Dilansir dari laman republika.co.id Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan mengajak komunitas halal Indonesia untuk menjadi teladan di tengah masyarakat dalam menjaga persatuan bangsa, sekaligus meningkatkan kinerjanya dalam mendampingi pelaku usaha memperoleh sertifikasi halal.
Menurut pria yang akrab dipanggil Babe Haikal ini, peran komunitas halal dalam merawat persatuan dan kesatuan bangsa sangatlah penting agar ekosistem halal nasional tetap kondusif dan terus produktif.
“Kita harus menjaga iklim usaha para pegiat usaha mikro kecil, menengah, besar yang telah kita bantu sertifikat halal itu, kita memiliki kewajiban moral untuk itu,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika pada Selasa (2/9/2025).
Karena itu, ia mengajak khususnya kepada para Pendamping Proses Produk Halal agar turut aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Ikut menenangkan situasi, ikut mengademkan suasana, sehingga tercipta iklim yang kondusif, bagi ekosistem halal kita terutama bagi para pegiat usaha mikro kecil kita di seluruh Tanah Air,” ucapnya.
Menurut Babe Haikal, ekosistem layanan sertifikasi halal saat ini diperkuat dengan adanya ratusan ribu SDM halal. Di antaranya, terdapat 99.633 orang Pendamping Proses Produk Halal (P3H) yang berada di bawah 323 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H).
Terdapat pula 1.669l8 auditor halal di bawah 107 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) baik pratama maupun utama. Ada juga 92 Lembaga Halal Luar Negeri (LHLN). Dalam memastikan proses produk halal, pelaku usaha juga dibantu oleh 20.392 orang penyelia halal.
“Selain itu masih ada juga juru sembelih halal, chef halal, akademisi dan pakar halal dan lain sebagainya. Mari kita gerakkan ekosistem halal kita dalam menjaga persatuan bangsa, demi kemajuan dan kesejahteraan bersama,” katanya.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berkomitmen untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), salah satunya melalui program pelatihan sertifikasi halal, sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Program pelatihan sertifikasi halal BCA ditargetkan dapat memfasilitasi penerbitan 2.000 sertifikat halal bagi UMKM pada tahun 2025, dari sebelumnya telah memfasilitasi penerbitan 3.000 sertifikat halal pada 2024.
Terbaru, pelatihan sertifikasi halal diselenggarakan pada awal Agustus 2025 di Kota Batam, Kepulauan Riau, dengan sekitar 300 UMKM turut berpartisipasi dalam kegiatan.
Dalam program, ratusan pelaku usaha menerima pendampingan untuk memenuhi standar halal, dukungan penerbitan sertifikat halal gratis, serta pelatihan peningkatan kualitas produk dan pasar untuk memperkuat bisnis.
Melalui program ini, pelaku usaha asal Pontianak, Kalimantan Barat, Welly Kent Sent (31) mengatakan banyak pelaku UMKM belum memahami tata cara dan prosedur mengurus sertifikat halal.
Welly merupakan pemilik UMKM bernama Kaloci PTK, yang bergerak di sektor makanan dan menjual kaloci atau jajanan tradisional khas Pontianak yang mirip mochi dan terbuat dari tepung ketan.
Menurutnya, BCA telah membantu proses sertifikasi halal Kaloci PTK dan pelaku UMKM lainnya, dengan proses pengurusan sertifikat halal berjalan secara cepat dan gratis.
“Dari situ, dampak yang kami rasakan setelah produk kami ini sudah memiliki sertifikat halal adalah jadi lebih percaya diri,” kata Welly.
Berkat sertifikat halal yang dikantongi, Ia mengatakan terdapat peningkatan penjualan hingga 11 persen secara tahunan pada Kaloci PTK
“Sertifikat halal bisa membantu kami melangkah lebih jauh di pasar masyarakat Indonesia, terutama ke teman-teman muslim, sehingga produk kami bisa dirasakan dan dinikmati secara nyaman, tenang, oleh masyarakat,” ujar Welly.
Program ini juga dirasakan oleh Pengusaha Cold Pressed Juice Tibumi dari Padang, Sumatera Barat, Anita Vemilia (41), yang mengatakan pendapatannya meningkat 10 kali lipat semenjak mengikuti program sertifikasi halal tersebut.
Selain itu, program juga mengembangkan ide bisnisnya hingga urusan kemasan (packaging), sehingga produknya bisa dipasarkan di sejumlah warung dan minimarket lokal.
“Sekarang semenjak tampilannya cantik, (produk Tibumi) sudah masuk ke mana-mana. Alhamdulillah, sebulan omzet sudah lebih Rp10 juta,” kata Anita.
Kaloci PTK dan Cold Pressed Juice Tibumi menjadi dua dari beberapa UMKM yang telah mendapatkan sertifikat halal atas dukungan program Bakti BCA. Sesuai peraturan perundang-undangan, dokumen sertifikasi halal wajib dimiliki seluruh pelaku UMKM selambatnya Oktober 2026.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah