Erdogan Hagia Sophia
Erdogan Hagia Sophia

Amerika & Yunani Ribut Hagia Sophia Diubah Lagi Jadi Masjid, Erdogan: Mereka Menyerang Kedaulatan Turki

Istanbul – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa Hagia Sophia merupakan berada dibawah wewenang dan kedaulatan Turki. Artinya, beberapa negara yang mengecam rencana pengubahan kembali Hagia Sophia menjadi masjid dinilai telah menyerang kedaulatan Turki.

“Gugatan terhadap negara kita tentang Hagia Sophia berarti serangan langsung terhadap hak-hak kedaulatan kita,” kata Erdogan pada upacara pembukaan sebuah masjid di Istanbul, seperti dikutip dari laman Xinhua Net via laman Republika.co.id, Sabtu (4/7/2020).

Seperti diketahui, Yunani dan Amerika Serikat adalah dua negara yang paling ngotot menentang rencana Hagia Sophia dijadikan masjid kembali. Mereka mendesak Turki untuk tetap mempertahankan status museum dan monumen bersejarah.

Dewan Negara Turki, Kamis (2/7/2020),  menyatakan bakal segera membuat pengumuman mengenai kepastian status Hagia Sophia, monumen ikonik yang berusia 1.500 tahun. Dewan menjanjikan kepastian akan ada dalam waktu 15 hari.

Hagia Sophia pertama kali berfungsi sebagai katedral, kemudian menjadi masjid kekaisaran Ottoman, lantas diubah menjadi museum pada 1935. Ada perubahan status atau tidak, Erdogan menjamin perlindungan untuk semua kalangan di negaranya.

“Kami akan terus melindungi hak-hak Muslim, keyakinan dominan di negara kami, dan orang-orang dari agama lain,” tegas Erdogan.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

radikalisme di era digital copy

Lingkungan Digital Jadi Ruang Baru Infiltrasi Paham Radikal

Jakarta – Upaya  serius sangat penting untuk menekan paparan radikalisme di ruang digital. Merujuk data …

Zohran Mamdani 1

Mushaf Ottoman di Balik Sumpah Zohran Mamdani, Jejak Panjang Islam di New York

New York — Pelantikan Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York City mencatatkan sejarah baru, …