UE Tolak Aneksasi
UE Tolak Aneksasi

1080 Anggota Parlemen Eropa Menolak Keras Aneksasi Israel Terhadap Tepi Barat

Brussels – Sebanyak 1080 anggota parlemen dari seluruh Eropa telah menandatangani surat tentang penolakan keras terhadap rencana Israel untuk mencaplok (aneksasi) bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki.

Surat itu berisi keprihatinan tentang rencana aneksasi Israel tersebut. Parlemen Eropa juga menyerukan kompensasi yang sepadan bila Israel tetap melaksanakan rencana.

Surat yang dikirim ke kementerian luar negeri Eropa itu memperingatkan bahwa aneksasi sepihak wilayah Tepi Barat bisa berakibat fatal bagi prospek perdamaian Israel-Palestina dan akan menantang norma paling dasar yang memandu hubungan internasional. Penolakan Parlemen eropa ini menjadi tanda meningkatnya tekanan internasional terkait rencana tersebut.

Dikutip dari BBC, surat yang ditandatangani oleh 1.080 anggota parlemen dari 25 negara itu memperingatkan potensi yang tidak stabil”di kawasan jika aneksasi tetap dilanjutkan.

Beberapa surat kabar telah menerbitkan surat tersebut, sepekan menjelang dimulainya proses aneksasi. Menurut kesepakatan pembagian kekuasaan yang mengarah pada pembentukan pemerintah Israel bulan lalu, pencaplokan dapat dilakukan mulai 1 Juli.

Proyek ini dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang berusaha untuk memperluas kedaulatan Israel atas bagian-bagian Tepi Barat yang berisi pemukiman Yahudi. Jika rencana itu disahkan, langkah tersebut dapat menggabungkan hingga 30 persen dari wilayah yang diklaim Palestina sebagai tanah negara merdeka di masa depan.

Penggabungan permukiman Yahudi ke dalam kedaulatan Israel itu telah diberi lampu hijau di bawah Visi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk Perdamaian yang diumumkan pada Januari, dan dikatakan sebagai rencana untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung beberapa dekade. Palestina telah menentang rencana Trump dan telah memboikot hubungan diplomatik dengan AS.

Sekitar 430.000 orang Yahudi tinggal di lebih dari 130 permukiman yang dibangun sejak Israel menduduki Tepi Barat dalam perang Timur Tengah 1967. Permukiman secara luas dianggap ilegal di bawah hukum internasional, meskipun Israel, dan AS di bawah pemerintahan Trump, membantahnya.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Ini 7 Makanan Khas Yang Selalu Hadir Pada Bulan Maulid Nabi di Berbagai Daerah yang Rasanya Enak

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Wanita Arab Saudi dengan model rambut baru

Tak Lagi Wajib Pakai Jilbab, Wanita Arab Saudi Eforia Rambut Bondol

Riyadh – Para wanita di Arab Saudi kini tak lagi wajib memakai jilbab. Kerajaan Arab …

cc f c b bcbd

Siapa Sangka Ka’bah Pernah Ditutup, Berikut 5 Peristiwa Bersejarah yang Bikin Ka’bah Ditutup

Jakarta – Ka’bah merupakan kiblat umat muslim seluruh dunia, setiap tahunya jutaan umat muslim berdatangan …