Ponpes Lirboyo

Kisruh Internal PBNU, Ponpes Lirboyo Siap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Ulama NU

Kediri — Pondok Pesantren Lirboyo menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah pertemuan para ulama Nahdlatul Ulama (NU) untuk merespons dinamika yang tengah berkembang di internal PBNU. Kesediaan tersebut disampaikan melalui juru bicara pesantren, KH Oing Abdul Muid (Gus Muid), mewakili jajaran pengasuh.

Gus Muid menyebut inisiatif forum itu telah mendapat restu dari dua Pengasuh Utama Lirboyo, KH Anwar Manshur dan KH Kafabihi Mahrus.

“Inisiatif pertemuan ini sudah diketahui dan disetujui oleh KH Anwar Manshur serta KH Kafabihi Mahrus,” ujarnya pada Senin (24/11), dikutip dari CNN Indonesia.

Menurutnya, Lirboyo bersedia menjadi tempat pertemuan apabila kedua pihak yang bersinggungan dengan polemik internal PBNU hadir, dan dialog difasilitasi oleh para kiai sepuh untuk menjaga suasana tetap teduh.

“Sedoyo prihatin kaliyan kahanan NU sak meniko (semua prihatin dengan kondisi NU saat ini),” tuturnya.

Forum yang direncanakan ini diharapkan menjadi ruang menata kembali hubungan antar tokoh, menumbuhkan keteduhan, dan memperkuat komitmen menjaga kehormatan organisasi.

Sebelumnya, beredar risalah rapat harian Syuriah PBNU yang menyebut Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf diminta mengundurkan diri dalam waktu tiga hari setelah menerima risalah tersebut. Jika tidak, rapat Syuriah memutuskan pemberhentiannya.

Dokumen yang ditandatangani Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar itu disebut diputuskan dalam rapat di Hotel Aston City Jakarta, 20 November 2025, yang dihadiri 37 pengurus harian Syuriah. Desakan tersebut terkait undangan narasumber yang dianggap bertentangan dengan prinsip Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah.

Namun, dinamika berkembang setelah PBNU menggelar Silaturahim Alim Ulama pada Minggu (23/11) malam. Dalam pertemuan tersebut, para kiai menyepakati bahwa kepengurusan PBNU tetap berjalan hingga akhir periode, tanpa pemakzulan maupun pengunduran diri.

Katib Aam PBNU, Ahmad Said Asrori, menyampaikan ada tiga kesepakatan utama: Para kiai sepakat perlunya silaturahim yang lebih besar untuk membahas persoalan secara menyeluruh. Kepengurusan PBNU disepakati untuk menuntaskan masa jabatan hingga muktamar tahun depan. Semua pihak diminta melakukan tafakur demi kepentingan bersama dan ketenangan organisasi.

“Tidak ada pengunduran diri dan tidak ada pemaksaan. Pengurus harian PBNU, dari Rais Aam sampai Ketua Umum dan jajarannya, tetap bekerja sampai muktamar mendatang,” tegas Said.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

malam nisfu sya'ban

Sya’ban: Bulan yang Dilupakan, Padahal Penentu Kualitas Ramadan

anpa banyak disadari, kita kembali berjumpa dengan bulan Sya’ban—bulan kedelapan dalam kalender Hijriah—yang menandai bahwa …

alissa wahid 1768960248350

Alissa Wahid : Petugas Haji Indonesia Salah Satu yang Terbaik

Jakarta – Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid menilai petugas haji Indonesia selama ini dikenal …