bulan purnama penuh supermoon di atas hagia sophia
bulan purnama penuh supermoon di atas hagia sophia

UNESCO Minta Turki Laporkan Status Hagia Sophia, Ini Jawaban Turki

ANKARA – Hagia Sophia masih dijadikan polemik oleh pihak UNESCO atas peralihan status dari Museum ke Masjid oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan. Pihak Komite Warisan Dunia dari Badan Kebudayaan PBB meminta laporan kepada pemerintah Turki atas peralihan status.

Sejak awal peralihan status Hagia Sophia banyak ditentang oleh masyarakat internasional, namun Turki bersikukuh bahwa peralihan tersebut merupakan hak preoregatif dari pemerintah. Disisi lain, UNESCO mengklaim kehawatiranya atas perubahan status dari Museum menjadi Masjid.

UNESCO, dalam sebuah pernyataan, mengharapkan Turki untuk menyerahkan laporan tentang kedua gereja pada 1 Februari 2020. UNESCO juga sangat menyesalkan kurangnya dialog dan informasi atas niat pemerintah Turki untuk mengubah status Hagia Sophia dan Chora.

“Keprihatinan besar tentang dampak potensial dari perubahan pada komponen-komponen utama ini pada nilai Universal yang Luar Biasa dari properti dan mendesak Turki untuk terlibat dalam kerja sama dan dialog internasional sebelum perubahan besar lebih lanjut diterapkan di properti tersebut,” kata UNESCO, dilansir dari The Greek Herald dan republika.co.id Senin (26/7).

Namun Turki menolak kritik badan kebudayaan PBB itu sebagai bias dan politis. Kementerian luar negeri Turki menolak keputusan Komite Warisan Dunia UNESCO tentang situs bersejarah Istanbul yang dipahami didorong oleh motif prasangka, bias, dan politik.

“(Pemerintah Turki) sepenuhnya menyadari hak, hak prerogatif, dan tanggung jawabnya terhadap propertinya di Daftar Warisan Dunia UNESCO,” tambah pernyataan kementerian Turki itu.

Langkah Turki tahun lalu untuk mengubah katedral Hagia Sophia era Bizantium yang dihormati dari museum menjadi masjid memicu kemarahan masyarakat internasional dan menambah ketegangan dengan Yunani. Sebulan kemudian, Ankara memerintahkan gereja Ortodoks kuno lainnya, Juru Selamat Suci di Chora, untuk juga diubah menjadi masjid.

Baca Juga:  Berbakti Kepada Orangtua, Presiden Erdogan Selalu Cium Kaki Sang Ibunda

Kecaman oleh UNESCO ini datang satu tahun setelah Hagia Sophia dibuka kembali sebagai masjid. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut struktur abad ke-16 yang ikonik itu sebagai simbol kebangkitan peradaban Turki dan membagikan video sholat Jumat pertama di Hagia Sophia tahun lalu.

Dalam postingannya, Erdogan juga mengatakan bahwa dia berharap azan dan Alquran umat Islam tidak pernah meninggalkan bangunan yang telah diubah itu sampai akhir zaman.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Ali Kalora

Pentolan Teroris Mujahidin Indonesia Timur Ali Kalora Tewas Ditembak Satgas Madago Raya

Palu – Setelah melakukan perburuan intensif, Satgas Madago Raya akhirnya berhasil menembak mati tokoh teroris …

Dr Adnan Anwar

Silaturahmi Nasional Penting Sebagai Sarana Tabayyun Dalam Menjaga NKRI

Jakarta – Dalam konteks berbangsa dan bernegara, persaudaraan tidak hanya dibangun atas dasar persamaan keyakinan, …