Iran vs Israel copy

Jangankan Iran-Syiah, Golongan Non Muslim yang Bela Palestina Pun Harus Didukung untuk Menghancurkan Zionis : Catatan buat Felix Siauw

Mendadak netizen dibuat geram oleh pernyataan mantan aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Felix Siauw yang menyatakan tidak perlu simpati pada Iran yang menyerang Israel. Menurutnya, serangan Iran, ya karena mereka diserang duluan. Begitulah komentarnya.

Lebih jauh, Felix membahas di luar konteks yang menurutnya penting. Iran adalah Syiah yang bukan bagian dari Islam karena secara akidah berbeda. Karena perbedaan inilah kepentingan Iran sebenarnya bukan untuk membela umat Islam dan Palestina.

Tidak berhenti di situ, Felix yang sering mengklaim paling paham sejarah Islam ini, mulai menelusuri secara historis. Iran, menurutnya, tidak lain kelanjutan dari rezim Persia masa lalu, penyembah api (Majusi). Bahkan rezim Iran-dulu-pernah bergandengan mesra dengan Amerika dan Israel.

Intinya, si Felix hendak mengungkap berbagai kekurangan-untuk tidak mengatakan kejelekan-Iran agar umat Islam tidak simpati dengan Iran. Ya, karena Iran itu Syiah berbeda dari umat Islam. Apalagi Iran sebenarnya penerus penguasa Majusi dan pernah bergandengan mesra dengan Amerika-Israel.

Begini! Penjelasan Felix ini sebenarnya lebih didasari politik sekterian Syiah-Sunni. Sehingga ia alfa membaca keterlibatan Iran secara langsung maupun tidak langsung dalam melawan Israel di Palestina, khususnya Jalur Gaza.

Berdirinya Republik Islam Iran sebenarnya bentuk revolusi paling penting dalam sejarah Islam dan Timur Tengah yang menandai perlawanan kuat mereka terhadap hegemoni Amerika di Kawasan. Sementara berbagai negara Islam Arab dengan mayoritas Sunni bekerjasama dengan Amerika dan ada pula Israel, Iran adalah negara yang konsisten menolak tunduk pada Amerika dan konsisten melawan Israel.

Sebenarnya bukan persoalan apakah Iran itu adalah Syiah atau aliran apapun, yang penting apakah negara tersebut membela Palestina. Banyak tokoh non muslim dan negara bukan Islam juga membela Palestina. Bukan persoalan latar belakangnya, tetapi kemauan untuk terus secara konsisten membela Palestina di saat negara Kawasan Timur Tengah memilih bungkam dan bergandengan tangan dengan Amerika.

Ini bukan pembelaan terhadap Iran, apalagi nantinya bakalan dituduh Syiah. Tetapi ini tentang situasi besar bagaimana menyelematkan Palestina dari zionis yang serakah. Mau agama apapun dan aliran apapun, melawan zionis harus tetap didukung.

Kesalahan fatal Felix dengan menyinggung Iran masa lalu bergandengan dengan Amerika dan Israel adalah melupakan momentum revolusi Iran yang merubah tatanan politik baru. Mengatakan rezim kali ini kelanjutan Majusi, membantu Kuil Sulaiman, menjalin hubungan erat dengan Zionis di era Pahlevi merupakan kesalahan baca sejarah yang paling fatal untuk sekelas orang yang mengklaim paling memahami sejarah Islam.

Yang lebih berbahaya adalah bagaimana Felix memakai narasi Israel dan Amerika yang tidak suka terhadap Iran dan ingin menggulingkan rezim mullah saat ini. Jika Felix memahami perang proxy seperti yang diutarakannya, jangan-jangan ia tidak sadar menjadi proxy Israel dan Amerika.

Jika Felix sedang berdendang dengan narasinya untuk mengajak tidak simpati terhadap Iran dan mungkin mendukung putra Pahlevi yang sekarang berada di pengasingan Amerika yang menyerukan kudeta Iran, bisa jadi Iran akan kembali pada mode lama yang bergandengan dengan Israel. Mungkin Felix ingin rezim sunni di Iran, tetapi yang dekat dengan Amerika? Bukan Rezim Syiah yang secara konsisten menentang Amerika. Pilihan tentu ada di Felix.

Entahlah, hanya Felix yang memahami kemana alurnya. Karena hanya Felix-sebagaimana klaimnya-orang yang paling tahu sejarah Islam karena pernah mengunjungi secara langsung situs-situs Islam di Timur Tengah. Sangat beruntung beliau.

Mungkin hanya Felix  di antara umat Islam yang dapat berkunjung ke sana dan memahami sejarah peradaban Islam paling otoritatif, apalagi berbicara Turki Ustmani dan kebangkitan khilafah. Felix lah yang paling otoritatif dan paling getol, walaupun sekarang sedang mode hibernasi.

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

Menag Nasaruddin Umar di peringatan Isra Miraj Kenegaraan 2026 copy

Isra  Mi’raj Kenegaraan Momentum Penguatan Pesan Keagamaan Berpadu dengan Kepedulian Lingkungan

Jakarta — Peringatan Isra Mi’raj Kenegaraan yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (15/1/2026) malam, …

sekjen mui anwar abbas  200108191407 353

MUI: Hiburan Biduan Usai Isra Mi’raj di Banyuwangi Tak Hormati Nilai-Nilai Keagamaan

Jakarta — Aksi hiburan biduan yang digelar di panggung peringatan Isra Mi’raj di Banyuwangi, Jawa …