Rajasthan textbook
Rajasthan textbook

Buku Sekolah Klaim Islam Bagian Teroris di India Picu Kemarahan Umat Islam

New Delhi – Umat Muslim di India tengah marah besar. Hal itu dipicu  beredarnya sebuah buku yang didalamnya terdapat teks yang mengklaim Islam bagian dari teroris.

Buku itu diterbitkan pada 2018 di bawah pemerintahan Partai Bharatiya Janata di negara bagian Rajasthan, India .  Forum Muslim Rajasthan telah mengajukan keluhan kepada polisi terhadap dewan buku teks negara bagian dan penerbit swasta karena konten yang tidak pantas diajarkan kepada siswa di kelas menengah.

Mereka telah meminta tindakan hukum terhadap penerbit buku teks ilmu politik dari Dewan Buku Teks Negara Bagian Rajasthan karena menyebarkan kebencian terhadap Islam.

“Ini adalah kasus kedua di mana kebencian terhadap Islam disebarkan melalui buku teks. Bulan lalu kami mendapat keluhan polisi yang terdaftar terhadap konten yang tidak pantas di buku teks yang diajarkan untuk pelatihan guru. Jika pikiran guru diracuni untuk melawan Islam, apa yang akan mereka ajarkan kepada siswa?” tanya Mohsin Rasheed Tonk, dari Forum Muslim Rajasthan.

“Buku teks ilmu politik memiliki bab tentang “Terorisme, Kriminalisasi Politik dan Korupsi” di mana mengutip ahli anonim yang menyatakan bahwa komitmen terhadap agama tertentu adalah tren utama terorisme Islam,” sambungnya dilansir Sputnik pada Kamis (18/3/2021).

Rasheed Tonk, yang juga koordinator negara bagian Departemen Minoritas Kongres Rajasthan, membayangkan bahwa anaknya sedang duduk di kelas di mana gurunya membacakan dari buku teks bahwa terorisme adalah dari bagian dari Islam. Murid lain di kelas itu, jelasnya, pasti akan melihat dia dengan penuh kebencian.

“Anak-anak  akan malu atau akan berkelahi dengan mereka. Pendidikan semacam ini dipromosikan oleh pemerintah BJP yang membuat perubahan dalam buku teks untuk efek ini”, ujarnya.

Baca Juga:  Khatib Jumat Sukseskan PPKM Darurat, Washati: Praktik Agama Tak Bisa Terjebak Nafsu Egoisme

“Mengutip para ahli yang tidak disebutkan namanya, bab tersebut juga mengatakan bahwa dalam terorisme Islam, teroris memiliki pengabdian yang berlebihan kepada Islam daripada faksi atau kelompok mana pun,” jelas Rasheed Tonk.

Dalam buku itu, penulis menggambarkan terorisme Islam sebagai kesyahidan, melakukan barbarisme tanpa batas, mengumpulkan kekayaan secara paksa dan membunuh serta melakukan kekejaman terhadap orang yang tidak bersalah dengan kejam dengan cara yang paling mengerikan atas nama Allah adalah beberapa ciri dari terorisme Islam.

Surender Singh, seorang pejabat senior di departemen kepolisian negara bagian Rajasthan mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki kasus tersebut dan mengatakan ujaran kebencian seperti itu tidak bisa diterima. “Kami telah mengajukan kasus berdasarkan bagian dari KUHP India untuk tindakan yang disengaja dan jahat, yang dimaksudkan untuk membuat marah perasaan religius kelas mana pun dengan menghina. agamanya. Kami telah memanggil penerbit dan sedang menyelidiki,” ungkapnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Kepala BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH saat RDP dengan Komisi III DPR RI Rabu September

Anggota MIT Tambah Jadi 12 Orang, Kepala BNPT: Ada 17 Desa di Poso Penceramahnya Dukung Ali Kalora

Jakarta – Jumlah anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang semua tinggal 6 orang, …

Komjen Boy Rafli Amar

BNPT Tanggapi Positif Peringatan Jepang Terkait Potensi Aksi Terorisme di Tempat Ibadah

Jakarta – Jepang mengeluarkan peringatan potensi ancaman terorisme di Indonesia dan lima negara ASEAN yaitu …