kh hasyim muzadi
kh hasyim muzadi

Kiprah KH Hasyim Muzadi di Tingkat Internasional Dakwahkan Islam Rahmatan Lil’alamin

JAKARTA – Almagfurlah KH Hasyim Muzadi merupakan satu sosok Kiai yang istiqomah memperjuangkan nilai-nilai Islam Rahmatan Lil’alamin. Perjuangan itu bukan saja ditanah air namun hingga ke dunia internasional. Maka sosok Kiai Hasyim Muzadi menjadi kiai yang dicintai oleh umat dari berbagai kalangan.

Semasa Kiai Hasyim Muzadi masih hidup, gerak langkahnya selalu tercurahkan demi tertanamnya nilai-nilai Islam Rammatan Lil’alamin, Kiai yang jua pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBNU ini menjadi ikon Islam ramah didunia Internasional melalui gerakan dan pemikiranya.

Dalam Seminar Pra Haul ke-5 KH Hasyim Muzadi, Direktur Institut Hasyim Muzadi, Prof Rochmat Wahab menjelaskan, dalam perjalanan hidupnya Kiai Hasyim sangat konsen untuk mewujudkan Islam rahmatan lil alamin, baik secara internal meupun eksternal.

“Secara ekseternal bagaimana beliau ingin memperjuangkan rahmatan lil alamin itu dirasakan bagi seluruh negara, seperti di Indonesia yang keislamannya sejalan dengan Aswaja,” ujar Prof Rochmat saat sambutan dalam seminar yang digelar secara daring seperti dikutip dari laman republika.co.id pada Jumat (18/3) malam.

Menurut dia, gagasan rahmatan lil alamin tersebut tidak hanya ingin diwujudkan di Indonesia saja, tapi juga di kalangan masyarakat beragama di seluruh dunia. Karena itu, menurut dia, akhirnya Kiai Hasyim mendirikan International Conference of Islamic Scholar (ICIS).

“ICIS ini lah yang diharapkan Pak Hasyim Muzadi menjadi salah satu insitusi yang diharapkan bisa mewujudkan Islam rahmatan lil alamin,” ujar dia.

Prof Rochmat mengatakan, Kiai Hasyim tidak hanya memainkan perannya dalam satu agama, tapi juga antar agama. Menurut dia, hal itu terbukti dalam Konferensi Dunia Agama untuk Perdamaian (World Conference on Religion for Peace/WCRP), yang mana Kiai Hasyim juga menjadi presidennya.

Baca Juga:  Para Da’i IKADI Dukung Deradikalisasi dan Anti-Terorisme Secara Adil dan Transparan

“Islam rahmatan lil alamin memang menjadi respons terhadap apa yang sedang bergejolak. Rahamtan lil alamin merupakan sesuatu yang harus diwujudkankan untuk menciptakan kehidupan yang damai,” kata Prof Rochmat.

Sebagai pembicara seminar, Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad juga mengungkapkan kiprah Kiai Hasyim Muzadi di kancah Internasional. Menurut dia, Kiai Hasyim sudah berperan di dunia Itnernasional sejak menjadi aktivis muda NU.

“Kiprah internasional Pak Hasyim yang saya pahami antara lain, misalnya pernah bersama-sama di Internasional Youth Camp di Mesir pada 1988. Jadi, pada waktu itu beliau menjadi aktivis salah satu ketua PP Pemuda Ansor,” ucap Abdul Aziz.

Dia pun menceritakan pengalamannya bersama Kiai Hasyim saat mengikuti pertemuan pemuda tingkat internasional tersebut. Menurut dia, saat itu ada 126 peserta yang hadir dalam acara tersebut untuk mewakili negaranya masing-masing. Dalam pertemuan itu, kata dia, Kiai Hasyim juga memperlihatkan kemampuannya sebagai pelobi ulung.

“Saya melihat sosok Pak Hasyim adalah sosok aktivis yang menjadi Ketum PBNU dari bawah. Beliau lah sebetulnya hasil dari kaderisasi NU secara berjenjang sampai dua kali terpilih sebagai Ketum,” kata mantan Aktivis PMII ini.

Menurut dia, salah satu legasi dari Kiai Hasyim adalah upaya untuk internasionalisasi moderasi NU melalui pembentukan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU. “Karena itu, kami berharap PCI NU itu dipimpin oleh tokoh yang bsia memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pengembangan moderasi NU,” ujar Abdul Aziz.

Dia pun mengingatkan gagasan penting Kiai Hasyim di kancah internasional. Menurut Abdul Aziz, Kiai Hasyim merupakan seorang ulama yang menghendaki agar paham Islam Aswaja ala An Nahdliyah dapat menjadi sumbangan terhadap dunia internasional. Karena, pada saat itu di dunia internasional diwarnai dengan kekeringan spiritualitas.

Baca Juga:  Syirik menurut Aswaja dan Wahabi (3) : Gara-Gara Salah Konsep, Wahabi Kafirkan Seluruh Umat Islam

“Nah, kekeringan spiritualitas ini lah yang akan diisi oleh Pak Hasyim di tingkat internasional. Mudah-mudahan dengan cara begitu maka Islam dapat memberikan kontribusi yang lebih besar sebagaimana yang diharapkan oleh ajarannya,” jelas dia.

Abdul menambahkan, Kiai Hasyim memandang bahwa Islam rahmatan lil alamin penting untuk disampaikan ke seluruh dunia. Dalam pandangan Kiai Hasyim, kata dia, Islam rahmatan lil alamin ini setidaknya memiliki tiga basis.

Pertama, yaitu ukhuwah, baik ukhuwah islamiyah, ukhuwah wahtaniyah, maupun ukhuwah basyariyah. Kedua, fikrah tawassuthiyah atau pemikiran tengah yang tidak radikal dan tidak liberal. Ketiga, maslahah atau kemaslahatan.

“Saya berharap gagasan Pak Hasyim ini tidak behenti ketika beliau wafat,” kata Abdul Aziz.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

muslim houston amerika serikat rayakan idul fitri dengan menggelar festival

Komunitas Muslim Houston bagikan Makan Gratis Tunawisma

JAKARTA – Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, rahmat yang bukan saja untuk umat Islam namun …

ilustrasi logo nahdlatul ulama

Konbes NU 2022 Lahirkan 19 Peraturan untuk Perkuat Landasan Jam’iyah Optimalisasi Khidmah

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) 2022 …