Kamp penahanan massal Musllim Uighur yang diambil dari satelit
Kamp penahanan massal Musllim Uighur yang diambil dari satelit

Ungkap Kamp Tahanan Massal Muslim Uighur, Jurnalis India Menangkan Penghargaan Pulitzer

New Delhi — Seorang jurnalis asal India, Megha Rajagopalan memenangkan Pulitzer, penghargaan jurnalisme tertinggi. Penghargaan itu diberikan atas karya Rajagopalan berupa laporan investigasi inovatif dengan memanfaatkan teknologi satelit yang mengungkapkan keberadaan kamp-kamp penahanan massal Muslim Uighur dan etnis minoritas lainnya di Provinsi Xinjiang. Kamp-kamp itu dibangun pemerintah China.

Penghargaan Pulitzer dalam kategori liputan internasional yang dibagikannya kepada dua rekannya dari media internet, BuzzFeed News, diumumkan, Jumat (11/6/2021) oleh Dewan Pulitzer.

Selain, Rajapolan, jurnalis India lainnya, Neil Bedi juga mendapat Pulitzer dalam kategori liputan lokal untuk cerita investigasi yang ditulis dengan seorang editor di Tampa Bay Times yang mengungkap penyalahgunaan wewenang oleh petugas penegak hukum di Florida untuk melacak anak-anak. 

Rajagopalan dan rekan-rekannya menggunakan citra satelit dan simulasi arsitektur 3D untuk mendukung wawancaranya dengan puluhan mantan tahanan dari kamp-kamp penahanan. Di kamp tersebut, terdapat hingg satu juta warga Muslim dari Uighur dan etnis minoritas lainnya yang diasingkan.

“Saya benar-benar terkejut, saya tidak menyangka akan mendapatkan (penghargaan) ini,” ujar Rajagopalan.

Menurut publikasi tersebut, Rajagopalan dan rekan-rekannya, Alison Killing dan Christo Buschek, mengidentifikasi 260 kamp penahanan. Identifikasi dapat dilakukan setelah membangun basis data yang sangat banyak dari sekitar 50 ribu situs yang mungkin membandingkan gambar yang disensor  Pemerintah Cina dengan perangkat lunak pemetaan tanpa sensor.

Rajagopalan, yang sebelumnya melaporkan dari Cina tetapi dilarang pergi ke Kazhakstan untuk mewawancarai mantan tahanan Kamp yang melarikan diri ke sana.

Sepanjang upaya untuk melaporkan ini, jurnalis itu, harus menghadapi tindakan keras dari Pemerintah China. 

Serangkaian berita yang dilaporkan Rajagopalan berdasarkan bukti-bukti menunjukkan pelanggaran Beijing terhadap hak asasi manusia warga Uighur, yang oleh beberapa pejabat AS dan negara-negara Barat lainnya disebut sebagai genosida.

Baca Juga:  Arab Saudi Tuding Australia Pendukung Teroris Anti-Islam

Ini adalah tahun ke-105 Penghargaan Pulitzer yang diberikan oleh dewan di Sekolah Pascasarjana Jurnalisme Universitas Columbia di New York yang mengakui karya luar biasa.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

AC Milan ucapkan Selamat Maulid Nabi Muhammad

AC Milan Ucapkan Selamat Maulid Nabi Muhammad Kepada Fans Beragama Islam

Milan – Klub sepakbola AC Milan memberi ucapan selamat Maulid Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. …

Ken Setiawan di UM Metro

Ken Setiawan: Ribuan Kelompok Radikal yang Mengatasnamakan Agama di Lampung Masih Gentayangan

Lampung – Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan mengaku prihatin terhadap fenomena …