Demo pembebasan Muslim Uighur di Kedubes China London
Demo pembebasan Muslim Uighur di Kedubes China London

Tuntut Kebebasan Muslim Uighur, Puluhan Pendemo Geruduk Dubes China di London

London – Permasalahan minoritas Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, China, semakin rumit. PBB dan negara-negara barat seperti Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jerman, Belanda, Prancis, dan lain-lain, telah secara tegas menuduh pemerintah telah melakukan genosida terhadap Muslim Uighur. Tapi tuduhan itu dibalas mentah-mentah oleh pemerintah Beijing. China berdalih apa yang dilakukan terhadap Muslim Uighur adalah semata-mata urusan dalam negeri dalam rangka memerangi ekstremisme atas nama agama.

Puluhan orang berunjuk rasa di luar Kedutaan Besar China di London, Inggris pada Sabtu (13/11/2021). Mereka menyerukan kebebasan Muslim Uighur dan memaksa Kedubes menurunkan benderanya.

Protes tersebut diselenggarakan oleh Islam21C, sebuah proyek yang didirikan untuk menyediakan representasi digital bagi Muslim Inggris dengan dukungan dari lebih dari 50 organisasi Muslim. Para pengunjuk rasa turun ke jalan.

Selain itu, media sosial ramai dengan penggunaan tagar #Stand4Uyghurs untuk menuntut penutupan kamp konsentrasi China yang diperkirakan para ahli lebih dari satu juta Muslim telah dipenjara.

“Kami di sini untuk menunjukkan solidaritas sebagai bagian dari umat Muslim dan memenuhi kewajiban Islam terhadap Muslim yang tertindas di China. Kami ingin mengirim pesan kepada para penguasa Muslim di seluruh dunia untuk datang membantu Uighur dan menekan pemerintah China serta mengubah tindakan mereka,” kata salah seorang pengunjuk rasa Shabih Hasan dikutip dari The New Arab via laman republika.co.id, Minggu (15/11/2021),

Pengunjuk rasa lain Mohamed Asif mengatakan ada banyak emosi dan solidaritas yang kuat untuk saudara Muslim Uighur.

Selain di luar kedutaan China, protes juga dilakukan di media sosial. “Senang melihat begitu banyak organisasi Muslim telah bersatu dalam hal ini. Saatnya untuk meningkatkan profil, menyebarkan berita,” kata Aisha dalam cicitannya.

Baca Juga:  Dokumen Rahasia Bocor, Cara China Cuci Otak Muslim Uighur Terungkap

Dalam pernyataan yang dibacakan PBB, Oktober lalu, 43 negara meminta China untuk memastikan penghormatan penuh terhadap aturan hukum bagi Muslim Uighur di Xinjiang. Pernyataan itu memicu kemarahan dari pemerintah China yang telah lama membantah tuduhan pembersihan etnis terhadap Muslim Uighur.

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Pernikahan beda agama

Nikah Beda Agama Disahkan PN Surabaya Preseden Buruk dan Resahkan Umat Islam

Jakarta – Beberapa waktu lalu Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mensahkan pernikahan beda agama yang diajukan …

Holywings

Kata MUI Hollywings Mesti Diadili Biar Kapok

Jakarta – Tempat hiburan malam Holywings harus bertanggung jawab. Bar kaum jetset itu mesti diadili …