ketua pcnu jember didenda juta
ketua pcnu jember didenda juta

Abai Prokes, Ketua PCNU Jember Didenda 10 Juta, Gelar Akad Nikah Timbulkan Kerumunan

Jember – Pemerintah Kabupaten Jember tidak pandang bulu dalam menerapkan kebijakan PPKM Level 4. Dalam sala satu point menyebutkan tidak boleh menggelar resepsi pernihakan untuk sementara. Oleh karena itulah Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember tetap mendapatkan sanksi ketika menggelar hajatan pernihakan.

Dalam resepsi yang sempat beredar melalui aplikasi pesan tersebut, terlihat kerumunan warga yang tidak menerapkan prokes, sehingga tim satgas setelah melakukan penyelidikan memberikan sanksi denda kepada yang punya hajat.

Ketua PCNU Jember Abdullah Syamsul Arifin akhirnya didenda Rp 10 juta karena melanggar penerapan PPKM Level 4 di Jember. Pria yang karib disapa Gus Aab itu menggelar akad nikah putrinya yang mengabaikan prokes yakni menimbulkan kerumunan.

“Terus terang dari keputusan itu sudah jelas, denda Rp 10 juta atau kurungan 15 hari,” kata Bupati Jember Hendy Siswanto, seperti dikutip dari laman detikcom. Minggu (1/8/2021).

Menurut Hendy, akad nikah tersebut terjadi pada 28 Juli 2021. Lokasinya di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Arifin Dusun Krajan, Desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsalsari.

“Tanggal 28 Juli 2021, di Ponpes Darul Arifin ada pernikahan yang tidak mengikuti prokes. Tanggal 29 kita cek bersama TNI – Polri, dan dilakukan penyelidikan,” kata Hendy.

Rekaman video acara akad nikah itu juga sempat beredar di medsos dan sejumlah grup WA.

Juru bicara Gus Aab, Taufik mengakui adanya acara akad nikah tersebut. Pihaknya juga menyatakan menerima atas sanksi yang diberikan.

“Kami menerima atas sanksi itu, kita juga minta maaf ke masyarakat,” katanya.

Dia menjelaskan, acara itu hanyalah akad nikah dan walimahan. Bukan sebuah resepsi pernikahan.

“Dan itu sudah tertunda beberapa kali, harusnya tanggal 11 (Juli), kemudian ditunda tanggal 22. Dan ditunda lagi, sampai akhirnya dilaksanakan tanggal 28 itu,” terangnya.

Baca Juga:  Lawan Wabah Covid-19 dan Radikalisme, Kuncinya Solidaritas Antar Sesama

“Kita ini kan menentukan tanggal akad nikah ada hitungannya. Dan sudah diundur-diundur. Sampai toleransinya tanggal 28 itu,” sambung Taufik.

Kendati demikian, pihaknya tetap meminta maaf. Dan berharap tidak terjadi di masyarakat lainnya. “Kami tetap imbau masyarakat untuk mematuhi prokes sesuai aturan dalam PPKM level 4,” tandasnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Dr KH Adnan Anwar

Membangun Kebanggaan Nasional untuk Lawan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme

Jakarta – Semangat nasionalisme pada Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) menandakan rumusan identitas kebangsaan yang tidak …

uas ditolak masuk singapura berikut hal yang diketahui sejauh ini

Ormas Perisai Pendukung UAS Demo Kedubes Singapura Siang Ini

Jakarta – Penolakan Pemerintah Singapura terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) yang hendak memasuki wilayah Singapura …