Dalam suatu riwayat dari Anas bin Malik berkata Rasulullah Saw sedang duduk di masjid dengan para sahabatnya Tiba tiba datang seorang badui dan kencing di dalam masjid Para sahabat Nabi berujar mah mah tahan tahan Menurut riwayat lain para sahabat berusaha mengusirnya Melihat kejadian itu Rasulullah Saw bersabda kepada para sahabatnya la tuzrimuhu da uhu fatarakuhu hatta bala janganlah kalian menghentikan kencingnya biarkanlah ia hingga selesai Kemudian Nabi bersabda kepada orang Badui masjid diperuntukkan untuk zikir kepada Allah Swt shalat dan membaca al Qur an Orang Badui diam dan tampak sadar kalau telah melakukan kesalahan besar Lalu Nabi bersabda kepada salah seorang sahabatnya kum fa tina bidalwin min ma in fasyunnahu alaihi berdirilah ambilkan seember air dan siramlah bekas kencing itu Maka sahabat melaksanakan perintahnya Nabi menutup pembicaraan dalam peristiwa ini dengan ucapan fainnama bu itstum muyassirina wa lam tub astu mu assirina sesungguhnya kalian diutus bersamaku untuk memberi kemudahan dan tidak diutus untuk memberi kesulitan HR Ahmad Bukhari Muslim Baca juga Ketika Seorang Badui Kencing di Masjid Bayangkan jika video tindakan badui yang tidak paham Islam ini kemudian viral saat ini Tindakan badui tersebut mungkin penistaannya lebih parah dari pada membawa anjing dan menggunakan alas kaki di masjid Badui tersebut jelas mengencingi area masjid Sikap dan emosi umat Islam ketika melihat video tindakan Badui yang diviralkan akan lebih berang dan marah Sikap emosi dan berang itu juga tidak dialami masyarakat saat ini ketika melihat perempuan berinisial SM membawa anjing ke masjid Sahabatpun juga reaktif dan dengan kasar mengusir badui tersebut Pun juga jamaah di masjid yang menegor dan berdebat dengan SM Baik Badui dan SM sama sama mengotori masjid membuat najis area masjid dan dalam pandangan yang lebih emosional karena viral keduanya menistakan masjid Namun akhlak Nabi pembawa ajaran rahmat tidak menunjukkan kemarahan dan tindakan emosional Nabi berbaik sangka jangan jangan Badui memang tidak mengetahui arti suci rumah Ibadah Tidak memaki dan mengusirnya Nabi justru membiarkan badui tersebut menyelesaikan kecingnya Subhannallah sungguh mulia dan terpandangnya akhlak Nabi yang ditampilkan untuk mendidik para sahabat Lalu Nabi memberikan nasehat yang bukan secara langsung menyalahkan tindakan Badui tetapi justru menjelaskan arti penting masjid Penegasan ini bagian dari husnudzon Nabi bahwa orang badui tersebut memang tidak tahu tentang arti kesucian masjid bagi umat Islam Penjelasan ini sudah menjadi tegoran dan badui itu pun terdiam Teladan dari cara Nabi ini dapat kita Tarik pelajaran walaupun tindakan itu salah dan dalam kacamata kita menistakan masjid tetapi jangan jangan Badui dan SM itu tidak tahu tentang kesucian masjid Atau jangan jangan badui dan SM itu tidak normal atau sakit secara mental Dalam posisi tersebut umat Islam telah diberi tuntunan oleh Nabi untuk memberikan penjelasan yang baik agar menghasilkan hasil dan dampak yang baik Atas kejadian yang dilakukan oleh seorang Ibu berinisial SM kita harus memilih antara sikap emosional sabahat yang belum mendapatkan teladan dari Nabi atau sikap Nabi yang justru memberikan nasehat yang baik Umat tidak boleh merasa karena membela kesucian masjid lantas ia justru melupakan kesucian iman dan Islamnya Umat Islam harus tenang sabar dan tetap dalam tali persaudaraan jangan dibuat rebut dan gaduh dengan sesuatu yang menurut Nabi bisa diselesaikan dengan mudah Islam itu mudah koq Urusan seperti itu bisa diselesaikan dengan mudah tidak harus dilaporkan menjadi pidana Wallahu a lam
Check Also
Saat Ziarah, Bolehkah Duduk di Kuburan?
Meskipun arus puritanisasi mengklaim ziarah kubur adalah ritual bid’ah, tapi tidak banyak muslim nusantara yang …
Shalat Ghaib untuk Korban Bencana
Pada tanggal 4 Desember 2021 telah terjadi peningkatan aktifitas vulkanik di gunung semeru. Hal itu …
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah