idrissa gueye
idrissa gueye

Bintang PSG Idrissa Gueye Tolak Pakai Jersey LGBT, Presiden Hingga Selebritas Berikan Dukungan

Jakarta – Kehidupan para pesepak bola dunia selalu menjadi perhatian, termasuk ketika atlet tersebut tidak bermain dengan alasan apapun akan selalu diperbincangkan, terlebih ketidak hadiran sang pemain dikaitkan dengan alasan tidak mau menggunakan seragam yang mendukung kampanye LGBT.

Idrissa Gueye pemain Paris Saint-Germain (PSG) dikabarkan menolak bermain karena seragamanya terdapat lambang kampanye LGBT. Penolakan yang berujung pada kecaman sebagian orang. Namun sebagian besar juga mendukung langkah Idrissa untuk berani menolak yang bukan keinginanya terlebih pilihanya didasarkan atas agamany.

Dilansir dari laman detik.com Sabtu, (21/5/22). Dikabarkan sebelumnya, media RMC Sport menyebut Gueye menolak main ketika PSG menghadapi Montpellier karena tidak mau memakai jersey yang nomor punggungnya memunculkan nuansa pelangi — merujuk pada dukungan terhadap komunitas LGBTQ.

Gueye, sebut laporan itu, sebenarnya ikut serta dalam skuad PSG. Tapi ia lantas minta tidak dimainkan oleh Pelatih PSG Mauricio Pochettino, yang kemudian menyebut Gueye absen karena masalah pribadi.

Kabar penolakan Idrissa Gueye main untuk PSG akibat jersey LGBT itu menuai pro-kontra. Di Prancis, pesepakbola asal Senegal itu kabarnya banjir kecaman karena dianggap diskriminatif. Di sisi lain, banyak pula dukungan terhadapnya.

Baru-baru ini salah satu dukungan itu datang langsung dari Macky Sall, presiden Senegal. Ia menegaskan bahwa pilihan Gueye, yang seorang muslim, haruslah dihormati.

“Aku mendukung Idrissa Gana Gueye. Keputusan terkait keyakinannya itu harus dihormati,” kata Sall dalam sebuah cuitannya yang dilansir RT.com.

Sejumlah pesepakbola, via media sosial, juga mengapresiasi pilihan Idrissa Gueye untuk menolak main jika harus pakai jersey LGBT — walaupun sejumlah postingan itu kemudian tak lagi muncul di akun empunya alias sudah dihapus.

Baca Juga:  Nasir Abbas: Data BNPT Harusnya Bisa Buka Mata Ada Kelompok Berbahaya Manfaatkan Pesantren Sebarkan Radikalisme

Dukungan serupa, antara lain, dapat ditemui di media-media Inggris lewat tulisan sejumlah kolumnis top. Toh Inggris juga tidak asing dengan sosok Idrissa Gueye yang pernah merumput di negara itu bersama Aston Villa dan Everton.

Martin Samuel dan Piers Morgan, dua kolumnis kondang di Inggris, kompak menegaskan Gueye tak boleh dipaksa, apalagi dihukum, jika enggan memakai jersey pelangi LGBT dengan alasan agama dan keyakinan

Di sebuah artikel Daily Mail, misalnya. “Idrissa Gueye tak bisa dipaksa memakai jersey pelangi,” sebut kolumnis kondang Martin Samuel di awal judul tulisannya.

“Ia adalah seorang Muslim dari sebuah negara yang mayoritas meyakini bahwa homoseksualitas adalah hal keliru.”

Martin Samuel menambahkan, apa yang dilakukan Idrissa Gueye itu tidak otomatis membuatnya menjadi sosok yang tidak menghargai perbedaan. Tindakannya semata berdasar keyakinan agama.

“Bukan berarti Gueye berprasangka dan intoleran, ia adalah Muslim. Gueye dari Senegal yang 97,2 persen populasinya adalah Muslim. 97 persen masyarakat Senegal percaya gaya hidup homoseksual tak dapat diterima.”

“Orang berbeda-beda dan, menurut pandangan pribadi, kita seharusnya selalu berusaha memahami dan menerima perbedaan yang ada,” sebut Martin Samuel dalam petikan kolomnya tersebut.

Piers Morgan, selebritas Inggris, melontarkan dukungan serupa terhadap pilihan Idrissa Gueye lewat kolomnya di The Sun.

Morgan menegaskan dirinya mengapresiasi pesepakbola yang berani memproklamirkan dirinya gay tapi di saat yang sama “aku akan membela pemain yang tidak mau memakai pelangi”.

“Aku tidak tahu apakah Gueye seorang homophobia. Tapi secara publik ia tidak pernah mengatakan hal yang mengindikasikan dirinya seperti itu,” tulis Morgan.

“Kalau Gueye secara publik mengomel panjang lebar soal kefanatikan homophobia, barulah itu akan jadi hal mengerikan dan ia layak dihukum. Tapi ia sama sekali tidak melakukan hal tersebut.”

Baca Juga:  Pemuda ASEAN Harus Mainkan Peranan Penting Bangun Karakter Toleran

“Dan ia seharusnya tidak boleh dipaksa untuk mempromosikan sesuatu yang secara personal mungkin tidak ia setujui, atau malah dapat hukuman lantaran ia sekadar menggunakan haknya untuk berpendapat dengan tidak memakai jersey pelangi,” tuturnya

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

PMII

ACT Terindikasi Pendanaan Terorisme, PMII Sarankan Kader Lebih Selektif Memilih Lembaga Filantropi

Jakarta —  Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan transaksi yang diduga berkaitan dengan …

menko pmk muhadjir effendy

Resmi Cabut Izin PUB ACT, Pemerintah Sisir Izin Lembaga Pengumpul Donasi Lain

Jakarta – Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) sedang dalam sorotan karena terindikasi menyelewengkan dana umat, …