bdbac dad ed fce da
bdbac dad ed fce da

Viral Pernikahan Massal di Pesantren Sidoarjo Rahasiakan Calon Pengantin

Jakarta – Menikah merupakan dambaan setiap insan, menemukan pasangan yang tepat untuk mengarungi bahtera rumah tangga tidaklah mudah, menjalani pernikahan bukan persoalan sehari atau dua hari namun seumur hidup, maka mengarungi biduk rumah tangga tentulah dengan pasangan yang tepat dan sabar dalam menjalani kehidupan. Namun tidak semua pasangan dalam sebuah pernikahan memilih untuk ta’aruf lebih dahulu sebelum melangsungkan pernikahan.

Di Pondok Pesantren Darul Falah Pusat, Sidoarjo, Jawa Timur. menggelar pernikahan santri tanpa mempertemukan terlebih dahulu siapa calon suami maupun calon istri, sehingga pasangan mempelai akan benar-benar bertemu setelah terjadi ijab qobul pernikahan. Kegiatan nikah di Ponpes Darul Falah rutin dilakukan bahkan dengan cara massal.

Dilansir dari laman cnnindonesia.com Pondok Pesantren Darul Falah Pusat di Sidoarjo, Jawa Timur, rutin melakukan nikah massal lima tahun sekali kepada para santrinya. Nikah massal tahun ini adalah pelaksanaan yang ketujuh kalinya.
Ketua Yayasan Dalilul Falihin Pondok Pesantren Darul Falah Pusat, Syaiful Bakri mengatakan sejak pertama kali dilaksanakan, jumlah peserta nikah massal yang tercatat hingga saat ini sekitar 250 pasangan.

“Total ada sebanyak 22 orang pasangan pengantin yang dinikahkan tahun ini, yakni pada Minggu (22/5),” katanya dikutip Antara, Sabtu (28/5).

Para pengantin merupakan santri yang selama ini belajar di pondok tersebut. Setelah menikah, mereka ditempatkan di bilik-bilik kamar yang berada di lingkungan pondok. Selanjutnya mereka akan diberangkatkan untuk membantu cabang pondok pesantren tersebut yang ada di berbagai daerah.

Pihak ponpes rutin menikahkan santrinya yang ingin membina rumah tangga, meskipun para santri tidak tahu siapa calon pasangan mereka.

“Mereka yang akan menikah tidak mengetahui siapa yang akan menjadi jodoh mereka, karena semuanya masih dirahasiakan hingga selesai dilakukan pembacaan ijab kabul barulah mereka bertemu dengan pasangan masing-masing,” katanya.

Ia mengatakan tidak ada paksaan kepada santri tersebut apakah mereka mau menikah dengan sesama santri dalam pondok atau dengan orang lain.

“Kalaupun mereka mau, ya tanda tangan dan nantinya Bu Nyai (Umi Habibah) selaku pengasuh Pondok Pesantren ini yang akan menentukan. Karena untuk menentukan pasangan seseorang tidak mudah,” katanya.

Ia mengatakan banyak pertimbangan yang dilakukan oleh pengasuh ponpes untuk menentukan jodoh seseorang. Beberapa di antaranya terkait perilaku, pengetahuan, berat dan tinggi badan serta salat istikharah.

“Kami juga berkoordinasi dengan pihak KUA supaya tidak membocorkan siapa calon pengantin yang dinikahkan. Pernikahan yang dilakukan ini sah di KUA, tidak ada yang nikah siri,” katanya.

Salah satu santri yang mengikuti nikah massal yaitu Khusnul. Dia mengaku tidak tahu kalau yang menjadi calon suaminya adalah tetangga desa tempat tinggalnya.

“Waktu itu saya tidak tahu siapa calon suami saya. Setelah akad nikah baru tahu kalau yang menjadi suami saya adalah tetangga desa. Saya ikut program nikah massal tersebut tahun 2007 dengan peserta sekitar 68 pasangan,” katanya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

Ratusan eks anggota NII Garut kembali baca dua kalimat syahadat dan ikrar setia kembali ke NKRI

Tobat, Ratusan Eks NII Garut Baca Syahadat Lagi dan Ikrar Setia Kepada NKRI

Garut – Ratusan eks pengikut Negara Islam Indonesia (NII) di Garut, Jawa Barat, melakukan pertobatan …

penceramah radikal

Jangan Heran Sudah Diprediksi Nabi, Sering Bikin Gaduh dengan Fatwa tanpa Ilmu

Terkadang kita susah membedakan antara ulama yang fasih ilmu fikih dengan hanya penceramah. Banyak pula …

escortescort