Abu Bakar As-Siddiq dan Kisah Menjaga Amanah Kepemimpinan

Wahai Manusia sesungguhnya aku telah dilantik memimpin kamu dan bukanlah aku yang terbaik di kalangan kamu Sekiranya aku berbuat baik maka taatilah aku Sekiranya aku berbuat keburukan luruskanlah aku Kebenaran itu amanah dan dusta itu khianat Petika pidato Abu Bakar As Siddiq setelah dibai at sebagai khalifah ini menjadi sangat penting dihadirkan kembali untuk menggugah hati nurani dalam menjaga amanah kepemimpinan Walaupun saat itu merupakan tokoh paling disegani Abu Bakar sama sekali tak merasa sebagai yang terbaik Abu Bakar sangat sadar kalau menjadi pemimpin harus berada di tengah tengah al wasath jangan sampai merasa angkuh dan superior juga jangan merasa lemah dan inferior Abu Bakar tak mau warga negara terpecah karena perselisihan penentuan khalifah sempat berjalan alot Kaum anshor dan kaum muhajirin selisih pendapat terkait pemimpin pasca wafatnya Rasulullah Politik tengah tengah yang dijalankan Abu Bakar terbukti efektif dalam mengharmoniskan kembali selisih pendapat Diplomasi politik Abu Bakar sangat tepat ketika ia mengatakan Sekiranya aku berbuat baik maka taatilah aku Sekiranya aku berbuat keburukan bluruskanlah aku Statemen politik Abu Bakar ini mampu mencairkan suhu politik yang sangat panas saat itu Tokoh tokoh Anshor dan Muhajirin kembali saling bertegur sapa dan bekerjasama untuk membangun negara Sekat sekat golongan melebur dalam kesatuan kebangsaan sebagai warga negara Semua menjalankan tugas kewargaan untuk menciptakan peradaban Warisan Rasulullah dijadikan pegangan untuk memutuskan problem kebangsaan dan kenegaraan Baca Juga Operasi Siyaful Bahri Kisah Gerilya Gurun Pasir ala Nabi MuhammadDalam kondisi demikian statemen politik Abu Bakar kembali tepat sasaran Kebenaran itu amanah dan dusta itu khianat Abu Bakar tak mau negara dibangun dalam dusta Warga negara harus menegakkan amanah bersama sama menegakkan kebenaran sebagai amanah tertinggi Kebenaran tidak memihak tetapi universal Siapapun yang membangkang dengan kebenaran maka menjadi musuh negara musuh bersama Abu Bakar sangat teguh memegang prinsip baginya dusta adalah khianat Ketika ada warga negara yang membangkang membayar zakat Abu Bakar sangat tegas memeranginya Tak ada toleransi bagi para pembangkang kebenaran Diplomasi politik ala Abu Bakar ini menjadi pelajaran penting bagi Joko Widodo dan yang lainnya Jokowi harus teguh menegakkan amanah memegang teguh prinsip dan kebenaran dan tegas bagi para pengkhianat negara Kejatuhan NegaraAda dua pilihan bagi pemimpin dalam mengelola pemerintahannya negara makin maju atau negara menuju kejatuhan Semua pasti akan menjanjikan negara yang maju dan bermartabat Tetapi sejarah kekuasaan di dunia justru berkata lain di akhir kekuasaan rezim politik negara seringkali merangkak menuju kejatuhan Lahirlah kemudian teori negara lemah negara amburadul dan negara gagal Dalam konteks ini Abu Bakar bisa menjawabnya Dalam pernyataan politiknya ia mengatakan Tidak ada suatu kaum yang meninggalkan jihad melainkan Allah akan menjatuhkan mereka dalam kehinaan Tidak akan berlangsung kemungkaran yang leluasa di dalam suatu kaum melainkan Allah akan menurunkan bala kepada mereka seluruhnya Kunci mewaspadai negara gagal atau kejatuhan negara adalah menegakkan jihad Makna jihad di sini bukanlah perang Jihad ini di sini bermakna mencurahkan semua potensi warga negara untuk menggapai kebahagiaan dan kesejahteraan Semua itu diniatkan untuk meraih ridho Allah SWT Karena berniat dan mengucapkan nama Allah jihad menjadi kunci keberhasilan Nabi Muhammad dan para sahabatnya dalam membangun Madinah sebagai negara modern bahkan terlalu modern untuk ukuran sosiologis dan antropologis manusia saat itu Kunci bernama jihad inilah yang sekarang ini justru banyak disalahtafsirkan Bangsa Barat sendiri sekarang ini maju pesat karena menggelorakan etos jihad Sriwijaya dan Majapahit mampu mengukir sejarah besar dalam peradaban dunia karena menggerakkan etos jihad bagi warga negaranya Tafsir jihad yang disimplifikasikan dalam teror dan terorisme harus diluruskan sebagai etos warga negara dalam membangun dan memajukan negara Negara yang tak dibangun dalam etos jihad seringkali leluasa dalam menebarkan kerusakan dan kemaksiatan Suburnya korupsi adalah bukti nyata hilangnya etos jihad Hukum alam bicara negara tanpa etos jihad akan runtuh Disinilah tepat yang dikatakan Abu Bakar Tidak akan berlangsung kemungkaran yang leluasa di dalam sesuatu kaum melainkan Allah akan menurunkan bala kepada mereka seluruhnya Muhammadun Takmir Masjid Azzahrotun Wonocatur Banguntapan Bantul

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Setelah di London, Demo Bela Muslim Uighur Juga Digelar di New York

About Islam Kaffah

Check Also

shalat ghaib korban bencana

Shalat Ghaib untuk Korban Bencana

Pada tanggal 4 Desember 2021 telah terjadi peningkatan aktifitas vulkanik di gunung semeru. Hal itu …

amarah

Amarah yang Merusak dan Tips Menyembuhkan

Marah merupakan salah satu perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Orang yang tak …