ancaman khilafatul muslimin
ancaman khilafatul muslimin

Bahayakah Khilafatul Muslimin, Mungkinkah Berubah Gerakan Teror?

Viral sebuah video yang memperlihatkan gerombolan orang yang sedang melakukan konvoi di jalan Brebes dengan berbagai tulisan tentang tegaknya khilafah. Diduga kelompok ini adalah bagian dari sekte Khilafatul Muslimin. Terlihat mereka sangat santai mengkampanyekan tegaknya khilafah sebagai solusi tuntas problem umat.

Kampanye ini memang memiliki slogan yang sama dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dibubarkan oleh negara. Meskipun memiliki mimpi yang sama, Khilafatul Muslimin berbeda dengan HTI. Sama-sama memperjuangkan khilafah, tetapi Khilafatul Muslimin memandang sistem khilafah sudah ada, yakni melalui strukturnya yang ada di berbagai wilayah di Indonesia.

Namun, seberapa bahaya gerakan Khilafatul Muslimin ini? Sejatinya seandainya ia berwujud dalam bentuk Ormas sudah selayaknya dibubarkan berdasarkan UU Ormas. Secara ideologi, gerakan ini  tidak ada ubahnya dengan HTI yang memiliki ideologi untuk menegakkan sistem khilafah di tengah negara yang eksist yang melampaui batas territorial negara.

Dalam pengakuannya mereka mengatakan tidak akan mengganti dasar negara dan akan tetap berada dalam wilayah Indonesia. Namun, doktrin tentang sistem kafir/thagut dan hanya sistem khilafah yang mereka akui sebagai solusi seolah bertentangan dengan alibi mereka untuk mengakui Pancasila. Mereka justru mengatakan ingin memperkuat Pancasila. Bagaimana mungkin dengan keyakinan dan ideologi yang ada mereka klaim akan memperjuangkan Pancasila. Itulah siasat taqiyah paling buruk!

Khilafatul Muslimin berbahaya bisa mendorong lahirnya Tindakan kekerasan bahkan teror. Mereka memang mengklaim melakukan pendekatan persuasif dan dakwah. Namun, ideologi dan sistem yang mereka perjuangkan akan menggerakan para jamaahnya untuk memperjuangkan cita-citanya.

Masih ingatkah pada tahun 2019 terduga teroris inisial NAS ditangkap di Bekasi yang berasal dari Khilaftul Muslimin. Mereka memang tidak akan menggunakan kekerasan untuk saat ini. Namun, imbas dari ideologi dan keyakinan mereka akan mendorong lahirnya kekerasan. Di rumah kontrakan NAS ditemukan kardus berisi Khilafatul Muslimin dan logo bordir Khilafatul Muslimin.

Kerentanan itulah yang menyebabkan Sebagian anggota Khilafatul Muslimin memilih bergabung dalam jaringan teror, khususnya pada tahun 2014 ketika ISIS sedang berada di masa jayanya. Kesamaan impian tentang khalifah adalah menjadi titik temunya. Tidak mengherankan jika Rohan Gunaratna dalam 9th Berlin Conference on Asian Security (BCAS), sebuah konferensi yang diadakan oleh German Institute for International and Security Affairs (SWP) tahun 2015, juga menyatakan bahwa Khilafatul Muslimin merupakan organisasi pendukung ISIS di Indonesia sejak juli 2014.

Jadi, sangat mungkin dan potensial para anggota Khilafatul Muslimin dengan doktrin kafir, thagut, khilafah yang disalahartikan mendorong anggotanya dalam jaringan teror. Jika ada momentum gerakan dan angin segar sebagaimana munculnya ISIS, bukan tidak mungkin para anggotanya akan lari pada gerakan makar dan teror.

Secara genealogis, Khilafatul Muslimin mempunyai embrio dari gerakan Negara Islam Indonesia (NII). Tokoh dan orang-orang kunci dalam Khilafatul Muslimin adalah anggota NII. Pemimpinnya yang sekarang dianggap sebagai khalifah Abdul Qodar H baraja adalah eks anggota NII yang kemudian mendirikan Khilafatul Muslimin. Apa hubungannya dalam kasus teror? Abdul Qodir Baraja pernah dipenjara karena kasus Bom Candi Borobudur tahun 1985.

Karena itulah, secara ideologi dan gerakan Khilafatul Muslimin sangat berbahaya dan potensial sebagai ancaman. Sayangnya aparat dan negara belum bisa menemukan celah yang kuat untuk melarang gerakan ini yang memang tidak mau mendaftarkan diri sebagai ormas. Namun, ideologi dan kampanye mereka sangat berbahaya bagi masyarakat awam.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim

Menistakan Alquran, Sama Saja Merendahkan dan Menghina Allah SWT

Jakarta  – Aksi dua tokoh anti-Islam Rasmus Paludan yang membakar Alquran di Swedia dan Edwin …

Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin

Ini Lembaga Lembaga Amil Zakat yang Berizin dan Tidak Berizin yang Diliris Kemenag RI

Jakarta –  Kasus penyelewengan dana sumbangan termasuk zakat yang dilakukan Aksi Cepat Tanggap (ACT) membuat …

escortescort