Logo Ikhwanul Muslimin 190214205926 176 (1)
Logo Ikhwanul Muslimin 190214205926 176 (1)

Tidak Peringatkan Warga Akan Bahaya Ikhwanul Muslimin, Arab Saudi Berhentikan Para Imam

RIYADH – Pemerintah Arab Saudi secara tegas memberhentikan beberapa imam karena dinilai tidak dapat melaksanakan arahan pemerintah untuk memperingatkan warga akan bahaya ideologi Ikhwanul Muslimin.

Organisasi Ikhwanul Muslimin secara resmi telah dilarang dan dimasukkan dalam kategori organisasi teroris oleh pemerintah Arab Saudi menyusul berbagai tindakan teror dan kejadian aksi terorisme yang dilakukan oleh kelompok Ikhwanul Muslimin di Arab Saudi. Terkait dengan pemberhentian beberapa imam yang tidak dapat melaksanakan tugasnya untuk memberikan peringatan akan bahaya ideologi ikhwanul muslimin. Menteri Urusan Islam Arab Saudi Abdullatif bin Abdulaziz al-Sheikh mengonfirmasi kabar tentang pemecatan sejumlah imam di negara tersebut. Mereka diberhentikan karena tak melaksanakan arahan pemerintah untuk memperingatkan warga tentang bahaya Ikhwanul Muslimin serta ideologinya.

“Laporan tentang beberapa imam yang dipecat itu benar. Ini karena kegagalan mereka dalam melaksanakan arahan kementerian dalam menerbitkan pernyataan dari Dewan Cendekiawan Agama Senior yang berkomentar dan menjelaskan kepada orang-orang tentang bahaya kelompok teroris Ikhwanul Muslimin,” kata al-Sheikh pada Selasa (22/12), dikutip laman Al Arabiya dan republika.co.id

Kendati demikian, dia menegaskan bahwa para imam tersebut diberhentikan bukan karena mereka berasal atau mendukung ideologi Ikhwanul Muslimin. “Ini merupakan prosedur peraturan kementerian bagi mereka yang tidak melaksanakan arahan atau lambat dalam melaksanakannya akan ditiadakan dan digantikan oleh yang siap serta memenuhi syarat,” ujarnya.

Arab Saudi secara resmi menetapkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris pada 2014. Pada 10 November lalu, The Saudi Council of Senior Scholars (CSS) turut menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris. CSS pun menuduh kelompok tersebut sebagai faktor destabilisasi di kawasan.

Ikhwanul Muslimin telah mengecam keputusan dan pernyataan CSS. Mereka menyebut kerap menjadi korban kekerasan dan rezim diktator.

Bagikan Artikel
Baca Juga:  Diduga Menyebarkan Covid- 19 10 Jamaah Tabligh Indonesia Didakwa Pengadilan India
Best Automated Bot Traffic

About redaksi

Avatar