Toko di arab tutup waktu salat
Toko di arab tutup waktu salat

Arab Saudi Terus Buka Diri, Sekarang Toko Tak Wajib Tutup Pada Jam Salat Lima Waktu

Jeddah – Pemerintah Arab Saudi terus mengendurkan aturan-aturan ketat terkait yang selama ini diterapkan. Setelah membolehkan wanita mengendarai mobil, menonton bioskop, dan membuka visa wisata buat turis, kini Otoritas Kerajaan Arab Saudi memberlakukan aturan baru yang tidak mewajibkan toko-toko tutup pada jam-jam salat lima waktu. Aturan baru memungkinkan kegiatan komersial berfungsi selama 24 jam.

Aturan baru ini merupakan reformasi atau perubahan dari peraturan eksekusif Komisi untuk Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan (CPVPV) tahun 1987. Sebelum aturan anyar ini keluar, publik setempat telah lama terlibat dalam debat tentang penghentian kegiatan bisnis selama jam-jam salat fardu.

Reformasi ini bisa membantu menyelesaikan banyak masalah, seperti kemacetan dan hilangnya potensi pendapatan. Kendati aturan baru sudah jelas, banyak orang Saudi masih belum yakin karena terbiasa diwajibkan menutup toko mereka selama waktu salat fardu dan salat Jumat.

Dikutiip dari laman Arab News, Senin (20/1/2020), perdebatan soal menjaga toko dan bisnis tetap terbuka 24 jam telah menjadi topik diskusi di antara anggota masyarakat pada akhir-akhir ini.

Dari anggota Dewan Syura, pengusaha, kaum perempuan, hingga warga negara biasa sehari-hari memperbincangkan ketentuan apakah hukum baru ini akan berlaku untuk seluruh jam dalam sehari.

“Tidak ada dasar hukum menutup toko untuk salat setelah amademen peraturan pemerintah, mencatat bahwa memaksa toko untuk menutup pintu dan orang-orang untuk salat tepat di awal waktu salat, dan untuk melakukan ini di masjid, tidak ada dasar dalam Syariah maupun hukum,” kata Dr Al Ghaith, seorang hakim, cendekiawan Islam, anggota Dewan Syura Arab Saudi dan tokoh di King Abdul Aziz Centre for National Dialogue.

“Ini lebih merupakan pelanggaran terhadap keduanya, dan merupakan pelanggaran terhadap hak-hak agama rakyat (hak Ijtihad dan kebebasan untuk mengikuti rujukan) dan hak-hak duniawi (kebebasan bergerak, berbelanja, mendapatkan manfaat dari layanan sepanjang waktu tanpa dipaksa untuk patuh oleh hal-hal yudisial yang mengalami konflik dan perbedaan),” ujarnya.

Baca Juga:  Demi Uang, Pemerintah UEA Langgar Syariat Islam, Izinkan Kumpul Kebo dan Minum Alkohol

Selama lebih dari 30 tahun, bisnis komersial di Arab Saudi telah menutup dan mengunci pintu mereka begitu azan terdengar. Mobil-mobil biasanya akan mengantre ke pompa bensin yang menunggu untuk dibuka, apotek ditutup, restoran dan supermarket juga dengan pengunjung dipaksa untuk menunggu di luar dengan cara yang dianggap tidak nyaman bagi kebanyakan orang.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

buya syafii maarif

Mengenang Buya Syafii Maarif : Tokoh Sederhana yang Teguh Memegang Prinsip Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan

Sejatinya, teramat sulit untuk menuliskan judul tentang sosok inspiratif Buya Syafii Maarif. Bukan karena kekurangan …

akhlak karimah

Khutbah Jumat – Menyelamatkan Generasi Muda Dari Virus Radikalisme

Khutbah I اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ …