makan bersama
makan bersama

Berkah dan Manfaat Makan Bersama

Makan berjamaah atau berkelompok adalah cara makan yang disunahkan dan lebih mengikuti Rasulullah SAW. Makan secara bersama-sama ini dapat mendatangkan keberkahan. Selain itu dapat menjalin kekerabatan dan kekompakkan antarsesama.

Rasulullah SAW pernah menganjurkan bagi setiap manusia agar selalu menyempatkan diri untuk makan bersama keluarga dan orang-orang terdekat yang berada di sekelilingnya. Bagi Rasulullah, kegiatan makan bersama memiliki keberkahan tersendiri. Bahkan dalam sebuah kesempatan, Rasulullah rela memberikan berbagi tempat minumnya kepada Sayyidina ‘Aisyah Radiyallahu ‘anha pun begitu sebaliknya demi menunjukkan pesan tentang arti penting makan bersama dalam berkeluarga.

Keberkahan Makan Bersama

Salah satu keistimewaan yang akan dilimpahkan oleh Allah bagi sekolompok orang yang makan bersama-sama adalah keberkahan makanan. Bahkan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari mengatakan, keberkahan ini merupakan satu-satunya alasan dianjurkanya makan dengan berjamaah.

Semakin bertambah banyak orang yang makan berjamaah maka semakin banyak keberkahan yang dilimpahkan Allah. Ibnu mengatakan;

فَيُؤْخَذُ مِنْهُ أَن اْلكِفَايَةَ تَنْشَأُ عَنْ بَرَكَةِ اْلاِجْتِمَاعِ ، وَأَن اْلجَمْعَ كُلما كَثُرَ اِزْدَاَدتِ اْلبَرَكَةُ

Dari hadis di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kecukupan makanan datang karena keberkahan dari makan secara berjamaah. Sesugguhnya semakin bertambah banyak kumpulan orang yang makan, maka semakin bertambah pula keberkahan.”

Kesimpulan Ibnu Hajar ini sesuai dengan hadis riwayat Abu Daud tentang kisah para sahabat Nabi Saw. yang tiap kali makan namun tidak perah kenyang. Lalu Nabi Saw. menyarankan untuk makan bersama-sama. Dari Wahsyi bin Harb, dari ayahnya, dari kakeknya, para shahabat mengadu kepada Nabi Saw, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan tetapi tidak merasa kenyang?”. Beliau bersabda, ‘Mungkin karena kalian makan secara terpisah-pisah (sendiri-sendiri)?.” Mereka menjawab “Ya benar.” Beliau bersabda, “Hendaklah kalian makan secara bersama-sama dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan mendapat keberkahan pada makanan kalian.”

Baca Juga:  Tidak Semua Kenikmatan Harus Dipublikasikan

Dalam kitab Zadul Ma’ad disebutkan bahwa imam Ahmad memberikan empat tips agar makanan berkah dan sempurna. Keempat tips tersebut; menyebut nama Allah dengan membaca basmalah di awal makan, memuji Allah dengan membaca hamdalah setelah makan, banyak tangan orang (makan berjamaah), makanan yang dimakan halal.

Manfaat Makan Bersama

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh sejumlah ilmuwan dari Universitas Exeter Australia mengungkapkan bahwa kehidupan sosial yang positif lebih menyehatkan daripada diet dan olahraga serta mampu mengurangi risiko terkena penyakit kronis seperti stroke, serangan jantung, alzheimer, hingga flu.

Dalam melaksanakan penelitiannya para peneliti menemukan bahwa tinggal dalam sebuah komunitas yang sama serta senantiasa bekerja dalam kelompok, baik di rumah maupun di tempat kerja, dapat menyembuhkan sejumlah penyakit. Setelah melakukan observasi yang panjang, Prof Alex Haslam dari Universitas Exeter, pemimpin penelitian menyatakan bahwa manusia perlu kembali pada kehidupan sosialnya serta hidup bersama kelompok di mana mereka dilahirkan. Kelompok-kelompok inilah bagian yang tak terpisahkan dari kepribadiannya dan bahkan menentukan nasib kesehatan dan mentalnya. Oleh Alex Haslam, kelompok yang dimaksud adalah keluarga.

Demikian dalam sebuah penelitian serupa yang dilakukan pada tahun 2008, para ilmuwan menemukan bahwa kehidupan sosial yang penuh dengan saling menolong, cinta dan persaudaraan mampu melindungi seseorang dari serangan jantung dan kematian mendadak, serta mencegah dari penyakit demensia dan masalah ingatan.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Ageing and Society juga menjelaskan bahwa setiap kali hubungan seseorang dengan komunitasnya menguat dan setiap kali kerjasama di antara mereka menjadi lebih besar, risiko terkena pikun akan mengecil dan itu terjadi secara signifikan. Sebaliknya, Dr Catherine Haslam dari Universitas Exeter Australia menemukan bahwa seseorang yang hidup sendiri lebih gampang terserang penyakit, sedangkan mereka yang tinggal dalam suatu kelompok, menjalankan aktivitasnya sehari-hari saling bekerja sama satu sama lain dan merasa dirinya memiliki afiliasi pada kelompok tertentu, maka ia tidak akan rentan terserang penyakit.

Baca Juga:  Jika Berjanji, Ucapkan Insya Allah

Lebih lanjut, ia juga mengemukakan kehidupan sosial yang positif dalam sebuah kelompok memiliki peran penting dalam melindungi kesehatan mental dan fisik seseorang. Cara ini jauh lebih murah daripada obat dan tidak memiliki efek samping dan, tentunya, menyenangkan.

Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat efek yang sangat luar biasa yang dihasilkan dari makan secara berjamaah. Pertama adalah mendapatkan keberkahan dan membantu menaikkan nafsu makan bagi mereka yang sedang kurang enak badan. Mereka akan teromotivassi untuk ikut-ikutan mencicipi hidangan ketika orang sekitarnya makan.

Manfaat kedua, makan berjamaah dapat membantu orang-orang yang memiliki kelebihan berat badan untuk menahan nafsu makannya. Ketika makan bersama-sama, takaran porsi makanan dapat lebih terkontrol. Hasilnya, orang-orang yanng mengalami obesitas akan berhenti makan sebelum benar-benar kenyang sehingga cara ini cukup ampuh untuk menurunkan berat badan. Makan berjamaah adalah sunnah Rasulullah SAW yang sudah mulai banyak ditinggalkan orang. Ketiga, meningkatkan kebersamaan dan keakraban. Maka mari kita hidupkan kembali kebiasaan ini ditempat kerja, bersama rekan-rekan, maupun di rumah bersama keluarga.

 

Bagikan Artikel ini:

About Ainun Helty

Avatar of Ainun Helty
Alumni Ilmu Al-Quran dan Tafsir UIN Syarif hidayatullah.

Check Also

ayat-ayat toleransi

Ayat-ayat Toleransi (5): Surat At-Taubah Ayat 71, Pendidikan Sosial Sebagai Jembatan Toleransi

Tulisan ini membahas tentang aspek-aspek pendidikan sosial yang terkandung dalam Surat At-Taubah Ayat 71. Hal …

ayat-ayat toleransi

Ayat-Ayat Toleransi (4): Surah Yunus Ayat 40-41, Tidak Memaksa Sebagai Subtansi Toleransi

Toleransi dalam pergaulan antar umat beragama berpangkal dari penghayatan ajaran agama masing-masing. Demi memelihara kerukunan …