4 Langkah Mudah Mendampingi Buah Hati Berlatih Puasa

Bulan Ramadan telah kembali menyapa umat Islam Di bulan ini kita menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya selama satu bulan penuh Puasa pada hakikatnya adalah menahan diri Tidak hanya dari makan dan minum namun juga dari hal hal yang menjauhkan kita dari ridlo Ilahi Secara awam puasa dimaknai sebagai kegiatan menahan diri dari makan minum dan aktifitas seksual dalam kurun waktu tertentu yakni dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya fajar yang ditandai dengan terdengarnya adzan Maghrib Bagi umat muslim yang mengetahui hakikat puasa ibadah puasa bukanlah hal yang sulit Namun bagi anak anak yang belum mengerti tentang keutamaan berpuasa akan terasa sangat berat untuk menjalankannya Lantas bagaimana sebaiknya para orang tua mengajarkan berpuasa pada buah hatinya yang masih kecil sehingga mereka dapat menjalankannya dengan rela dan suka cita Mengenai hal ini ada beberapa cara yang bisa diterapkan Pertama memberikan teladan Teladan adalah metode yang paling ampuh untuk mendidik anak Sebab anak adalah peniru ulung Bisa jadi mereka tidak mengindahkan apa yang orang tua nasihatkan namun mereka pasti meniru apa yang orang tua lakukan Ketika melihat ayah dan ibu tetap semangat menjalankan aktifitas sehari hari sembari berpuasa anak akan melihat puasa bukan sebagai ibadah yang berat namun mudah ditunaikan Kedua melatih mereka berpuasa secara bertahap Ketika anak anak mulai menunjukkan ketertarikan untuk berpuasa orang tua bisa melatih anak anak untuk berpuasa secara bertahap Perlu diingat bahwasannya kewajiban berpuasa ditanggungkan pada muslim yang telah baligh Sehingga bagi anak anak yang belum mencapai masa baligh diperkenankan puasa secara bertahap sebagai sarana pembelajaran Dalam kitab Al Muhadzdzab disampaikan Artinya Adapun anak kecil maka tidak wajib baginya berpuasa karena ada hadis Nabi SAW Kewajiban diangkat dari tiga orang yaitu anak kecil hingga ia balig orang yang tidur hingga bangun orang gila sampai ia sadar Anak kecil berumur tujuh tahun diperintahkan untuk berpuasa apabila ia kuat dan anak yang sudah berumur sepuluh tahun dipukul jika meninggalkan puasa diqiyaskan dengan shalat Al Muhadzzab f Fiqhis Syafi i Beirut Darul Kutub Ilmiyyah juz I halaman 325 Baca juga Hukum Puasa Bagi MusafirMenurut keterangan di atas orang tua bisa mulai mengenalkan anak untuk berpuasa sejak usia 7 tahun Ketika mencapai usia itu anak anak umumnya sudah dapat diajak berdialog dan diberikan pemahaman tentang makna sesungguhnya dari ibadah puasa Ketika dirasa sudah siap anak bisa diajak berpuasa sesuai kadar kemampuannya Jika di bulan Ramadan mereka hanya mampu berpuasa sampai siang maka perkenankanlah berbuka dan dilanjutkan berpuasa hingga Maghrib tiba Hingga mencapai usia 10 tahun jika anak masih enggan diajak berlatih puasa orang tua diperbolehkan memukul Tentunya dengan pukulan yang tidak sampai menyakiti yakni pukulan yang bertujuan untuk mendidik si anak Proses pengenalan ini sedianya dibarengi dengan penanaman pemahaman yang benar agar anak anak memahami bahwa ini adalah sarana pembelajaran Kelak saat mereka telah memasuki masa akil baligh mereka mampu menjalankan puasa sesuai dengan ketentuan syari at Islam yakni berpuasa dari shubuh hingga adzan maghrib berkumandang Ketiga mengalihkan perhatian si anak ketika lapar Dalam salah satu hadits Nabi riwayat Imam Bukhori disebutkan Artinya Dari Rubayyi binti Mu awwidz ia berkata bahwa suatu pagi di hari Asyura Nabi SAW mengutus seseorang mendatangi salah satu kampung penduduk Ansor untuk menyampaikan pesan Barangsiapa yang pagi hari telah makan maka hendaknya ia puasa hingga Magrib dan siapa yang pagi ini berpuasa maka lanjutkan puasanya Rubayyi berkata kemudian kami mengajak anak anak untuk berpuasa kami buatkan bagi mereka mainan dari kain Jika mereka menangis maka kami beri mainan itu begitu seterusnya sampai datang waktu berbuka Kita bisa meniru apa yang dilakukan Sahabat Rubayyi kepada anak anaknya dalam mendidik mereka berpuasa Saat anak merengek minta berbuka sebaiknya alihkan perhatiannya dengan hal yang disukainya Membacakan buku cerita atau bermain bersama dapat mengalihkan perhatian mereka dari rasa lapar hingga waktu berbuka tiba Keempat memberikan apresiasi ketika anak berhasil melaksanakan puasa Pujian diperlukan untuk mengapresiasi upaya yang telah dilakukan anak dalam berlatih puasa Selain meningkatkan kepercayaan diri apresiasi yang tulus juga akan menambah semangat untuk berpuasa keesokan harinya Namun dalam memberikan apresiasi sebaiknya menghindari hal hal yang bersifat matrealis Misalnya menjanjikan anak dengan uang atau baju atau mainan baru jika berhasil menjalankan puasa Hal ini dihawatirkan dapat membelokkan niat anak dalam berlatih puasa Cukup dengan kalimat yang membangun yang berorientasi pada proses Misalnya Alhamdulillah kamu berhasil menjalankan puasa hari ini Ayah dan Ibu senang melihat kamu berusaha Meski lapar dan haus kamu tetap bertahan hingga waktu berbuka tiba Usaha yang bagus Nak Kalimat pujian yang berorientasi pada proses dapat menstimulus anak untuk mengupayakan yang lebih baik pada puasa hari berikutnya Itulah empat hal yang bisa dilakukan dalam mendampingi dan mendidik buah hati belatih puasa Sebagaimana ibadah lainnya ibadah puasa juga perlu dilatih sejak kecil Insya Alloh dengan tatacara yang baik anak anak akan dapat menjalani puasa dengan penuh rela dan sukacita Thoyibatun NuroniyahAlumni ITS dan PP Roudlotun Nasyiin Mojokerto

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Susahnya Mendapat Rezeki karena Dosa

About Islam Kaffah

Check Also

duduk di kuburan

Saat Ziarah, Bolehkah Duduk di Kuburan?

Meskipun arus puritanisasi  mengklaim ziarah kubur adalah ritual bid’ah, tapi tidak banyak muslim nusantara yang …

shalat ghaib korban bencana

Shalat Ghaib untuk Korban Bencana

Pada tanggal 4 Desember 2021 telah terjadi peningkatan aktifitas vulkanik di gunung semeru. Hal itu …