Ridha Allah terletak pada ridha orang tua dan murka Allah terletak pada kemurkaan orang tua HR Baihaqi Islam adalah agama sempurna yang memberikan pedoman nilai universal terhadap seluruh aspek kehidupan Dari hal paling besar tentang bernegara hingga paling kecil tentang bagaimana masuk ke dalam toilet Termasuk dalam kehidupan rumah tangga Islam mengatur relasi dalam rumah tangga yang melibatkan suami istri dan anak Dalam rumah tangga Islam menempatkan kedudukan orang tua pada tempat yang sangat terhormat Bakti kepada orang tua menempati posisi penting bagi seorang anak setelah ketaatan beribadah kepada Allah Swt Perlakuan kepada orang tua merupakan pintu keberkahan maupun kesulitan bagi seorang anak Jika seorang anak berbakti dan memperlakukan dengan sebaik baiknya sebagaimana yang Allah Swt perintahkan Allah Swt akan memberikan keberkahan hidup kepada anak tersebut Tetapi sebaliknya jika seorang anak durhaka kepada ibu bapaknya Allah Swt tidak segan segan menyulitkan jalan hidupnya Keutamaan Berbakti Rasulullah Saw menegaskan dalam sabdanya Artinya Rida Allah terletak pada ridha orang tua dan murka Allah terletak pada kemurkaan orang tua HR Baihaqi Banyak riwayat lain yang mengemukakan tentang keutamaan berbakti kepada orang tua Keutamaan keutamaan tersebut akan diperoleh seorang anak baik di dunia maupun di akhirat kelak Baca Juga Tidak Perlu Ada Ketaan Istri Kepada Suami Teroris Adapun keutamaan keutamaan berbakti kepada ornag tua di antaranya adalah seperti berikut Dari Abu Hurairah dari Nabi Muhammad Saw beliau Dia celaka Dia celaka Dia celaka lalu beliau ditanya Siapakah yang celaka ya Rasulullah Jawab Nabi Barang siapa yang mendapati kedua orang tuanya dalam usia lanjut atau salah satu dari keduanya namun ia tidak berbakti kepadanya dengan sebaik baiknya maka dia tidak akan masuk surga HR Muslim Dalam hadist lain Rasulullah Saw bersabda Siapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dilimpahkan rezekinya hendaklah ia berbakti kepada ibu bapaknya dan memelihara silaturahim HR Ahmad Dari Abu Salamah ia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda Aku berwasiat kepada setiap orang untuk berbakti kepada ibunya aku berwasiat kepada setiap orang untuk berbakti kepada ibunya aku berwasiat kepada setiap orang untuk berbakti kepada ibunya aku berwasiat kepada setiap orang untuk berbakti kepada bapaknya aku berwasiat kepada setiap orang untuk berbakti kepada bapaknya dan aku berwasiat kepada setiap orang untuk berbuat baik kepada budak miliknya meskipun padanya terdapat sesuatu yang menyakitkannya HR Ahmad Mengatakan Tidak untuk Perintah Bom Bunuh Diri Apakah ketaatan kepada orang tua menjadi mutlak Lalu bagaimana bila seorang anak diajak orang tua untuk melakukan bom bunuh diri dengan mengatasnamakan perintah agama Pertama sebagai anak harus memahami secara utuh bahwa melakukan ajakan untuk bunuh diri atas nama apapun termasuk atas nama agama adalah perbuatan yang bertentangan dengan Islam Dalam kasus bom bunuh diri dan aksi teror lainnya Para ulama ahli tafsir sepakat dalam hal 1 Larangan kepada umat Islam agar tidak membunuh sesamanya karena umat Islam itu diibaratkan sebagai satu tubuh jika satu bagiannya sakit maka bagian yang lainnya akan merasakan Maka ketika seorang muslim membunuh muslim yang lainnya seakan akan ia telah membunuh dirinya sendiri 2 Larangan kepada umat Islam untuk tidak melakukan bunuh diri 3 Larangan kepada umat Islam untuk tidak melakukan hal hal yang telah dilarang oleh Allah yang dapat membinasakan dirinya sendiri dan orang lain Kedua sebagai orang tua yang dihormati dan menjadi teladan anak prinsip prinsip tentang terorisme harus diperhatikan Orang tua tidak boleh memberikan pemahaman pada anak bahwa bom bunuh diri merupakan wujud pengorbanan seseorang dalam membela agama Jangan serta merta ayat Alqur an yang berbunyi dibawah ini dijadikan dalil untuk kebolehan melakukan bom bunuh diri Artinya Barang siapa yang berperang di jalan Allah lalu gugur terbunuh atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar Penting diketahui oleh orang tua dan anak bahwa konteks ayat di atas adalah kondisi yang dijanjikan allah saat berada dalam kondisi perang Dalam kondisi damai ayat ini tidak berlaku Kondisi perang pun harus mengindahkan banyak aturan bukan dengan cara bom bunuh diri yang bisa melukai siapapun yang tidak berdosa Hal itu bukan pembelaan agama justru merusak agama Ketiga menolak perintah keburukan orang tua adalah bagian dari berbakti kepada orang tua Ada beberapa ruang lingkup pengertian berbakti kepada orang tua yakni dalam bentuk ucapan dan tindakan tetapi kepatuhan dan ketaan kepada orang tua dibatasi pada kebaikan dan kemanfaatan bukan kepada kemudharatan dan keburukan Allah Swt berfirman Artinya Dan Kami wajibkan kepada manusia agar berbuat kebaikan kepada kedua orang tuanya Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu maka janganlah engkau patuhi keduanya Hanya kepada Ku tempat kembalimu dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan QS Al Ankabut 8 Perintah untuk berbuat baik kepada kedua orang tua merupakan perintah langsung dari Allah Swt yang harus dilaksanakan oleh setiap orang yang beriman tetapi jika keduanya mengajak bahkan memaksa kepada keburukan maka tidak wajib dipatuhi Bentuk bakti kepada orang tua yang lain dengan melayani mereka dalam menyelesaikan atau membantu urusan maupun pekerjaan mereka Namun apabila mereka meminta tolong dalam perkara yang diharamkan tidak boleh bagi anak untuk menyambut permintaan mereka Justru penolakannya menjadi cermin bakti anak kepada orang tua Berdasarkan sabda Ras lull h shallall hu alaihi wa sallam Artinya Tolonglah saudaramu saat berbuat zhalim atau teraniaya Ras lull h shallall hu alaihi wa sallam ditanya Wahai Rasulullah kalau menolong orang yang teraniaya kami sudah mengerti bagaimana dengan menolong saudara yang berbuat zhalim Beliau shallall hu alaihi wa sallam menjawab Dengan menghalang halanginya berbuat zhalim HR Al Bukh ri Muslim dan Ahmad Dari ilustrasi di atas tidak mengindahkan perintah orang tua dalam hal keburukan dan kemunkaran sangat diperbolehkan justru akan menyelematkan orang tua pada keburukan Wallahu A lam Farida Asy ari Alumni Ma had Aly situbondo dan Dosen Agama Politeknik Negeri Pontianak

Tinggalkan Balasan