Haji 2020
Haji 2020

Arab Saudi Belum Beri Kepastian, Kemenkes Tetap Susun Pedoman Kesehatan Umrah

Jakarta – Pemerintah Arab Saudi telah sukses menggelar ibadah haji 1441 Hijriah/2020 di tengah pandemi Covid-19. Kini, sukses pelaksanaan haji diharapkan akan melancarkan keputusan Arab Saudi terkait pelaksanaan umrah di tengah pandemi Covid-19.

Meski sejauh ini belum ada kepastian terkait umrah di  tengah pandemi Covid-19 dari Pemerintah Arab Saudi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Pusat Kesehatan Haji tetap menyusun pedoman kesehatan umrah dan haji di masa pandemi Covid-19.

“Protokol kesehatan umrah dan haji harus dilaksanakan bersama-sama oleh semua stakeholder demi melindungi seluruh umat Islam,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusup Singka dikutip dari laman Republika.id, Rabu (5/8/2020).

Menurut Eka, beberapa poin penting menjadi fokus penyusunan pedoman haji dan umrah ini. Di antaranya adalah menjaga jarak, batasan umur, dan kebersihan penginapan serta pembatasan jumlah jamaah yang berangkat dan pembatasan waktu ibadah.

Ia mengungkapkan, jika suda ada vaksin yang efektif mencegah Covid-19, tentu penyelenggaraan haji dan umrah yang merupakan prosesi berkumpulnya massa akan lebih aman. Karena vaksinnya belum ditemukan, jamaah harus patuh pada protokol kesehatan yang dibuat oleh pemerintah.

Saat ini, rincian protokol tersebut masih dimatangkan pihak terkait. Meski begitu pelaksanaan haji tahun ini yang baru saja selesai bisa jadi acuan.

“Ini menjadi percontohan dunia, bahwa ibadah umat Islam yaitu haji menjadi acuan pelaksanaan mass gathering (kumpulan massa) dengan protokol kesehatan yang diterapkan dengan baik,” tutur Eka.

Ia memperkirakan pelaksanaan umrah dapat dibuka kembali Otoritas Arab Saudi dengan persyaratan-persyaratan yang sangat ketat seperti dalam pelaksanaan ibadah haji 2020. Di antaranya, jamaah umrah harus dipastikan sehat dan bebas dari Covid-19.

Pembatasan usia jamaah umrah yakni rentang 20 sampai 50 tahun. Penerapan protokol kesehatan juga ketat diterapkan baik saat beribadah, di tempat penginapan, dan tempat-tempat lainnya. Selain itu menurut Eka perlunya pembatasan jumlah jamaah umrah sebagaimana dalam pelaksanaan ibadah haji. Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

Baca Juga:  Subhanallah, Polisi di Aceh Ini Dirikan dan Pimpin Pondok Pesantren di Sela Tugas-tugasnya

“Yang paling penting adalah Kedisplinan umat Islam dalam menjalankan ibadahnya dengan nuansa protokol kesehatan,” kata dia.

Bagikan Artikel

About redaksi

Avatar