara lain pertama, mengajarkan sikap anti Pancasila dan pro ideologi transnasional dalam konteks ini ideologi khilafah menurut versi mereka.

Kedua, mengajarkan paham takfiri dengan mengkafirkan terhadap mereka yang berbeda baik beda agama, paham, maupun beda kelompok, bahkan sesama agama pun dikafir-kafirkan.

Kemudian, mereka mengajarkan sikap eksklusif terhadap lingkungan maupun perubahan, intoleransi terhadap perbedaan maupun keragaman dan pluralitas yang menjadi sunatullah.

Selain itu, mengajarkan sikap kebencian ataupun anti pemerintahan yang sah. Anti yang dimaksud bukan berarti oposisi dan bukan berarti kritis.

Menurut dia, di era demokrasi, oposisi yang konstruktif untuk check and balancing boleh dilakukan. Sikap kritis pun wajib sebagai amalan amar makruf nahi mungkar.

“Anti di sini adalah sikap membenci dengan membangun distrust ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara, pemerintahan yang sah dengan narasi sebaran hoaks, hatespeech konten konten provokatif adu domba, fitnah dan sebagainya,” jelasnya.

Wahid mengungkapkan, sejatinya radikalisme adalah gerakan politik dengan memanipulasi, mendistorsi agama untuk kepemimpinan politik kekuasaan. Yang pada ujungnya, mengganti ideologi negara Pancasila dengan khilafah dengan versi mereka dan mengganti dengan sistem agama.

“Dan biasanya mereka anti terhadap budaya maupun kearifan lokal maupun keagamaan,” ucap Ahmad.

Dia mengingatkan, paham radikalisme berpotensi terhadap setiap individu manusia. Sehingga tidak ada kaitannya dengan agama apa pun karena tak ada satupun agama yang membenarkannya.

Baca Juga:  Ungkap Alasan Densus 88 Tangkap Farid Okbah Cs, BNPT: Mereka Aktor Pendanaan Terorisme

“Kita semuanya harus hati hati, harus waspada untuk mengundang atau memilih penceramah, kita harus mengubdang pencerahama yang menyejukkan, mempersatukan, mendamaikan, kemudian mengajarkan akhlakul karimah, cinta tanah air dan bangsa,” imbaunya.

“Serta narasi narasi toleransi maupun rahmatan lil alamin dan kita harus militan dalam melawan sebaran fitnah, hoaks, adu domba dan provokatif maupun hatespeech,” tutupnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

raker penyelenggaraan ibadah haji

Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas Minta Santri Semangat Menuntut Ilmu Dan Lawan Kebencian Terhadap Santri Dengan Prestasi

Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta kepada para santri untuk terus menuntut ilmu secara sungguh-sungguh, …

Sarasehan Penguatan Moderasi Beragama BNPT dan UMY

Cegah Virus Radikal Terorisme di Sekolah, BNPT Perkuat Moderasi Beragama Guru SMA/SMK se-DIY

Yogyakarta – Generasi Z dan generasi milenial antara usia 14-39 tahun menjadi generasi yang paling …