Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Prof M Ali Ramdhani
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Prof M Ali Ramdhani

Pemikiran Islam Dengan Reaktualisasi Fikih di Indonesia Harus Jadi Referensi Global

Solo – Indonesia adalah negara dengan mayoritas beragama Islam. Dan Islam di Indonesia menjadi gambaran Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin dengan menggabungkan syariat Islam dengan kearifan lokal. Karena itu pemikiran-pemikiran Islam di Indonesia menjadi referensi global.

Dorongan itu menggema pada Penyelenggaraan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2021 yang diglear di Solo. Hal itu sangat mungkin dilakukan karena Indonesia memiliki banyak ahli dalam hal reaktualisasi fikih.

“Kita ingin mengekspor pemikiran-pemikiran Islam yang berada di Indonesia dan pijakannya sangat kuat, kita memiliki ahli-ahli yang memiliki reputasi untuk urusan-urusan reaktualisasi fikih,” ujar Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Prof M Ali Ramdhani, dikutip dari laman Republika.id di sela-sela kegiatan AICIS ke-20 tahun 2021 di Surakarta, Senin (25/10/2021).

Ia menerangkan, selama ini fikih-fikih yang digunakan di Indonesia hasil impor dari luar negeri. Sekarang Kemenag yakin dengan kekuatan intelektual dan pemahaman keagamaan yang baik dari para cendekiawan Muslim, Indonesia juga bisa mengekspor pemikiran Islam.

Ia menerangkan, pemikiran Islam dari Indonesia bukan sekedar untuk menjawab persoalan di dalam negeri saja, tapi juga untuk menjawab isu global. Sebab, pandemi Covid-19 tidak hanya terjadi di Indonesia, karena akibat pandemi terjadi perubahan fikih. Misalnya, fikih pemulasaraan jenazah korban Covid-19 dan lain sebagainya.

Ramdhani berharap melalui AICIS ini terjadi silaturahim. “Kalau ada silaturahim pasti ada pertukaran ilmu dan lain sebagainya, kemudian ada kolaborasi antar berbagai para pakar dari multidisipliner,” ujarnya.

Ia menambahkan, membumikan agama adalah bagian penting dari sebuah pembentukan peradaban. Dialektika yang dibangun itu pada dasarnya untuk membumikan agama, sehingga fikih itu beradaptasi dengan kondisi masyarakat.

Baca Juga:  Kelompok Teroris Manfaatkan Kemenangan Taliban Untuk Propaganda Lewat Dakwah

AICIS ke-20 yang diinisiasi Kementerian Agama (Kemenag) digelar di The Sunan Hotel, Surakarta, Jawa Tengah secara daring dan luring pada 25-28 Oktober 2021. Tahun ini, AICIS mengambil tema “Islam in a Changing Global Context: Rethinking Fiqh Reactualization and Public Policy.”

Dalam forum ini, akan dibahas lebih dari 5.000 paper berisi temuan baru dalam studi Islam. Pembahas dalam AICIS merupakan para akademisi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) serta sejumlah ilmuwan dari Arab Saudi, Iran, Amerika Serikat, Inggris, Turki, Korea Selatan, dan Malaysia.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

KH Cholil Nafis

Masalah Warisan Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah, Ini Jawaban KH Cholil Nafis

Jakarta – Vanessa Angel dan suaminya, Bibi Ardiansyah meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas, beberapa …

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar

Ajakan Tak Digubris Ketua Umum, Rais Aam PBNU Putuskan Gelar Konbes Jelang Muktamar 7 Desember

Jakarta – Suasana jelang pelaksanaan Muktamar ke-34 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin panas. Hal …