60673c5c658ce
60673c5c658ce

Tim Densus 88 Geledah Ponpes di Sleman, Petugas Sita Sejumlah Buku, Komputer hingga Anak Panah Diruangan Pengurus

Yogyakarta – Pasca kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Mabes Polri, Tim Detasemen Anti Teror 88 terus melakukan penyisiran dan penangkapan terhadap jaringan kelompok teroris. Beberapa teroris telah berhasil dilakukan penangkapan yang terbukti mempunyai kaitan dengan pemboman di Makassar.

Di Yogyakarta, sebuah pondok pesantren putri Ibnu Qayyim di Gandu, Sendantirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman digeledah oleh Tim Detasemen Anti Teror 88. Penggeledahan tersebut melibatkan Ketua RT setempat, Agus Purwanto untuk menjadi saksi.

Penggeledahan yang dimulai setelah shalat Isya itu selesai sekitar pukul 21.30 WIB. Usai menggeledah pondok pesantren itu, tim Densus 88 menyita sejumlah barang seperti laptop, satu set komputer, buku, busur, dan anak panah.

Barang-barang itu diduga milik direktur pondok pesantren berinisial AM. Ketua RT setempat, Agus Purwanto membenarkan sejumlah barang yang disita petugas dalam penggeledahan itu.

“Penggeledahan baru selesai pukul 21.30, yang dibawa laptop, CPU satu set, buku-buku yang banyak, dengan buku tabungan, terus anak panah dua dengan busurnya,” kata Agus saat ditemui di lokasi, seperti dikutip dari laman kompascom. Jumat (2/4/2021).

Menurut Agus, barang-barang itu diambil dari ruang direktur pondok pesantren tersebut. Sebagian barang yang disita juga dibawa dari rumah pribadi direktur pondok pesantren.

“Ruang direktur ponpes dengan rumah pribadi. Barangnya ada di rumah pribadi. Kalau panah, ngga tau kayaknya dari rumah tadi buat latihan pondok,” ujar dia.

Tak hanya rumah pribadi dan ruang direktur, Densus 88 juga menggeledah seluruh ruangan kantor di pondok pesantren itu, kecuali asrama putri.

“Semua kantor diperiksa. Semua ruangan diperiksa kecuali ruang inap tidak. Asrama tidak. Ruang kantor tata usaha, ruang direktur,” katanya.

Agus tak bisa memastikan jumlah petugas yang turun menggeledah pondok pesantren tersebut.   Namun, ia memastikan, petugas mengaku berasal dari Mabes Polri di Jakarta.

Saat ditanya apakah ada warga pondok pesantren yang ditahan, Agus mengaku tak tahu. “Saya nggak tanya, pokoknya saya disuruh menjadi saksi penggeledahan,” ujar dia.

Sementara itu, kakak Direktur Ponpes Ibnul Qayyim, M Najib Hisyam mengaku tidak tahu apa-apa. Saat dirinya datang, sudah ada sejumlah petugas di pondok pesantren.

“Saya sendiri enggak tahu, jadi cuma ada kumpul-kumpul Polisi. Ya ada yang masuk, ruang direktur pondok,” katanya.

Saat dikonfirmasi tentang barang yang disita, ia mengaku tak tahu apa-apa karena tak diizinkan masuk.

“Tidak boleh mendekat, selain ke ruang direktur ke rumah adik saya. Rumah dinas itu,” ujar dia. Ia juga tidak mengetahui apakah ada yang ditangkap petugas.

“Adik saya tidak ditangkap, tapi kalau suaminya saya enggak tahu.

Sore tadi masih ada, ashar masih ada. Karena beberapa hari kan sakit, isolasi mandiri,” katanya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

malam nisfu sya'ban

Sya’ban: Bulan yang Dilupakan, Padahal Penentu Kualitas Ramadan

anpa banyak disadari, kita kembali berjumpa dengan bulan Sya’ban—bulan kedelapan dalam kalender Hijriah—yang menandai bahwa …

alissa wahid 1768960248350

Alissa Wahid : Petugas Haji Indonesia Salah Satu yang Terbaik

Jakarta – Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid menilai petugas haji Indonesia selama ini dikenal …