Jakarta Indonesia adalah negara yang didirikan oleh beragam tokoh dari berbagai lintas agama dan golongan Meski dari berbagai perbedaan namun para pendiri bangsa memiliki visi yang sama yaitu kesatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI Penegasan itu disampaikan mantan sekretaris pribadi pahlawan nasional Mohammad Natsir Lukman Hakiem di sela sela Sarasehan Peran Umat Islam dalam Mempelopori Mendirikan Mengawal dan Membela NKRI di kantor MUI Jakarta Senin 1 4 2019 Dikutip dari laman republika co id mengungkapkan belakangan ini mulai ada tendesi untuk membenturkan antara ideologi nasionalisme dan Islam Padahal keduanya terbukti berjalan seiringan dalam sejarah bangsa ini Dikotomi yang memisahkan antara Islam dan nasionalisme harus diakhiri Jangan beranggapan orang Islam tidak nasionalis Demikian pula jangan menilai orang yang nasionalis tidak islami Dulu waktu mendirikan Negara Indonesia NKRI ini membangun negara ini semua berpartisipasi papar Lukman Hakiem Baca juga Agama dan Negara Tak Bisa DipisahkanDia menekankan Indonesia dibangun atas kesadaran bersama untuk bersatu Salah satu buktinya ialah momentum meleburnya negara negara bagian bentukan Belanda di Republik Indonesia Serikat ke dalam RI Mosi yang diinisiasi politikus Muslim Mohammad Natsir itu disahkan pada 3 April 1950 Untuk mengenang momentum itu MUI pada hari ini membahas perlunya tanggal tersebut diperingati sebagai Hari NKRI Sebelumnya dalam acara sarasehan tersebut Lukman memaparkan peran Natsir dalam menyatukan kembali Indonesia yang terpecah belah akibat politik politikus Belanda Van Mook Negara negara bagian itu terbentuk sebelum Indonesia menerima pengakuan kedaulatan dari Belanda pada Desember 1949 Menurut Lukman tanggal 3 April pantas diperingati sebagai Hari NKRI Tujuannya antara lain supaya generasi muda dapat menghargai perjuangan yang dilakukan para tokoh nasionalis Islam dan nasionalis sekuler dalam memelihara keutuhan negeri ini Bagi Lukman Mosi Integral Natsir masih belum mengemuka dalam buku buku sejarah nasional Bahkan dia berpandangan kurikulum sejarah di sekolah sekolah belum maksimal dalam mendorong para murid untuk mengenal dan mempelajari terbentuknya NKRI Selain itu Lukman melihat banyak hal yang dapat ditiru dari sosok Natsir serta para politikus Muslim zaman itu Misalnya mereka terkenal kritis terhadap kekuasaan dan upaya pecah belah Tokoh tokoh ini tokoh yang kritis bukan benci kekuasaan tapi mereka ini kritis jadi kalau yang tidak benar dikritik yang benar didukung ujarnya Usai acara sarasehan tersebut untuk menghormati peran tokoh dan umat Islam dalam proses pembentukan NKRI maka MUI akan membahas peringatan Hari NKRI yang nanti diajukan ke pemerintah
Check Also
Saat Ziarah, Bolehkah Duduk di Kuburan?
Meskipun arus puritanisasi mengklaim ziarah kubur adalah ritual bid’ah, tapi tidak banyak muslim nusantara yang …
Shalat Ghaib untuk Korban Bencana
Pada tanggal 4 Desember 2021 telah terjadi peningkatan aktifitas vulkanik di gunung semeru. Hal itu …
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah