Yati Narsinghanand
Yati Narsinghanand

Pendeta: 50 Persen Umat Hindu di India akan Pindah Agama Jika PM India Muslim

New Delhi – Yati Narsinghanand, kepala pendeta kuil Dasna Devi memperkirakan 50 persen umat Hindu di India akan pindah agama dalam 20 tahun jika seorang Muslim menjadi perdana menteri India.

Melansir laman timesofindia.com, berbicara tentang Hindu Mahapanchayat yang tidak diberikan izin oleh pemerintah Delhi, dia juga mendesak umat Hindu untuk mengangkat senjata untuk memperjuangkan keberadaan mereka. Selama ini Yati Narsinghanand terkenal karena membuat pernyataan tidak sopan terhadap Muslim.

Mahapanchayat diselenggarakan di lapangan Burari oleh kelompok yang sama yang sebelumnya mengadakan acara kontroversial serupa di Haridwar dan di Jantar Mantar di ibu kota negara, di mana slogan-slogan anti muslim dimunculkan. Beberapa pemimpin supremasi Hindu lainnya juga menghadiri acara yang dihelat Minggu (3/4/2022).

Narsinghanand saat ini menjadi tersangka dengan jaminan sehubungan dengan kasus ujaran kebencian Haridwar.

“Hanya pada 2029 atau 2034 atau 2039 seorang Muslim akan menjadi perdana menteri. Begitu seorang Muslim menjadi PM, 50 persen Hindu akan masuk Islam, 40 persen akan dibunuh dan 10 persen sisanya akan tinggal di pengungsian. kamp atau di negara lain dalam 20 tahun ke depan. “Ini akan menjadi masa depan umat Hindu. Jika anda ingin menghindari masa depan ini, jadilah laki-laki dan angkat senjata,” kata Narsinghanand dalam video Mahapanchayat yang beredar di media sosial dikutip dari laman Republika.co.id.

Namun media tidak dapat secara independen memeriksa kebenaran video tersebut. Sementara itu, beberapa jurnalis yang berbasis di Delhi, yang pergi untuk meliput acara tersebut, diduga dianiaya di sana. Namun, polisi membantah klaim bahwa mereka ditahan.

Berbagi tweet oleh salah satu jurnalis yang menuduh bahwa dua pemuda Muslim dari media diserang oleh massa Hindu di Mahapanchayat dan juga ditahan, Wakil Komisaris Polisi Kompol Usha Rangnani turun ke Twitter mengatakan tidak ada yang ditahan.

Baca Juga:  Bahaya Tuduhan Kafir dan Anti Islam terhadap Sesama Muslim

“Sebagian wartawan, dengan sukarela, atas kemauan sendiri, untuk menghindari kerumunan yang semakin gelisah dengan kehadiran mereka, duduk di PCR Van yang ditempatkan di tempat disitu dan memilih untuk melanjutkan ke kantor Polisi karena alasan keamanan. Tidak ada yang ditahan. Karena perlindungan polisi diberikan ,” katanya dalam tweet.

“Untuk menyebarkan informasi yang salah, tindakan yang diperlukan harus dimulai terhadap orang-orang seperti itu,” tweet Kompol Rangnani.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

raker penyelenggaraan ibadah haji

Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas Minta Santri Semangat Menuntut Ilmu Dan Lawan Kebencian Terhadap Santri Dengan Prestasi

Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta kepada para santri untuk terus menuntut ilmu secara sungguh-sungguh, …

Sarasehan Penguatan Moderasi Beragama BNPT dan UMY

Cegah Virus Radikal Terorisme di Sekolah, BNPT Perkuat Moderasi Beragama Guru SMA/SMK se-DIY

Yogyakarta – Generasi Z dan generasi milenial antara usia 14-39 tahun menjadi generasi yang paling …