alissa wahid 1768960248350

Alissa Wahid : Petugas Haji Indonesia Salah Satu yang Terbaik

Jakarta – Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid menilai petugas haji Indonesia selama ini dikenal sangat ramah dan santun selain itu juga terkenal memberikan pelayanan hingga rasa aman yang terbaik sehingga reputasi yang telah mendunia tersebut menjadi standar yang harus dijaga oleh para calon petugas haji Indonesia tahun 2026 ini.

Dilansir dari laman detik.com Alissa mengatakan bahwa reputasi itu bukan sekadar pujian formal, tetapi lahir dari pengalaman langsung jemaah lintas negara yang merasakan kehadiran petugas Indonesia sebagai sumber rasa aman, ketulusan, dan kepedulian.
Hal itu disampaikan saat memberikan materi Haji Ramah Perempuan dan Lansia dalam Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026. Menurut Alissa, cerita tentang keteladanan petugas haji Indonesia sudah menjadi narasi yang berulang dari tahun ke tahun.

“Teman-teman mungkin sudah dapat cerita dari teman-teman yang sudah pernah, yang katakan bahwa petugas haji Indonesia itu salah satu yang paling menonjol, salah satu yang selalu dipuji oleh jamaah haji dari negara-negara lain. Banyak sekali petugas haji yang bercerita kepada saya, bahwa mereka itu dapat makan, dikasih buah-buahan, dikasih minuman oleh jamaah haji dari negara-negara lain,” ujar Alissa di Aula Gedung Serbaguna Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa, (20/1).

Bahkan, lanjut Alissa, apresiasi itu kerap muncul dalam bentuk sederhana namun menyentuh. Bukan karena petugas meminta, melainkan karena negara jemaah lain merasa aman dan tertolong oleh kehadiran mereka.

“Ada yang bilang, saya mengapresiasi kehadiran para petugas haji Indonesia, yang kebanyakan juga membawa rasa aman bagi mereka. Jadi nanti siap-siap di tengah jalan, kalau dikasih biskuit, dikasih makanan oleh jamaah haji dari negara-negara lain,” katanya.

Standar Tinggi Pelayanan Haji
Menurutnya, reputasi baik itu bukan sekadar kebanggaan, melainkan beban moral yang harus dijaga oleh setiap petugas haji Indonesia. Standar pelayanan yang sudah terbangun selama ini tidak boleh turun, apalagi dirusak oleh sikap abai di lapangan.

“Nah itu adalah standar yang bapak ibu nanti harus pegang dan tidak boleh di bawah standar atau benchmark yang selama ini sudah digambarkan tersebut,” tegasnya.

Sosok yang dipercaya menjadi Amirul Hajj pada 2022 ini mengingatkan, satu tindakan kecil yang menunjukkan ketidakdisiplinan bisa berdampak besar pada citra pelayanan haji Indonesia secara keseluruhan. Petugas haji, kata Alissa, menjadi wajah negara di hadapan jemaah, terutama bagi jemaah lansia dan perempuan yang sangat bergantung pada kehadiran mereka.

“Itu kebenaran, kalau bapak ibu nanti di sana itu tidak menjalankan tugas dengan sepenuh hati, lalu tidak disiplin, seragamnya sering tidak dipakai, sering tidak ada di tempat ketika dicari jamaah, sering tidak responsif, itu bapak ibu akan menentukan benchmark yang dulu sudah dibuat,” ujarnya.

Petugas Haji Jadi Sumber Rasa Aman
Dalam konteks haji ramah perempuan dan lansia yang diusung tahun ini, Alissa menekankan bahwa peran petugas tidak berhenti pada aspek teknis. Kehadiran mereka adalah penopang psikologis jemaah yang berada di lingkungan asing, jauh dari keluarga, dengan kondisi fisik dan mental yang tidak selalu prima.

Bagi jemaah lansia, kebingungan kecil bisa berubah menjadi tekanan besar. Bagi jemaah perempuan, kebutuhan biologis dan pengalaman hidup sering kali memerlukan sensitivitas khusus.

“Di titik inilah, kualitas kehadiran petugas diuji, apakah sekadar hadir secara formal, atau benar-benar melayani dengan sepenuh hati,” sebutnya.

Putri sulung Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid ini mengingatkan, haji bukan hanya soal menjalankan manasik, tetapi soal menjaga martabat manusia. Dan bagi petugas haji Indonesia, menjaga martabat itu dimulai dari disiplin, empati, dan kesadaran bahwa setiap langkah mereka menentukan standar pelayanan yang akan dikenang dunia

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

Menag Nasaaruddin di Konferensi Internasional di Mesir copy

Bicara di Forum Internasional, Menag Tekankan Agama sebagai Arah Kemajuan Modern

Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa agama memiliki peran strategis sebagai kompas …

Masjid Al Ikhlas PIK 2 ok copy

Kehadiran Masjid Al Ikhlas PIK 2 Simbol Penguatan Toleransi dan Rekatkan Harmoni dalam Keberagaman

Jakarta – Kehadiran Masjid Al-Ikhlas PIK 2 di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, dinilai …