90e56e08 955a 4d90 A62a 6ec489554d0a
90e56e08 955a 4d90 A62a 6ec489554d0a

Buku Dakwah Nusantara TGB Membumikan Nilai-Nilai Islam Rahmatan Lil’alamin

Mataram – Islam Wasatiyah (moderat) merupakan cara berislam yang berkesesuaian di Indonesia, oleh karena itulah meskipun cukup lama mengenyam pendidikan di Al-Azhar Mesir Dr. TGH Muhammad Zainul Majdi atau yang biasa disapa Tuan Guru Bajang (TGB) tidak lantas meninggalkan budaya maupun cara-cara dakwah yang telah dijalankan oleh para ulama nusantara khususnya sang kakek TGH Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang juga merupakan tokoh Pahlawan Nasional pertama dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

Islam Rahmatan Lil’alamin akan termanifestasikan melalui dakwah yang mengedepankan ahlaqul karimah disertai dengan penguasaan ilmu agama yang mumpuni. TGB menjadi refresentasi dari sekian ulama muda yang hari ini dapat diterima oleh semua kalangan baik kalangan ulama, santri maupun masyarakat umum. Namun demikian, masih banyak masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh buah pemikiran dan sepak terjang beliau, sehingga tercetuslah Buku Dakwah Nusantara TGB yang akan menyajikan secara utuh pemikiran serta perjalanan dakwah TGB di nusantara.

Pesan menampilkan Islam rahmatan lil alamin, merajut persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjaga adab di ruang publik diantara ciri khas dakwah Ketua Organisasi Islam Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia.

Cucu Pendiri Nahdlatul Wathan Almaghfurlah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ini resmi meluncurkan Buku Dakwah Nusantara Tuan Guru Bajang-Islam Wasathiyah Vol 1 yang ditulis Febrian Putra di Ballroom Islamic Center, Mataram, seperti diterima islamkaffah. Sabtu 16 Januari 2021.

Acara peluncuran buku ini mendapat sambutan hangat dari sahabat dan sejawat TGB dari berbagai tempat, ada Kepala Badan Nasional  Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar, Pengasuh Ponpes Al Hidayat, Lasem KH Zaim Ahmad yang merupakan cucu KH Ma’shum Lasem sahabat dari Maulanasyaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid, kemudian Direktur Madrasah Muallimin Muhammadiyah, Yogyakarta KH Aly Aulia, Rektor IAIN Madura Dr Muhammad Kosim, serta Pengasuh Ponpes Al Aziziyah Jombang, KH Muiz Aziz yang juga cicit dari KH Bisri Syansuri.

Baca Juga:  Mantan Dubes Inggris Dorong Generasi Muda NU dan Muhammadiyah Bersuara di Ranah Global

Kiai Zaim dalam sambutannya mengatakan, pesan-pesan dakwah yang disampaikan TGB kuat dengan nilai wasathiyah, di Nahdlatul Ulama biasa dikenal tawasuth, tasamuh, dan tawazun.

“Saya memang belum sepenuhnya membaca buku itu. Tapi sosok dari TGB yang saya kenal adalah pendakwah yang menyampaikan nilai Islam yang ramah,” katanya.

“Saya dengan TGB memiliki hubungan panjang, kakek kami bersahabat,” sambungnya.

Sementara itu, KH Aly Aulia menyebut, dakwah-dakwah dari TGB memang layak untuk dibukukan. Pesan yang disampaikan dalam setiap dakwahnya layak disebarluaskan.

“Beberapa waktu lalu kami sudah mengundang beliau. Selain ke sekolah, beliau berjumpa dengan KH Syafii Maarif di kediamannya. Disana TGB juga diminta memberi ceramah di masjid Nogososro,” ucapnya.

“Ini menunjukkan kuatnya pesan-pesan dakwah dari TGB,” tandasnya.

Sementara itu, KH Muiz Aziz berhalangan menyampaikan langsung secara virtual peluncuran buku. Penyampaian virtual ditutup oleh Komjen Pol Boy Rafli Amar.

Jendral bintang tiga ini mengapresiasi undangan peluncuran dan bedah buku dari TGB. Perjalanan Dakwah Nusantara tergambar di dalam buku ini,  mulai dari pondok pesantren, universitas, dan organisasi masyarakat lintas agama.

“Di dalam dakwah beliau menyambung silaturahmi, menguatkan persatuan dan persatuan. Dan terus mengingatkan menjaga adab di ruang publik,” katanya.

Boy yang beberapa waktu berjumpa TGB berharap buku ini disebarluaskan di masyarakat khususnya generasi muda. Pesan selain harus berilmu dan memiliki keluhuran ahlak merupakan pesan kuat.

