Ketua RSS Mohan Bhagwat
Ketua RSS Mohan Bhagwat

India Diskriminasi Umat Muslim, RSS: Hindu dan Islam di India Satu Kesatuan

New Delhi—Pemerintah India dibawah kendali Partai Bharatiya Janatha (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi dikenal diskriminatif terhadap umat Muslim. Berbagai kebijakan yang mereka buat selalu mendiskreditkan umat Muslim.

Mulai Undang-Undang Kewarganegaraan, sampai pandemi Covid-19, dijadikan konsumsi untuk menyudutkan Islam. Terakhir, polisi-polisi India getol melakukan penangkapan terhadap mualaf, yang dulunya beragama Hindu.

Organisasi Sukarelawan Nasionalis Hindu sayap kanan India, Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) justru tidak sependapat dengan tindakan itu. Padahal RSS sendiri salah satu organisasi induk BJP.

Ketua RSS Mohan Bhagwat mengatakan, warga India adalah satu kesatuan, baik Hindu maupun Muslim. Dia percaya bahwa DNA orang India adalah sama, terlepas dari jenis agama yang mereka yakini.

“Ketika orang berbicara tentang perlunya persatuan Hindu-Muslim, kami mengatakan kami sudah menjadi satu, kami tidak terpisah,” kata Mohan Bhagwat saat peluncuran buku ‘The Meeting of Minds’ oleh Khwaja Ifteqar Ahmed di Ghaziabad, yang dikutip di Hindustan Times via laman republika.co,id, Senin (5/7/2021).

RSS adalah sumber ideologis BJP dan sering dituduh oleh lawan-lawannya mengembangkan mayoritasisme. Bhagwat membela pekerjaan Sangh dan menyebutnya sebagai upaya menyatukan orang-orang dari kepercayaan yang berbeda.

Menurutnya, meski partai politik tidak dapat bertindak sebagai alat untuk mempersatukan, namun dapat menghilangkan kekhawatiran dan sentimen bahwa mayoritas menguasai India, merujuk pada protes yang berdatangan dari kelompok mayoritas ketika kekejaman menargetkan minoritas.

“Jika ada yang mengatakan bahwa Muslim tidak boleh tinggal di India maka dia bukan seorang Hindu,” kata Bhagwat.

Ia RSS juga berusaha untuk mengatasi perbedaan penggunaan kata Hindu untuk anggota komunitas lain. Di masa lalu, Sikh dan Muslim keberatan dengan dia yang menyebut semua orang India sebagai Hindu.

Baca Juga:  Muslim India Cetak Alquran Versi Dirinya, Hapus 26 Ayat yang Dinilai Promosi Terorisme

“Jika Anda tidak ingin menyebut diri Anda Hindu, Anda bisa mengatakan India sebagai gantinya,” katanya.

Dia juga menampik rumor yang beredar karena kehadirannya dalam peluncuran buku yang penulis gambarkan sebagai inisiatif yang menjembatani Hindu dan Muslim.

“Ini bukan perubahan citra atau upaya merayu Muslim menjelang pemilihan. Sangh tidak pernah peduli dengan citranya. Kami hanya bekerja untuk menyatukan semua. Tekad kami adalah bekerja untuk semua dan tidak melawan siapa pun. Tidak peduli apa yang dipikirkan orang lain, kami terus melakukan pekerjaan kami,” katanya.

“Kami tidak tertarik dengan politik partai. Kami memiliki pandangan tetapi kami tidak mendukung siapa pun tetapi mendukung negara. Kami mendukung mereka yang berbicara untuk negara. Ini bukan latihan politik atau politik bank suara. Kita bisa melakukan ini (politik), tetapi kita tidak akan melakukannya. Ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan partai politik.”

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

AC Milan ucapkan Selamat Maulid Nabi Muhammad

AC Milan Ucapkan Selamat Maulid Nabi Muhammad Kepada Fans Beragama Islam

Milan – Klub sepakbola AC Milan memberi ucapan selamat Maulid Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. …

Ken Setiawan di UM Metro

Ken Setiawan: Ribuan Kelompok Radikal yang Mengatasnamakan Agama di Lampung Masih Gentayangan

Lampung – Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan mengaku prihatin terhadap fenomena …