Di antara nasihat berharga dari Syaikh Ali Al-Ajhuri r.a., sebagaimana tercantum dalam kitab Khulashotil Abror, disebutkan bahwa ada amalan khusus yang dapat dilakukan pada Jumat terakhir di bulan Rajab. Dalam kitab tersebut dikatakan:
“Barang siapa pada Jumat terakhir bulan Rajab, saat khatib sedang berada di atas mimbar, membaca kalimat ‘Ahmadu Rasulullah, Muhammadun Rasulullah’ sebanyak 35 kali, maka selama setahun penuh ia tidak akan pernah kekurangan rezeki.”
Pernyataan ini juga diperkuat dalam kitab Kanzun Najah Was Surur, yang menegaskan bahwa amalan ini menjadi salah satu cara untuk memperoleh keberkahan rezeki. Namun, pertanyaan muncul: bagaimana cara membaca kalimat ini saat khatib sedang berada di atas mimbar, sementara jamaah diwajibkan mendengarkan khutbah dengan khusyuk?
Penjelasan Cara Membaca
Dalam penjelasan para ulama, tidak disyaratkan bahwa kalimat tersebut harus dibaca secara lisan. Cukup dengan menghadirkan bacaan tersebut di dalam hati, amalan ini sudah dapat dilakukan. Selain itu, ada beberapa waktu alternatif untuk membaca kalimat ini:
- Ketika khatib duduk di atas mimbar sebelum memulai khutbah.
- Saat khatib berada di antara dua khutbah.
- Di waktu doa atau ketika khatib sedang mengucapkan shalawat dan taradhdhi untuk para sahabat.
Hal ini dikarenakan kewajiban mendengarkan khutbah (al-insat) hanya berlaku ketika rukun-rukun khutbah sedang disampaikan, bukan pada seluruh rangkaian khutbah secara keseluruhan.
Makna dan Hikmah Amalan
Amalan ini mengandung harapan keberkahan dalam rezeki selama setahun penuh. Bukan hanya sebatas bacaan, amalan ini juga mengajarkan pentingnya menghadirkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dalam hati. Dengan menghadirkan nama Rasulullah, kita diingatkan untuk senantiasa bersandar kepada Allah dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam urusan rezeki.
Semoga amalan ini menjadi salah satu jalan bagi kita untuk mendapatkan keberkahan dan kecukupan dalam hidup, sekaligus meningkatkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Wallahu a’lam bish-shawab.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah