Gus Wafi

Bumikan Nilai Aswaja Untuk Jaga Keutuhan Akidah di Tengah Tantangan Zaman

Jakarta – Membumikan nilai-nilai Ahlusunah Wal Jamaah (Aswaja) sagnat penting untuk menjaga keutuhan akidah dari tantangan zaman berupa tantangan ideologis dan perbedaan lintas agama. Hal itu dikatakan pegiat kajian keislaman sekaligus alumnus Pesantren Sidogiri Jawa Timur, Ustaz M. Fuad Abdul Wafi saat memberikan kajian ‘Membumikan Aswaja” dikutip dari akun YouTube Santreh DWK, Senin (13/1/2025).

Dalam kajian ini, Gus Wafi, panggilan karibnya, membahas berbagai isu kritis, mulai dari pengaruh ideologi menyimpang, relevansi sanad keilmuan, hingga pentingnya peran generasi muda dalam menjaga tradisi Islam yang autentik.

“Nilai-nilai Aswaja harus terus dibumikan melalui pendekatan yang konsisten dan relevan. Tantangan global, seperti infiltrasi ideologi radikal dan propaganda lintas agama, menjadi ancaman nyata bagi umat Islam,” ujar Gus Wafi.

Lebih lanjut, Gus Wafi mengungkapkan bahwa salah satu pilar utama dalam mempertahankan nilai Aswaja adalah kesinambungan sanad ilmu yang bersambung hingga Rasulullah. Sanad ini menjadi bukti otentisitas ajaran yang diajarkan kepada umat.

Ia juga mendorong umat Islam untuk memperdalam literatur klasik, seperti karya Al-Ghazali dan Ibnu Hazm, yang memberikan dasar argumentatif dalam menjawab berbagai tantangan akidah.

Gus Waif juga mengupas bahaya infiltrasi pemikiran dari kelompok lintas agama yang bekerja sama dengan ideologi menyimpang untuk melemahkan umat Islam.

“Dalam banyak kasus, narasi yang memecah belah umat sering kali dilandasi oleh kerja sama antara kelompok. Kolaborasi ini berusaha untuk mengaburkan akidah dan menanamkan keraguan terhadap nilai-nilai Aswaja,” tuturnya.

Ia mengungkapkan beberapa kelompok menggunakan sejarah yang diubah-ubah untuk menimbulkan syubhat (keraguan) di kalangan umat Islam, seperti klaim tentang Nabi Muhammad yang keliru atau distorsi terhadap peran para sahabat.

Karena itu, Gus Wafi mengingatkan pentingnya pendekatan yang penuh hikmah dan menjunjung tinggi akhlak. Ia juga mengatakan bahwa meskipun berbeda pendapat dengan kelompok lain, umat Islam diminta untuk tetap menjaga ukhuwah Islamiah (persaudaraan Islam) agar tidak terjadi perpecahan yang melemahkan.

Ia menambahkan bahwa dakwah harus dilandasi oleh ilmu yang mendalam, sehingga mampu menjawab berbagai tantangan, termasuk serangan ideologi dari pihak luar. Itu penting untuk menguatkan akhlak dan karakter sehingga nilai Aswaja tidak hanya menjadi pedoman teologis, tetapi juga menjadi panduan dalam membentuk karakter yang beretika dan bermoral.

Pada kesempatan itu, Gus Wafi juga menyoroti tentang peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga dan meneruskan nilai-nilai Aswaja. Untuk itu, Ustaz Fuad berpesan agar Generasi muda aktif dalam mendalami ilmu agama, termasuk memahami sanad keilmuan dan membaca kitab-kitab klasik.

Kemudian generai muda harus menghindari pola hidup konsumtif. Ia mengkritik tren gaya hidup yang terpengaruh budaya Barat, seperti meniru gaya rambut dan pakaian. Generasi muda harus bangga dengan identitas keislamannya.

Selan itu, generasi muda harus bisa menghadapi tantangan ideologi dengan kritis. Karean itu, generasi muda perlu meningkatkan kemampuan berpikir kritis untuk menghadapi syubhat yang datang dari luar, baik melalui media sosial maupun interaksi lintas agama.

Terakir, Gus Waif mengajak kepada umat Islam untuk terus menjaga keutuhan akidah melalui pendekatan yang mendalam dan relevan. Nilai-nilai Aswaja harus dipertahankan dengan memadukan ilmu, akhlak, dan etika.

“Sanad adalah ruh dari ilmu. Tanpa sanad, umat akan kehilangan arah dan terjebak dalam narasi yang menyesatkan,” tegas Gus Wafi.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

sekjen mui anwar abbas  200108191407 353

MUI: Hiburan Biduan Usai Isra Mi’raj di Banyuwangi Tak Hormati Nilai-Nilai Keagamaan

Jakarta — Aksi hiburan biduan yang digelar di panggung peringatan Isra Mi’raj di Banyuwangi, Jawa …

keutamaan bulan sya'ban

Bulan Sya’ban Segera Tiba: Bulan yang Sering Dilupakan, Tapi Dicintai Rasulullah

Tanpa terasa, umat Islam akan segera memasuki bulan Sya’ban pada 20 Januari 2026. Bulan ini …