Dr Suaib Tahir
Dr Suaib Tahir

Bukan Untuk Hancurkan Islam, Moderasi Beragama Justru Telah Digaungkan Sejak Islam Baru Lahir

Jakarta – Moderasi beragama bukan merupakan isu baru ataupun upaya-upaya dari negara-negara Barat untuk menghancurkan Islam. Sebaliknya, moderasi beragama mulai digaungkan di kalangan para nabi dan sahabat serta para pengikutnya sejak awal kemunculan Islam

“Kalau ada yang mengatakan moderasi beragama adalah isu baru atau upaya-upaya kelompok ataupun negara-negara Barat untuk menghancurkan Islam, saya pikir tidak demikian,” kata Staf Ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Dr. Muhammad Suaib Tahir, MA, saat menjadi narasumber dalam webinar nasional bertajuk “Moderasi Beragama dan Kebangsaan bagi Kalangan Milenial” yang digelar Pengurus Besar Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia (Ikami) Sulawesi Selatan di Jakarta, Sabtu (19/3/2022).

Suaib menyampaikan moderasi agama mulai terpinggirkan pada beberapa abad setelah kemunculan Islam karena terjadi pergulatan politik di dalam negara-negara Islam. Walaupun begitu memasuki abad ke-20, moderasi agama yang mengajarkan manusia untuk mengamalkan agama secara tidak ekstrem kembali digaungkan oleh sejumlah tokoh agama atau ulama, seperti Mahmud Syaltut dan Muhammad Abu Zahrah.

“Di era sekarang, ada Yusuf Qhardawi. Sebelumnya, ada Wahbah Zuhaili. Mereka ini adalah tokoh-tokoh yang menyuarakan pentingnya moderasi beragama,” tambah mantan staf Kedutaan Besar Indonesia untuk Sudan ini.

Suaib menegaskan konsep moderasi beragama yang kembali digaungkan saat ini merupakan lanjutan dari ajaran sebelumnya. Bahkan pada beberapa waktu terakhir, kata dia, moderasi beragama semakin bernilai penting untuk menghadapi kemunculan pemikiran yang ekstrem atau radikal dari sejumlah pihak.

Ia juga mengemukakan beberapa penyebab moderasi beragama harus diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Pertama agama sesungguhnya bertujuan untuk melindungi dan mengamankan kehidupan manusia serta menciptakan perdamaian. Dengan demikian, agama bukan merupakan alat intimidasi, melainkan alat pemersatu manusia.

Baca Juga:  Tanggapi Penolakan Jenazah Korban Corona, MUI: Kalau Tidak Dikubur Haram Hukumnya

“Jadi, tujuan agama itu sejak awal adalah menciptakan perdamaian, mewujudkan keadilan, dan mencegah terjadi kemungkaran serta intimidasi antara manusia satu dan lain. Inilah pentingnya bagi kita memahami moderasi beragama,” lanjut dosen magister Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta ini.

Kemudian, Suaib mengatakan bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, ras, agama, dan budaya mutlak membutuhkan moderasi beragama untuk menghindari terjadinya benturan antargolongan di tengah masyarakat yang beragam tersebut.

“Di Indonesia dengan masyarakat yang terdiri atas beragam suku, agama, dan budaya itu mutlak membutuhkan moderasi beragama. Kalau tidak, benturan di tengah masyarakat akan terjadi. Ada Pancasila yang menjadi landasan kita bersama dalam beragama, berbangsa, dan bernegara. Itu harus menjadi patokan,” tandas pria kelahiran Pinrang, Sulsel ini.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Menko PMK Muhadjir Effendy

Organisasi Keagamaan Dapat Berperan Sebagai Pusat Pengembangan Narasi Moderasi Beragama

Surabaya – Moderasi beragama adalah jalan terbaik untuk mewujudkan Indonesia yang damai dan kuat ditengah …

Brigjen Ahmad Nurwakhid pada Tabligh Akbar JATMAN DIY dan Jawa Tengah

JATMAN Mitra Strategis BNPT Jalankan Kebijakan Pentahelix

Sleman – Badan Nasional Pdnanggulangan Terorisme (BNPT) terus berupaya menjalankan program kebijakan Pentahelix dalam penanggulangan …