“Selamat atas diluncurkannya buku ini. Terima kasih atas segala kiprah dan dedikasi yang diberikan oleh TGB bagi bangsa dan negara,” tambahnya.

Pada acara yang menghadirkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB mulai Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, Kapolda NTB Irjen Moh Iqbal, serta Danrem 162 Wira Bhakti Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdani turut memberi kesempatan kepada Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama NTB Prof Masnun Tahir dan Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Dr Falahuddin.

Baca Juga:  Hadapi Corona, Islam Kedepankan Ilmu dan Tingkatkan Kualitas Literasi, Jangan Termakan Isu Kontradiktif

Prof Masnun menyebut, buku ini telah menunjukkan jika sesungguhnya TGB HM Zainul Majdi bukan hanya milik Nahdlatul Wathan dan NTB semata, TGB merupakan milik Indonesia.

“Ini catatan-catatan yang menunjukkan kiprah dakwah dari TGB,” katanya.

Sudah sepatutnya, sambung guru besar UIN Mataram ini, sebanyak mungkin disebarkan kepada masyarakat luas mengenai Dakwah Nusantara TGB.

“Ada Pak Irzani ini, kalau hizib dicetak 10 ribu dan disebarkan. Buku ini juga begitu Pak Irzani disebarkan sebanyak mungkin,” kelakarnya.

Penyampaian dari Prof Masnun ini diaminkan oleh Dr Falahuddin, setelah buku ini diluncurkan dari Muhammadiyah bersedia untuk membedahnya.

“Ini akan kita sampaikan ke pengurus pusat,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah berharap lahirnya buku itu dapat memberikan inspirasi bukan hanya bagi masyarakat NTB saja, tetapi juga Indonesia dan dunia. Buku ini dihajatkan agar masyarakat bisa mengambil isi dari dakwah TGB tidak hanya hadir pada saat beliau dakwah, tetapi seluruh masyarakat juga bisa membaca buku ini dan juga dari generasi ke generasi.

“Insya Allah akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar,” tuturnya.

Di penghujung acara, TGB HM Zainul Majdi memberikan kata sambutan sekaligus meluncurkan buku, TGB memulai dari kisah dimulainya Dakwah Nusantara. Saat undangan berdatangan, ia masih menjadi Gubernur NTB. Saat itu, belum terpikir memenuhi undangan.

“Sampai Ummi saya menyampaikan, penuhi saja. Dan ternyata benar, seandainya saat itu tidak saya mulai. Berturut-turut ada gempa dan pandemi Covid, kalau saat itu tidak dimulai, tentu belum bisa berkeliling Nusantara sampai saat ini,” katanya.

Dengan berkeliling saat Dakwah Nusantara, TGB merasakan keragaman di Indonesia, berjumpa banyak tokoh yang jauh dari publikasi namun setia menjaga warga. Potensi-potensi besar Indonesia begitu luar biasa ketika melihat di semua sudut.

Baca Juga:  MUI Sulteng dan Ormas Islam Deklarasikan Wasathiyatul Islam Sebagai Bentuk Komitmen Menjaga Persatuan

“Tentu saja ini bukan karena saya sendiri. Ada sahabat-sahabat saya yang menemani, inilah kolaborasi. Tanpa sahabat-sahabat saya tentu Dakwah Nusantara tidak terjadi,” sambungnya.

Gubernur NTB periode 2008-2018 ini melanjutkan, dengan berkeliling Indonesia, ia membuktikan Islam datang tidak di ruang hampa. Islam datang ke tempat yang sudah mapan budaya lokal bahkan umur peradabannya jauh lebih tua.  Islam jadi pendatang dan  tugasnya adalah menyirami kebaikan yang sudah tumbuh.

“Seperti inilah Islam ajaran nabi kita, selalu mengapresiasi kebaikan,” tandasnya.

“Bismillahirrahmanirrahim, saya luncurkan Buku Dakwah Nusantara Tuan Guru Bajang-Islam Wasathiyah seri pertama,” tambahnya.

Sementara itu, Penulis Buku Dakwah Nusantara, Febrian Putra mengatakan, buku ini bagian dari cara menjaga dakwah TGB HM Zainul Majdi. Ia yang kerap membersamai TGB menilai masyarakat luas perlu mengetahui detail perjalanan dakwah ulama lulusan Al Azhar, Mesir ini.

“Beliau guru dan panutan bagi saya. Sudah sepatutnya cita-cita besar beliau dirawat oleh segenap murid-muridnya. Semoga Allah terus jaga beliau,” katanya.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About redaksi

Avatar