200510142704 190

Alami Trauma, Warga Palestina Antisipasi Lebih Banyak Konflik dengan Israel di Bulan Suci

RAMALLAH – Ramadhan akan hadir sebentar lagi, kegembiraan nan penuh suka cita menyelimuti umat muslim di seluruh dunia. Di Palestina trauma atas penyerangan tentara Israel di Masjid Al-Aqsa yang terjadi pada Ramadhan masih membekas sehingga semua warga bersiap menghadapi intimidasi di seperti tahun sebelumnya.

Di beberapa penjara Israel, warga Palestina yang dipenjara mengancam akan melakukan pemogokan makan yang menyebabkan ketegangan semakin meningkat dan menjadikan pihak Israel semakin refresif.

Ditambah juga serangan pasukan pertahanan Israel (IDF) ke kota-kota Palestina, desa-desa dan kamp-kamp pengungsi hingga ancaman pengusiran keluarga dari lingkungan Sheikh Jarrah (Shimon Hatzadik). Beberapa aktivis mengatakan mereka berusaha membawa masalah Palestina kembali ke fokus dunia setelah perang Rusia-Ukraina.

“Kami ingin memastikan bahwa dunia tidak melupakan Palestina,” kata seorang aktivis dari Yerusalem Timut dilansir dari The Jerusalem Post dan ihram.co.id Ahad (6/3/2022).

“Pada tahun lalu, kami berhasil menarik banyak perhatian karena perang Gaza dan protes di Sheikh Jarrah,”tambahnya.

Ramadhan tahun ini datang di tengah meningkatnya tuduhan bahwa Israel meningkatkan tindakannya untuk memeras penduduk Arab di Yerusalem keluar dari kota. Otoritas Palestina dan beberapa faksi Palestina terus berbicara tentang

“skema Israel untuk melakukan pembersihan etnis” terhadap orang-orang Arab di Yerusalem.

Selain itu, mereka terus berbicara tentang “konspirasi” dan “serangan” Israel terhadap situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem. Kunjungan Yahudi ke Temple Mount digambarkan oleh pejabat Palestina dan media sebagai “serangan kekerasan dan penodaan” Masjid al-Aqsa.

Pada Ahad lalu, pemerintah Palestina dengan cepat mengutuk pembunuhan Karim Jamal Qawassmeh (19 tahun) yang melakukan serangan penikaman di Kota Tua Yerusalem. Otiritas Palestina menilai tindakan Israel sebagai “kejahatan keji” dan “eksekusi lapangan.”

Baca Juga:  Nilai Pancasila Sakti Harus Terus Menerus Didalami dan Dihayati Segenap Lapisan Bangsa

Qawassmeh, seorang penduduk lingkungan A-Tur di Bukit Zaitun, dia ditembak mati oleh petugas polisi setelah dia menikam seorang polisi. Seorang petugas polisi lainnya terluka dalam serangan itu.

Serangan itu dipandang sebagai tanda lain dari meningkatnya ketegangan menjelang Ramadhan. Tak lama setelah Qawassmeh dinyatakan sebagai “martir,” Hamas dan faksi-faksi lainnya menyambut baik “operasi heroik” tersebut, dengan mengatakan bahwa itu adalah “tanggapan alami terhadap kejahatan Israel” terhadap Palestina di Yerusalem dan Tepi Barat.

Dalam pernyataan terpisah, Hamas mendesak warga Palestina untuk meningkatkan “perlawanan” terhadap Israel dalam beberapa hari dan pekan mendatang. Mereka mengatakan tujuan utama mereka adalah untuk memastikan bahwa masalah Palestina tetap berada di bawah sorotan dan untuk memberikan tekanan pada Israel untuk menghentikan atau mengubah kebijakan dan tindakannya di Yerusalem dan Tepi Barat. Alkhaledi Kurnialam

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Syeikh Yusuf Al Qaradhawi

Innalillahi… Cendekiawan Islam Syeikh Yusuf Al Qaradhawi Wafat

Jakarta – Dunia Islam kembali kehilangan salah satu cendekiawan terbaiknya. Cendekiawan Islam dan Presiden Pendiri …

Masjid di Nigeria diserang teroris bersenjata saat digelar Salat Jumat

Salat Jumat Diserang Teroris Bersenjata di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

Abuja- Aksi biadab terjadi di di negara bagian Zamfara, Nigeria barat laut, Jumat (23/9/2022). Sebuah …