Khilafatul Muslimin konvoi
Khilafatul Muslimin konvoi

MUI: Konvoi Khilafatul Muslimin Gerakan Separatis!

Brebes – Beberapa hari ini dunia maya dihebohkan dengan konvoi Khilafatul Muslimin di beberapa wilayah antar lain di Brebes (Jawa Tengah) dan Cawang (Jakarta Timur). Tidak hanya berkonvoi, mereka juga menyebarkan selebaran tentang propaganda Khilafatul Muslimin dan membawa atributyang mengkampanyekan tegaknya sistem khilafah sebagai solusi umat.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Brebes pun buka suara terkait konvoi yang melewati wilayahnya. MUI Kabupaten Brebes dengan tegas mengatakan bahwa konvoi itu adalah gerakan separatis.

“Kalau yang mengganggu stabilitas keamanan umum, jelas itu hukumnya. Kalau fatwa ulama, itu hukumnya separatis atau bughat. Lebih dari haram,” tegas Ketua MUI Kabupaten Brebes, KH Solahudin Masruri.

Pernyataan Gus Solah, panggilan karib KH Solahudin diucapkan dalam rapat Forum Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Brebes, di kantor Kesbanglinmas setempat, Selasa (31/5/2022). Hadir dalam rapat itu sejumlah perwakilan ormas, MUI Kabupaten Brebes dan unsur TNI serta Polri.

Hasil dari pertemuan itu disepakati, mereka menolak semua kegiatan Khilafatul Muslimin di Kabupaten Brebes dalam bentuk apapun.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda Sirampog menandaskan, kegiatan Khilafatul Muslimin ini mengindikasikan adanya sesuatu yang melanggar dari apa yang sudah disepakati oleh jumhur atau mayoritas.

“Hukum bernegara itu harus berasaskan Pancasila yang sudah disepakati. Selain itu tidak boleh. Pancasila itu sebenarnya sudah mengadopsi hukum hukum Islam itu sendiri,” terusnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Brebes, M Supriono, mengusulkan adanya pembinaan secara berkesinambungan. Hal ini untuk mengembalikan para pengikut paham khilafah agar kembali ke NKRI.

Supriono menambahkan, gerakan mereka dilakukan melalui sektor pendidikan dan dimungkinkan bergerak dengan cara cuci otak atau wash brain.

“Bergerak melalui wash brain dan itu memang sangat ampuh. Kita harus ada upaya kontra melalui semacam pendidikan kebangsaan,” ujarnya.

Kapolres Brebes, AKBP Faisal Febrianto membenarkan, pertemuan tersebut memunculkan kesepakatan bersama menolak segala bentuk kegiatan kelompok Khilafatul Muslimin.

“Dari sarasehan ini outputnya adalah kesepakatan bersama dari MUI, FKUB dan ormas ormas Islam. Mereka menolak segala bentuk kegiatan kelompok khilafatul muslimin,” jelasnya.

Kapolres mengungkap, di wilayah Brebes, kelompok mereka berjumlah sekitar 100 orang. Mereka tersebar di beberapa wilayah.

“Untuk Brebes sendiri anggotanya kurang lebih 100 orang,” pungkasnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

lagi pembakaran al quran kembali terjadi di denmark

Kutuk Dan Protes Keras Atas Pembakaran Al-Quran, Turki Panggil Duta Besar Denmark

Ankara – Kecaman dan reaksi keras terus bermunculan dari berbagai penjuru dunia terhadap aksi provokasi …

sejarah maulid nabi

Yazir Hasan Ustad Wahabi Sebut Maulid berasal dari Yahudi, Mari Pelajari Selengkapnya

Kasus Ustaz Wahabi bernama Yazir Hasan Al-Idis yang membid’ahkan dan menyesatkan perasayaan Maulid Nabi tengah …

escortescort