nikmatnya shalat
shalat

Apakah Setelah Shalat Witir tidak Boleh Shalat Sunnah Lagi?

Shalat witir menurut mayoritas ulama madhab Syafi’i hukumnya sunnah, sementara menurut mayoritas ulama Hanafiyah hukumnya wajib.

Tradisi yang lazim berlaku di masyarakat untuk menghidupkan malam Ramadhan adalah shalat tarawih berjamaah di masjid atau musholla, kemudian ditutup dengan shalat sunnah witir tiga rakaat. Namun, hal ini menyisakan pertanyaan karena ada anggapan umum bahwa shalat witir adalah penutup shalat sunnah malam hari.

Kata Nabi, “Jadikanlah shalat witir sebagai akhir shalat kalian di malam hari”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini secara tegas mengatakan shalat witir merupakan shalat penutup shalat sunnah yang lain di malam hari.

Berdasarkan hadis ini, al Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan, dianjurkan mengerjakan shalat witir di akhir malam. Akan tetapi, kalau ragu tidak akan bangun di akhir malam, dianjurkan mengerjakannya setelah shalat tarawih.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana kalau setelah shalat witir seseorang mengerjakan shalat sunnah lain seperti tahajud? Boleh atau tidak?

Menurut al Mubarakfuri dalam kitabnya Tuhfatul Ahwadzi, shalat sunnah di malam hari hukumnya sunnah, bukan wajib. Karenanya, tidak ada keharusan menjadikan salah satu shalat sunnah di malam hari sebagai penutup shalat sunnah yang lain. Seperti shalat witir yang selama ini dianggap sebagai penutup shalat sunnah yang lain.

Lanjut beliau, hadis riwayat Bukhari dan Muslim di atas adalah anjuran untuk menjadikan shalat malam supaya ganjil. Bukan dalil bahwa shalat witir hukumnya wajib, juga bukan hujjah kewajiban menjadikan shalat witir sebagai penutup shalat malam.

Al Mubarakfuri mendasarkan pendapatnya kepada hadits Abu Hurairah. Ia mengerjakan shalat witir lima rakaat setelah shalat Isya’. Jika bangun di akhir malam, beliau shalat lagi dua rakaat. Jika tidak bangun di akhir malam, setidaknya telah mengerjakan shalat witir setelah Isya’ tersebut.

Baca Juga:  Bolehkah Menunda Penguburan Jenazah Korban Virus Corona?

Pendapat ini diperkuat oleh Imam Turmudzi mengutip atsar (perkataan dan perbuatan) sahabat. Sebagian ahli ilmu dari kalangan sahabat berkata: “Jika seseorang mengerjakan shalat witir di awal malam, kemudian tidur dan bangun di akhir malam, lalu mengerjakan shalat (sunnah), maka shalat witir yang telah ia kerjakan di awal malam tidak batal. Pendapat ini juga dikatakan oleh ulama-ulama yang lain.

Cukup jelas, bahwa tidak ada larangan mengerjakan shalat sunnah sekalipun telah mengerjakan shalat witir setelah shalat tarawih. Hal ini seperti dijelaskan oleh al ‘Iraqi, tidak sedikit ulama yang membolehkan mengerikan shalat sunnah dua rakaat-dua rakaat meskipun sebelumnya telah mengerjakan shalat witir.

Dengan demikian, tradisi yang berlaku dimasyarakat mengerjakan shalat witir setelah shalat tarawih adalah baik. Hal ini sebagai langkah antisipasi tidak bisa bangun di akhir malam. Andaikan terbangun di akhir malam kemudian shalat sunnah yang lain maka hal itu lebih baik dan shalat witir yang telah dikerjakan tidak batal.

 

Bagikan Artikel ini:

About Nurfati Maulida

Avatar of Nurfati Maulida

Check Also

nikah atau naik haji

Menikah atau Naik Haji Dahulu?

Umat Islam kini lega karena bisa melaksanakan ibadah haji setelah dua tahun pelaksanaannya ditiadakan atau …

silaturrahmi non muslim

Silaturahmi Kepada Orang Tua dan Saudara Non Muslim, Bolehkah?

Meskipun hari raya Idul Fitri telah berlalu, namun sebagian masyarakat muslim tetap memanfaatkan momentum Syawal …