rais am pbnu kh miftahul akhyar menerangkan isi buku
rais am pbnu kh miftahul akhyar menerangkan isi buku

Begini Tanggapan KH Maruf Amin Terkait Pengunduran Diri KH Miftachul Akhyar dari Ketum MUI

JAKARTA— Mundurnya KH Miftahul Achyar dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendapatkan tanggapan dari banyak pihak, bahkan para pimpinan MUI meminta agar KH Miftah jangan mengundurkan diri meski surat pengunduran sudah diberikan beberapa waktu lalu. Secara tegas salah satu pimpinan MUI Anwar Abbas meminta supaya Nahdlatul Ulama (NU) merelakan KH. Miftah untuk tetap memimpin MUI.

Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin yang juga merupakan Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut menanggapi tentang pengunduran diri KH Miftahul Achyar.

Kiai Ma’ruf enggan berkomentar lebih jauh mengenai pengunduran diri KH Miftach yang saat ini juga menjabat Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut. Sebab, pengunduran diri tersebut masih dalam proses.

“Kita lihat saja nanti, itu kan baru proses, masih dibahas di MUI dan masih dalam prsoes pembahasan,” kata Kiai Ma’ruf saat ditemui di sela-sela kunjungan ke Pasar Induk Beras Cipinang, seperti dikutip dari laman republika.co.id Jumat (11/3).

Kiai Ma’ruf yang juga bagian dari sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang memilih KH Miftach dalam pelaksanaan Muktamar ke-34 NU di Lampung Desember lalu, itu menyatakan proses pembahasan pengunduran diri bisa saja berubah. Karena itu, ia meminta semua pihak untuk menunggu.

“Nanti kita tunggu saja hasilnya, apa yang akan diambil itu, itu belum tahu kan, apakah jadi mundur atau tidak kan?” kata Wapres.

Sebelumnya, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menyatakan telah mengirimkan surat pengunduran diri dari jabatan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pengunduran dirinya tersebut berkaitan dengan jabatan yang diembannya sebagai Rais Aam PBNU.

“Di saat ahlul halli wal aqdi (Ahwa) Muktamar ke-34 NU menyetujui penetapan saya sebagai Rais Aam, ada usulan agar saya tidak merangkap jabatan. Saya langsung menjawab sami’na wa atha’na (kami dengarkan dan kami patuhi). Jawaban itu bukan karena ada usulan tersebut, apalagi tekanan,” ujar Kiai Miftach, sebagaimana dikutip dari situs resmi NU.

Baca Juga:  Wujudkan Semangat Idul Fitri Dengan Suarakan Solidaritas Kemanusiaan dan Kebangsaan Untuk Palestina

Sehubungan dengan itu, MUI akan membahasnya sesuai dengan mekanisme organisasi yang berlaku. Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI, Buya Amirsyah Tambunan, mengatakan, sesuai  keputusan Rapat Kesekjenan pada Rabu (9/3/2022) terkonfirmasi betul adanya surat pengunduran diri dari KH Miftahul Akhyar. Rapat Kesekjenan memutuskan belum bisa menerima pengunduran diri KH Miftahul Akhyar dari jabatan Ketua Umum MUI.

“Karena keputusan Munas X (tahun 2020) menetapkan KH Miftahul Akhyar sebagai Ketua Umum MUI 2020-2025,” kata Buya Amirsyah melalui pesan singkat kepada Republika, Rabu (9/3/2022) malam.

Buya Amirsyah mengatakan, selanjutnya  Dewan Pimpinan MUI akan membicarakan perihal surat pemunduran diri KH Miftahul Akhyar sesuai mekanisme organisasi dalam Rapat Pimpinan, Pleno dan Paripurna. Hal ini dilakukan sesuai pedoman dasar dan pedoman rumah tangga MUI sesuai hasil Munas X di Jakarta.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

buya syafii maarif

Mengenang Buya Syafii Maarif : Tokoh Sederhana yang Teguh Memegang Prinsip Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan

Sejatinya, teramat sulit untuk menuliskan judul tentang sosok inspiratif Buya Syafii Maarif. Bukan karena kekurangan …

akhlak karimah

Khutbah Jumat – Menyelamatkan Generasi Muda Dari Virus Radikalisme

Khutbah I اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ …