seorang wanita muslim cr mengenakan hijab jilbab berjalan
seorang wanita muslim cr mengenakan hijab jilbab berjalan

Begini Sikap Ulama India Atas Larangan Jilbab Di Ruang Kelas

KERALA— Polemik pelarangan menggunakan Hijab bagi siswi dan mahasiswi muslim di ruang kelas di negara bagian Karnataka, India terus berlanjut, berbagai kritikan dilontarkan oleh para tokoh setempat atas kebijakan yang dinilai tidak adil bagi muslimah India.

Dikutip dari laman republika.co.id Selasa (22/02/2022). Suara-suara perlawanan atas kebijakan yang dinilai mengintimidasi siswi/mahasiswi di Karnataka terus digelorakan agar pelarangan segera dicabut, bahkan Cendekiawan Muslim dan Sekjen Jamiyyathul Ulama Sunni India Kanthapuram AP Aboobacker Musliyar mendesak pemerintah Karnataka untuk menarik keputusan yang melarang siswi Muslim mengenakan jilbab di sekolah.

Musliyar mengatakan bahwa larangan hijab merupakan diskriminasi yang tidak diajarkan dalam agama manapun. Pembatasan seperti itu akan mendorong permusuhan di antara berbagai bagian, kata dia.

“Oleh karena itu, pihak berwenang harus menahan diri dari memberlakukan pembatasan seperti itu,” desaknya.

“Di saat Muslim dilarang berjilbab, Sikh diizinkan mengenakan sorban di semua tempat dan biarawati diizinkan mengenakan pakaian keagamaan mereka. Lalu mengapa pembatasan itu hanya diberlakukan pada satu bagian?” tegasnya.

Sementara itu, aturan larangan jilbab dan pakaian keagamaan lainnya di dalam perguruan tinggi di Karnataka memicu beberapa reaksi dari komunitas mahasiswa serta dari para pemimpin politik di seluruh negeri. Dalam berita baru-baru ini, Gubernur Kerala Arif Khan mengungkapkan pendapatnya tentang larangan jilbab di institusi pendidikan yang sedang marak di negara bagian tersebut, dengan mengatakan bahwa jilbab bukanlah bagian penting dari pakaian bagi wanita Muslim, dan mendesak mereka untuk tetap bersekolah dan kuliah untuk melanjutkan pendidikan, meski harus menanggalkan jilbab mereka.

“Hijab bukan bagian dari Islam. Jilbab disebutkan tujuh kali dalam Alqur’an, tetapi tidak ada hubungannya dengan aturan berpakaian wanita. Ini adalah konspirasi untuk menghentikan kemajuan gadis-gadis Muslim,”ungkap dia.

Baca Juga:  Muslimah Prancis Hadapi Tekanan Terkait Jilbab, Akankah Larangan Jilbab Berlaku di Australia?

Khan menyebutkan bahwa kontroversi jilbab adalah konspirasi untuk menghentikan pendidikan gadis-gadis muslim. Gadis-gadis muslim sedang belajar sekarang dan mencapai apa yang mereka inginkan. “Saya akan menyarankan para siswa kembali ke kelas mereka dan belajar,”ujar dia.

Namun pendapat Khan jauh berbeda ketika menyinggung soal sorban yang dikenakan pria penganut sikh. Arif Khan mengklaim membandingkan dengan penganut sikh tidak masuk akal. Dia mengatakan bahwa jilbab tidak diperlukan untuk Islam tetapi sorban wajib untuk Sikhisme.

“Argumen bahwa memakai sorban diperbolehkan untuk Sikh tetapi gadis-gadis muslim tidak diperbolehkan memakai jilbab di dalam kelas adalah tidak masuk akal. Sorban adalah bagian penting dari agama Sikh, namun jilbab tidak disebutkan sebagai bagian penting dari Islam dalam Alquran.  Hijab tidak ada hubungannya dengan Islam. Kata Hijab digunakan tujuh kali dalam Alqur’an tetapi tidak berhubungan dengan aturan berpakaian wanita. Ini terkait dengan purdah yang berarti bahwa ketika Anda berbicara, anda harus memiliki ‘purdah’ di antaranya,”ujar dia.

Khan juga menekankan bahwa wanita bebas mengenakan apa pun yang mereka inginkan, dan harus mematuhi aturan dan peraturan yang ditetapkan oleh universitas tempat mereka bekerja atau mencari pendidikan. “Anda bebas mengenakan apa pun yang diinginkan. Tetapi ketika terkait dengan suatu institusi, anda harus mematuhi aturan dan peraturan dan kode berpakaian institusi tersebut,”ujar dia.

 

 

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

muslim houston amerika serikat rayakan idul fitri dengan menggelar festival

Komunitas Muslim Houston bagikan Makan Gratis Tunawisma

JAKARTA – Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, rahmat yang bukan saja untuk umat Islam namun …

ilustrasi logo nahdlatul ulama

Konbes NU 2022 Lahirkan 19 Peraturan untuk Perkuat Landasan Jam’iyah Optimalisasi Khidmah

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) 2022 …