Jakarta – Perlakuan Pemerintah China yang melakukan penahanan massal dan melucuti hak-hak minoritas Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang di kamp-kamp konsentrasi yang disebut China sebagai kamp reedukasi, telah  menimbulkan kecaman dari berbagai negara anggota Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kelompok-kelompok  hak asasi manusia (HAM) dunia. Meski China terus mengelak adanya kamp-kamp tersebut, namun bocornya dokumen rahasia tentang perlakukan China terhadap Muslim Uighur, semakin menguatkan kecaman dan kritikan terhadap Pemerintah Beijing.

Hal itu pula yang mendasari seorang Anak Baru Gede (ABG) putri asal Amerika Serikat (AS) Ferroza Aziz. Ia membuat kontroversi setelah menyampaikan kritiknya terhadap pemerintah China. Hal tersebut diungkapkannya melalui sebuah tutorial makeup yang diunggah di platform video TikTok. Ia menyampaikan kekesalannya sekaligus menyebarkan kesadaran atas perlakuan pemerintah China terhadap umat Islam di sana. Akibat video itu, TikTok men-suspend akun Ferrora.

Ferorra mengunggah video tutorial makeup  melalui akun TikTok @getmefamouspartthree. Melalui beberapa video, ia menggunakan video tersebut untuk mengutarakan kritik terhadap perlakuan pemerintah terhadap umat Islam di China. Seperti diketahui bahwa banyak muslim ditahan di kamp untuk di-re-edukasi. Ferrora pun menyebutkannya sebagai ‘Holocaust lain’.

Dalam video, Ferrora tersebut awalnya berbicara mengenai tips kecantikan. Tapi kemudian Ferrora mulai meminta agar para penontonnya mencari tahu apa yang terjadi pada umat muslim di China. Menurutnya, muslim di sana telah dipisahkan dari keluarga, diculik, dibunuh, dipaksa untuk makan babi, dan lain-lain.

“Hai semuanya, aku akan mengajarkan kalian caranya melentikkan bulu mata. Hal pertama yang perlu kalian lakukan adalah ambil pelentik bulu mata dan lentikkan bulu mata tentunya lalu kamu turunkan lalu gunakan ponselmu yang kamu gunakan sekarang untuk mencari tahu apa yang terjadi pada orang muslim di China bagaimana mereka menahan muslim tak bersalah di kamp, memisahkan mereka dari keluarga masing-masing, menculik mereka, membunuh mereka, memerkosa mereka, memaksa mereka makan babi, memaksa mereka untuk minum (alkohol),” ucap Ferrora dikutip dari laman aboutislam.net.

“Memaksa mereka pindah agama kalau tidak mereka akan tentunya dibunuh, orang pergi kamp konsentrasi itu supaya bisa tetap hidup. Ini adalah Holocaust lain tapi tidak ada orang yang membicarakannya. Tolong ketahui ini, tolong sebarkan kesadaran, dan lalu ambil pelentik bulu matamu lagi…,” ungkap Ferrora dalam salah satu video yang viral di Twitter.

Ferrora mengunggah tiga video selama dua hari yang telah ditonton lebih dari 1,4 juta kali dan disukai hampir 500.000 kali. Video tersebut juga diunggah ke Twitter oleh pengguna TikTok lain dan telah ditonton lima juta kali. Selain Twitter, video tersebut telah diunggah di YouTube dan Instagram.

Tak lama kemudianFerrora mengungkap bahwa akunnya telah di-suspend.Tapi TikTok mengatakan bahwa akun Ferrora di-suspend karena pernah mengunggah foto Osama bin Laden. Setelahnya, barulah ia mengunggah video mengenai umat muslim di China. Namun TikTok kini telah mencabut suspend tersebut dan mengungkap permintaan maaf.