Kepala BNPT pada peringatan Bom Bali di monumen peringatan BOm Bali
Kepala BNPT pada peringatan Bom Bali di monumen peringatan BOm Bali

BNPT Ajak Seluruh Masyarakat Kolaborasi Waspadai Terorisme Yang Mengatasnamakan Agama

Kuta — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), bersama Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), menggelar doa bersama untuk tragedi bom Bali I pada 12 Oktober 2002 di Monumen Ground Zero Legian, Kuta, Bali, Selasa (12/10/2021) sore. Pada kesempatan itu, Kepala BNPT Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar M.H., mengajak mengajak seluruh masyarakat saling bekerja sama dan berkolaborasi dalam mewaspadai adanya ideologi terorisme yang ada berkaitan dengan sentimen agama.

“Ideologi terorisme selalu bergerak mengangkat terkait dengan sentimen agama dan itu harus diwaspadai. Dengan maksud mencapai tujuan mereka, perlu edukasi kepada seluruh masyarakat sehingga menggandeng tokoh-tokoh agama di seluruh Indonesia agar ada interaksi kepada masyarakat dan langkah-langkah moderasi dalam beragama,” kata Boy Rafli.

Dia mengatakan dalam mengatasi masalah ancaman terorisme ini tentu dilakukan bersama seluruh kementerian lembaga, tokoh pemuka agama dan tokoh masyarakat hingga tokoh adat hingga dapat membangun kekuatan, ketahanan bangsa ini dari ideologi-ideologi terorisme.

Menurut dia, ideologi terorisme memiliki karakteristik intoleran, radikal, menghalalkan segala cara dan termasuk menggunakan kekerasan dalam mencapai tujuannya adalah sebuah ideologi yang bertentangan dengan ideologi bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

“Kalau anggap ini sebagai virus radikal maka harus menemukan vaksinnya, dan coba membangun semangat penguatan nilai-nilai kebangsaan kita berdasarkan Pancasila dan mengakomodir keberagaman suku, ras, agama dan golongan. Semangat hidup rukun di tengah keberagaman merupakan identitas dan jati diri bangsa Indonesia yang beragam,” tutur Boy.

Dia menegaskan bagaimana agar seluruh pihak dapat meningkatkan kewaspadaan secara dini, terutama terhadap masyarakat. Dengan tujuan agar pengusung terorisme tidak sampai ada di tengah masyarakat.

“Penting bagi juga mengingatkan bahwa terorisme merupakan kejahatan yang tidak bisa diberikan tempat dan penjara tidak boleh kalah dengan terorisme,” ujarnya.

Baca Juga:  Mike Tyson: Teroris Adalah Orang Yang Melakukan Hal Buruk Atas Nama Agama

Kejahatan terorisme merupakan kejahatan yang extraordinary terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Untuk itu, pihaknya berharap ke depannya tragedi serupa tidak terulang kembali.

Untuk itu, BNPT mengajak agar seluruh unsur-unsur termasuk masyarakat bergandeng tangan, bekerja, berkolaborasi, segala potensi ancaman yang ada berkaitan dengan benih-benih kejahatan terorisme harus dapat diantisipasi.

“Ada program mitigasi yang perlu kita lakukan bersama-sama antara unsur pemerintahan dan lembaga masyarakat. Bersama dengan tokoh-tokoh bagaimana terus menjadikan peristiwa kekerasan perkara di masa lalu adalah modal untuk membangun ke depan kehidupan masyarakat yang lebih baik,” tandas Boy.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

pwnu dki jakarta menyalurkan keasiswa kepada santri

Peringati Hari Santri, PWNU DKI Jakarta Salurkan Beasiswa 200 Santri

JAKARTA  – Akar historis Hari Santri adalah tercetusnya Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim …

Pondok pesantren

Pesantren Berperan Besar Sebarkan Ajaran Islam ke Seantero Nusantara

Jakarta – Pesantren berperan besar dalam memperkuat pendidikan Islam dan generasi bangsa. Melalui pesantren juga, …